<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cewek Telanjang &#187; foto bugil</title>
	<atom:link href="http://cewek.jepun.info/tag/foto-bugil/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cewek.jepun.info</link>
	<description>foto cewek telanjang, gadis bugil, perawan ngentot</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 02:44:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pengalaman Sex Saat Kuliah</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/pengalaman-sex-saat-kuliah.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/pengalaman-sex-saat-kuliah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 14:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat itu, aku masih jomblo karena memang sejak dari SMP aku ga pernah berani mengungkapkan rasa cinta atau sayang kepada cewek, entah kenapa ya??
Nah, pada saat di bangku kuliah lah kemampuanku untuk melihat cewek dan berani mengungkapkan perasaan kami mulai terasah.
Aku kenal dengan seorang cewek yang kuliah di fakultas Ekonomi Universitas M, sedangkan aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada saat itu, aku masih jomblo karena memang sejak dari SMP aku ga pernah berani mengungkapkan rasa cinta atau sayang kepada cewek, entah kenapa ya??<br />
Nah, pada saat di bangku kuliah lah kemampuanku untuk melihat cewek dan berani mengungkapkan perasaan kami mulai terasah.</p>
<p>Aku kenal dengan seorang cewek yang kuliah di fakultas Ekonomi Universitas M, sedangkan aku kuliah di fakultas teknik. Kami kenal secara ga sengaja. Perkenalan dimulai waktu Universitas kami mengadakan Kemah bersama. Wuiihhh, rame banget. Kami kenal saat acara bebas.</p>
<p>&#8220;Hai&#8230;&#8221; sapaku ke cewek itu, dan dia balas menjawab &#8220;Hai juga.&#8221;<br />
&#8220;Fakultas Ekonomi ya?&#8221; &#8220;Kenalkan Rendi.&#8221; Aku mencoba untuk tetap PD walaupun sebenarnya sudah mulai ga kuat nahan badan yang panas dingin .</p>
<p>Tak diduga, dia menjawab &#8220;Namaku Sherly, kamu dari Fakultas Teknik kan?&#8221;. Aku udah sering lihat kamu kok waktu lewat depan gedung Ekonomi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagus, berarti tahap perkenalan bisa dilanjut nich!!&#8221;, aku berteriak dalam hati.<span id="more-978"></span></p>
<p>Selanjutnya, setelah perkenalan itu, kami semakin akrab. Namun, ada hal yang memang masih menjadi penghalangku untuk lebih dekat dan mencoba intim dengan Sherly. Ternyata dia sudah punya gebetan, kebetulan temen dia waktu SMA dulu yang kuliah di Fakultas yang sama. &#8220;Aduuuuhhhh!!!&#8221; Aku protes dalam hati, mengapa aku baru menemukan sesosok cewek yang okey pada saat dia sudah dimiliki orang lain. FYI, cewek itu berbadan proporsional, dengan tinggi badan sekitar 168 cm, dengan ukuran dada + 36B. Waaaaw&#8230; keren banget deh.</p>
<p>Sehingga kami hanya dapat berteman saja. Walaupun begitu, aku sering mencuri &#8211; curi melihat dadanya yang ranum dibalik bajunya saat kami bertemu, tanpa diketahui pacarnya tentunya.</p>
<p>Seringkali pula, aku melihat dia melihat sesuatu di balik celanaku, ga tahu tuh, dia lihat apaan, tapi saat aku tanya, dia selalu menjawab celana panjang lo bagus (hihihihihi, jujur ga sich???).</p>
<p>Hingga suatu ketika, saat kami pergi berdua untuk cari makan malam (maklum, kami berdua kebetulan anak kost, dan rumah kost kami lumayan dekat), dia bercerita tentang permintaan pacarnya untuk segera menikah. DHUEEERRRR!!!! Kepalaku terasa berat dan mataku terasa pedih. Pada saat itu pulalah, aku kemudian memberanikan mengungkapkan perasaanku dan mengatakan menyayanginya. Sebenarnya aku menyangka kalau Sherly akan marah dengan keterusteranganku. Tapi, ternyata&#8230; dia malah terharu dan juga berkata, &#8220;Gue sebenarnya juga sayang sama elo, tapi pacar gue ga mungkin mutus gue.&#8221;</p>
<p>Waduh, aku jadi kebingungan, dan sementara terdiam, tapi kemudian Sherly tersenyum dan bilang, &#8220;Kita jadi temen mesra aja, dan akses bisa bebas, karena pacar gue juga udah bebas akses badan gue.&#8221; Nahhh loooo, hati ku berteriak gembira namun juga agak BT juga. Ternyata tubuhnya sudah ada yang nimbrung.</p>
<p>Tapi sudah lah, aku sanggupi saja permintaan dia, dan mulai saat itu, aku pun bebas mengakses tubuhnya. Pada malam itu pula, kami langsung praktek hehehhe&#8230;</p>
<p>Setelah makan malam, kami pun langsung pulang dan aku mampir ke kostnya. Karena kost Sherly sangat bebas akses dan waktu berkunjung ga pernah dibatasi. Kami pun memiliki waktu yang sangat luas. Kami pun langsung masuk ke kamar Sherly, cepat &#8211; cepat dia membersihkan diri di kamar mandi, ternyata ada kamar mandi dalamnya.</p>
<p>Setelah dia mandi, aku pun bergantian mandi. Aku bertanya dalam hati, kok ga mandi bareng aja ya? Ahh, paling itu kebiasaan dia aja kali ya?</p>
<p>Setelah kami berdua telah bersih, ternyata dia ga memakai kembali pakainnya. Tapi memakai piyama handuk warna kuning cerah, aduh kaya jeruk aja pikirku . Selanjutnya, aku langsung mendekat ke Sherly dan mulai menciumi wajahnya dan berhenti lama untuk menikmati manisnya bibir Sherly. Wooowww&#8230; udah lama aku ingin merasakan bibir ini, ternyata aku bisa!!!</p>
<p>Kami semakin panas, dan secara perlahan aku merasakan tekanan di bagian bawahku, ternyata tangan Sherly udah meraba &#8211; raba bagian luar selangkangan ku. Oooohhh&#8230; ahhhhh&#8230; kami semakin terangsang dan saling meraba, aku mulai meraba dada kanannya di depan piyamanya, aku goyangkan sedikit dan usap usap. Uuuuhhhh, enak&#8230; Sherly mulai berkicau&#8230; ga berhenti. Supaya ga terlalu mencurigakan, Sherly berhenti sebentar dan menyetel musik Pop Barat, sepertinya lagu kompilasi. Ternyata lagu yang distel justru lebih merangsang libido kami. Tanpa banyak bicara, aku mulai melucuti piyama Sherly, tanpa banyak komentar pun, Sherly membuka kaos dan celana panjangku lalu menyerbu dadaku dan menghisap putingku.. Ahhhh sensasi yang luar biasa, karena memang aku belum pernah merasakan hal ini. Ternyata Sherly sangat berpengalaman, aku pun berpikir apakah dia sudah sering beginian dengan pacarnya? Pikiran macam ini lah yang kemudian memacuku untuk dapat memuaskan nafsunya.</p>
<p>Segera aku pegang dadanya, dan aku usap usap putingnya yang berwarna merah muda. Terus aku usap dan kemudian aku hisap.. slurp slurp slurp dan aku gigit sedikit untuk memberi sensasi kepada Sherly. Uaaaahhhh, dia mengerang, &#8220;Terus sayang.. isep terus&#8230; enak.. ahhhh.&#8221; Saat itu juga aku mulai meraba pangkal pahanya, Sherly masih memakai celana dalam warna merah muda. Dengan penuh keyakinan aku mulai mengelus gundukan yang muncul dibagian bawah celana dalamnya. Dia semakin mengerang&#8230; dan aku terus meraba, hingga aku rasakan gundukan itu terasa sedikit basah.. Aku bingung juga sich&#8230; (maklum&#8230; ).</p>
<p>Sherly pun, tak mau kalah dengan aksi ku, dia mulai menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku, dan langsung memegang Mr. P ku dan mulai meremas dan menarik maju mundur. Aku sangat terangsang.. terasa sesuatu yang bergetar di tubuhku, dan aku semakin berani membuka celana dalam Sherly dan mengusap Mrs. V nya, lama &#8211; lama, kami semakin asyik, tanpa sadar aku mulai memasukkan tanganku ke Mrs. V Sherly, penuh dengan kenikmatan yang aku ga tahu seperti apa, Sherly berkata, &#8220;Kamu tiduran Ren, aku mau servis kamu&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku pun langsung tiduran, dan terasa Mr. P ku menjadi hangat dan basah&#8230; saat aku lihat.. Wooooowwww&#8230; Sherly menjilat dan mengulum P ku dengan penuh semangat.. Ohhhh ahhhh uhhh.. aku mulai meracau ga menentu.. lagu yang diputar sejak tadi semakin menambah romantisme suasana. Setelah Sherly puas menjilat dan mengkulum P ku, aku pun mencium bibirnya lagi, dan menjilat puting susunya.. terus aku lanjutin menjilat seluruh tubuhnya sama seperti yang Sherly instruksikan.</p>
<p>Saat mendekati Mrs. V nya, aku berhenti sebentar, karena ragu, namun Sherly berkata, &#8220;Lanjutin aja Ren, lo bakal keenakan ntar&#8221;. Aku pun menjilat Mrs. V nya dan sedikit maju mundur, karena secara naluri seperti itu. Sherly meracau ahhhhh&#8230;..oooojjjjjhhhhh&#8230; terus Ren&#8230;. jangan berhenti&#8230;. enyakkkk&#8230;.</p>
<p>Aku pun terus menjilati V nya, dan tiba tiba aku berpikir, gimana kalo P ku bertemu langsung dengan V nya. Aku pun segera meminta hal ini ke Sherly, dia sedikit melihatku lalu, tersenyum dan mengangguk. Wahhhh.. terasa sesuatu yang luar biasa terjadi, aku semakin terangsang. Sherly membantu memegang P ku dan mengarahkan menuju V nya. Posisi yang kami pakai adalah Sherly di bawah dan aku di atas. Saat P ku mulai masuk lubang V nya, aku merasakan sedikit linu dan geli. Tapi semakin kedalam, semakin hangat dan enak.. Ahhh ohhh&#8230; uhhh&#8230; terus sayang.. terus&#8230; jangan berhenti&#8230;. ahhhh&#8230; Aku pun semakin tergoda untuk terus menyodok. Bunyi srox.. sroxxx&#8230;sroxx&#8230; mulai terdengar dan kami berciuman dan saling meraba, aku semakin terangsang dan memegang kedua susu Sherly yang besar itu, dan mengusap pentilnya. Sherly pun mencengkeram punggungku dan menarik pinggulku untuk semakin masuk ke tubuhnya.</p>
<p>Setelah beberapa saat, kami berganti posisi, Sherly berada diatasku dan aku memangku dia diatas ranjangnya. Sherly semakin mudah mengatur posisinya. Srok..srok..srokk..srokk&#8230; Sherly meracau&#8230; ouch..ah&#8230;uh&#8230;ach&#8230;. Enak&#8230; Ren&#8230;<br />
Aku menjilat susunya dan mengulum pentilnya&#8230; dan terkadang mencium bibirnya.</p>
<p>Setelah sekitar 20 menit, aku mulai merasakan sesuatu yang bergetar di dalam tubuhku, dan siap untuk meledak&#8230; aku pun merasakan Sherly beberapa kali merinding&#8230;. Hingga akhirnya Sherly berteriak kecil dan tubuhnya menjadi tegang dan saat itu pulalah aku juga menegang dan sesuatu muncrat dari P ku di dalam V nya&#8230; Beberapa detik kemudian kami berciuman dan aku mencium pentilnya.</p>
<p>Setelah itu, aku berkata kalau ada sesuatu yang muncrat tadi, dan Sherly tertawa lepas.. &#8220;Hahahahahha&#8230; itu nama sperma Ren&#8221;, kamu ga pernah ML ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya ngga lah..&#8221; Aku membalasnya sambil kembali berpakaian, setelah membersihkan diri kami. &#8220;Kalau itu sperma, berarti kamu bisa hamil dong Sher? Terus gimana dong?&#8221; Aku menjadi takut. Sherly dengan gampang menjawab&#8230; &#8220;Tenang aja Ren, aku sering kok ML ama pacarku dan sering keluar di dalam. Tapi aku cegah dengan pil KB biar ga hamil, dan sampai sekarang masih efektif kok hehehehe.&#8221; Dia terkekeh&#8230; aku pun senyum aja, dan mencium bibirnya sebelum pulang.</p>
<p>Sejak saat itu, kami selalu meluangkan waktu untuk ML, bisa di kamar kost-ku atau di kamar kostnya. Pokoknya di tempat yang kami lihat memungkinkan, tentunya tanpa meninggalkan kesan yang mencurigakan dengan pacar Sherly.</p>
<p>Demikian cerita ku&#8230; Semoga menjadi cerita yang bikin kita semakin okey&#8230;</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/bercinta-di-kamar-kost.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bercinta di Kamar Kost</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/kenikmatan-di-air-terjun.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kenikmatan di Air Terjun</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/pengalaman-sex-saat-kuliah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kirani Mahasiswi Bugil Ngeseks</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/kirani-mahasiswi-bugil-ngeseks.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/kirani-mahasiswi-bugil-ngeseks.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 02:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[Rani tidak meronta ketika sambil berdiri kupeluk dan kulumat bibirnya. Aku tidak pernah menutup mataku kalau sedang berciuman, hal yang bodoh, karena melihat matanya yang terpejam dan hidungnya yang kembang-kempis merupakan sebuah kenikmatan tersendiri bagiku.&#8221;Ahh&#8230;&#8221; kudengar nafasnya yang mendesah saat kupegang dan kuremas payudaranya dari lapisan bajunya, &#8220;Oohhh.. hhh&#8230;&#8221; kurasakan nafasku juga sedikit memburu, kumasukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rani tidak meronta ketika sambil berdiri kupeluk dan kulumat bibirnya. Aku tidak pernah menutup mataku kalau sedang berciuman, hal yang bodoh, karena melihat matanya yang terpejam dan hidungnya yang kembang-kempis merupakan sebuah kenikmatan tersendiri bagiku.&#8221;Ahh&#8230;&#8221; kudengar nafasnya yang mendesah saat kupegang dan kuremas payudaranya dari lapisan bajunya, &#8220;Oohhh.. hhh&#8230;&#8221; kurasakan nafasku juga sedikit memburu, kumasukkan tanganku ke dalam bajunya, meraba raba cup BH-nya, menikmati kekenyalan `bemper&#8217;nya. Kubiarkan saja tangannya tergantung di sisi-sisi tubuhnya, lagipula, Rani (sesuai pengakuannya) kan masih hijau dalam berpacaran.. hehehe&#8230; bingung kali dia harus ditaruh di mana tangannya, tidak seperti Eci yang pasti sudah langsung merogoh celanaku.</p>
<p>&#8220;Mmmhh&#8230;&#8221; kulumat bibirnya yang terbuka, dan kutekan pantatnya dengan tangan kananku sehingga menekan penisku yang mulai `siap grak&#8217;. &#8220;Hhhh&#8230;&#8221; hembusan nafasnya terasa mulai cepat&#8230; dengan tetap memeluknya (dan tanganku masih meremas payudaranya), kubimbing dia memasuki kamarku. Toh nggak ada orang, jadi kubiarkan pintu kamar terbuka. Kududukkan dia di tepi ranjangku, sip. Kuangkat kakinya dan kujatuhkan kepalanya sehingga ia berada dalam posisi terlentang, sementara aku berjongkok di sebelah ranjang. Kulumat lagi bibirnya, sementara tangan kananku mengangkat bajunya hingga BH-nya menyembul keluar, dan menyelipkan tanganku di BH-nya, merasakan putingnya yang mulai mengeras di ujung jari-jariku.</p>
<p>&#8220;Ahhh&#8230; uhhh&#8230;&#8221; Rani mulai mendengus-dengus menikmati sentuhanku. Tanpa pikir panjang, langsung kuraih kancing celananya dan menarik reitsletingnya, ehk, tangannya memegangi tanganku, matanya mendadak terbuka&#8230; ups&#8230; &#8220;Sssshh&#8230;. kamu percaya kan sama aku?&#8221; bisikku di bibirnya. Dan kulumat bibirnya sebelum ia sempat menjawab apapun. Kurasakan pegangannya pada tanganku melemas, matanya mulai terpejam lagi. Jadi kuteruskan saja. Kumasukkan tanganku di lipatan celana dalamnya yang berwarna krem, merasakan bulu-bulu vaginanya yang lebat, memijat-mijat permukaan vaginanya, merasakan tanganku basah oleh `cairan&#8217;nya. &#8220;Aahhh&#8230; hhh&#8230; mmm&#8230;&#8221; kudengar nafasnya yang mendesah-desah dan matanya berkerut-kerut saat kujepit labia mayoranya dengan jari-jariku, memainkannya, memijat-mijatnya, dan kepalanya tertarik ke belakang saat jari tengahku menemukan kelenjar vaginanya dan menekan-nekan serta menggosok kelenjar tersebut.Akupun tenggelam dalam kenikmatanku sendiri, `adik&#8217;ku sudah tegang sekali, jadi akupun bangkit berdiri, melihat matanya yang masih terpejam dan bibirnya yang tergigit.<span id="more-974"></span></p>
<p>&#8220;Ray.. hhhh&#8230;&#8221; kudengar ia mengeluh sambil memandangiku saat kutarik celananya berikut celana dalamnya. Bulu-bulu vaginanya terlihat lebat dengan celah yang mengundang, bibir vaginanya tampak memerah, mungkin akibat gesekan dan pijatan jariku tadi. Dan tanpa menunggu reaksinya lebih lanjut, kumasukkan kepalaku ke dalam lipatan pahanya dan menjilat penuh nafsu, &#8220;Aahhkkk&#8230; nnggghh&#8230;&#8221; kudengar ia mengeluh, badannya bergerak-gerak, pahanya menjepit kepalaku saat kugerakkan lidahku menjilat-jilat kelenjar vaginanya. Kunikmati rasa anyir yang memasuki mulutku, kuangkat tanganku, meraih kedua buah dadanya sekaligus, dan menekan-nekan memijat-mijat, membuatnya menjambak-jambak rambutku, pantatnya mulai terangkat dan bergerak liar.</p>
<p>Kutinggalkan vaginanya, dan bangkit berdiri, lalu melepas bajuku dan celanaku. Oh&#8230; Rani rupanya lebih memilih untuk tidak melihatku telanjang. Ya sudah, pikirku. Kubuka pahanya dan kutempelkan batang penisku ke atas vaginanya. Mmmhhh&#8230; kunikmati benda yang empuk itu menekan penisku. Kubiarkan saja. Kuciumi bibirnya dan kuangkat punggungnya, melepaskan kaitan BH-nya, dan mengangkat bajunya melewati kepala dan tangannya, sementara Rani hanya pasrah saja, sambil sesekali mengeluh nikmat. &#8220;Ahhh&#8230;&#8221; kuhembuskan nafasku penuh kenikmatan saat kujatuhkan tubuhku menempel ke tubuhnya yang telanjang. Kugerak-gerakkan pinggulku, mambuat penisku menekan dan menggesek kemaluannya. Kuciumi matanya, hidungnya, bibirnya, dagunya, menelusuri lehernya, ke dadanya, kuremas payudaranya dan kuhisap putingnya yang berwarna coklat muda secara bergantian.</p>
<p>&#8220;Ray&#8230; ahh&#8230;&#8221; kudengar Rani menyebut-nyebut namaku penuh kenikmatan, kutekan penisku lebih kuat, menggesekkannya menelusuri celah vaginanya, licin, terkadang kutarik penisku agak jauh turun, dan menekan maju, sehingga menekan lubang vaginanya dan menyibakkan bibir-bibirnya ke samping. &#8220;Ahhhh&#8230; kkk&#8230; hhh&#8230; aahh&#8230;&#8221; nafasku memburu, dadanya terasa hangat di dadaku, kuciumi lagi bibirnya yang terbuka terengah-engah, kuangkat sedikit dadaku, membiarkan ujung-ujung putingnya menyapu kulitku, kupegang pantatnya dengan tanganku dan kutekan lagi penisku. &#8220;Rani&#8230; uhhh&#8230;&#8221; aku mulai terbawa nafsuku sendiri.</p>
<p>Kutarik lagi penisku, dan kali ini menekannya agak kuat, dan (aku sendiri kaget) Rani menjerit kesakitan saat ujung penisku mendadak masuk persis di lubang vaginanya.<br />
&#8220;Ray&#8230; jangan&#8230;&#8221;<br />
*******&#8230; kepalang tanggung.<br />
&#8220;Rani&#8230; please&#8230;&#8221; desahku, ujung penisku masih menancap sedikit di ujung lubangnya yang sempit.</p>
<p>&#8220;Ray&#8230; jangan, Ray&#8230;&#8221;<br />
Shit&#8230; kutekan lebih dalam&#8230; Rani menjerit kecil, &#8220;Aaaachkkk&#8230; nnggghh&#8230;&#8221; kulihat air mata menetes di pipinya. Shit&#8230; shit&#8230;. kugigit lehernya dan.. shit&#8230; kutekan sekali lagi lebih dalam.<br />
&#8220;Ray&#8230; hhkkk&#8230;&#8221;<br />
Kutarik.. kutekan lagi.<br />
&#8220;Rani&#8230; uhhhh&#8230;&#8221;<br />
Ahhkhkkh.. dan cepat-cepat kutarik keluar sebelum spermaku memasuki vaginanya. Kulepaskan gigitanku, merasakan penisku yang menempel di sprei ketika kuturunkan pantatku. Keringat membasahi tubuhku.<br />
&#8220;Rani ..?&#8221; kucoba memanggil namanya, &#8220;Rani&#8230;??&#8221;<br />
&#8220;Rani..!!&#8221; kuangkat tubuhku, dan kulihat mukanya yang memerah. Buliran air mata tampak jatuh dari ujung matanya, Rani menggigit bibir bawahnya, matanya terpejam dan alisnya berkerut, hidungnya kembang-kempis. Shit&#8230; kulirik ke bawah dan alangkah terkejutnya aku melihat setitik gumpalan darah kehitaman menodai ujung penisku yang mulai mengecil.</p>
<p>&#8220;Rani&#8230; sakit ya?&#8221; tanyaku sambil kuturunkan tanganku menyentuh celah vaginanya, menggosok-gosok sebentar. Kulihat mata Rani masih terpejam dan air matanya masih keluar, bibirnya bergetar. Kugosok lagi celah vaginanya dengan gerakan memijat dan kugosokkan di kulit pantatku.<br />
&#8220;Rani&#8230; sori yah&#8230; sakit?&#8221; terus kuulang-ulang pertanyaan itu sambil tetap menggosok-gosok, akhirnya kulihat tangannya terangkat menutupi matanya, dan Rani mengangguk perlahan.<br />
&#8220;Uuuuh.. sayang&#8230;&#8221; kukecup manja bibirnya.<br />
&#8220;Kusayang, yah?&#8221; tanyaku pelan dan dia mengangguk. Kuturunkan kepalaku ke perutnya, terus turun sehingga aku dapat melihat dengan jelas kondisi vaginanya. Wah, lumayan hancur.</p>
<p>Kuperhatikan dengan seksama, memastikan tak ada noda yang menempel, kubelai noda-noda yang tersisa dengan tanganku, membaurkannya dengan air liurku, dan menggosokkannya di pantatku sambil berkata, &#8220;Disayang, yaa&#8230; cup cup&#8230;&#8221; Sebentar-sebentar kutekan permukaan vaginanya, memastikam cairan itu tidak keluar lagi. Setelah yakin semuanya bersih. Kutarik tubuhku ke sampingnya, kupeluk Rani dengan mesra, dan kubisikkan di telinganya,<br />
&#8220;Rani&#8230; kamu tahu apa yang membuatku senang saat ini?&#8221;<br />
Rani menggeleng lemah, tangannya masih menutupi matanya.<br />
&#8220;Hihihi&#8230; bener mau tahu?&#8221;<br />
Rani diam saja&#8230; bahunya masih bergerak-gerak.<br />
&#8220;Ngga sampai bobol kok&#8230; tuh lihat saja&#8230; masih bersih&#8230;&#8221;<br />
Dan Rani mengangkat tangannya, tertawa sambil menangis dan memelukku.<br />
&#8220;Kan aku sudah bilang tadi&#8230; percaya dong sama Ray,&#8221; ucapku setengah berbisik, dan kukecup keningnya. Ahh&#8230; Rani.</p>
<p>Uwaahh&#8230; aku mungkin harus bersyukur entah pada setan mana soalnya spreiku tak sampai ternoda, bisa cialat deh kalau Rani melihat ada noda di situ. Dan&#8230; satu lagi nama perawan masuk ke buku harianku.</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/akibat-mandi-bareng.html" rel="bookmark" class="crp_title">Akibat Mandi Bareng</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/bercinta-di-kamar-kost.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bercinta di Kamar Kost</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/kirani-mahasiswi-bugil-ngeseks.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta di Warnet</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/bercinta-di-warnet.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/bercinta-di-warnet.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 01:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[warnet mesum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Sejak aku posting pengalaman sexku dalam bentuk crita dibeberapa situs, aku sering mendapatkan message melalui situs2 tersebut dan kemudian berlanjut menjadi chatting lewat internet. Salah satu temen chat aku adalah Memey, amoy yang baru menyelesaikan kuliahnya dan sekarang dimodalin almarhum bapaknya untuk mengelola warnet di cafe milik ibunya. Jadi warnetnya nyambung dengan cafe yang udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak aku posting pengalaman sexku dalam bentuk crita dibeberapa situs, aku sering mendapatkan message melalui situs2 tersebut dan kemudian berlanjut menjadi chatting lewat internet. Salah satu temen chat aku adalah Memey, amoy yang baru menyelesaikan kuliahnya dan sekarang dimodalin almarhum bapaknya untuk mengelola warnet di cafe milik ibunya. Jadi warnetnya nyambung dengan cafe yang udah ada duluan. Memang di cafe ada fasilitas Wifi gratis tapi terbatas jumlah pengaksesnya, sehingga yang ingin terus brosing internet dapat melanjutkan aktivitasnya di warnet yang menyatu dengan gedung cafe. Satu ide bagus untuk mendapatkan peluang bisnis sekaligus upaya memperbanyak pengunjung cafe. Satu usaha sinergistik yang baik.</p>
<p>Kembali ke Memey (gak ke laptop, ntar disangka niru2 tukul lagi). Dia memang anak orang kaya. Tinggal disatu kota di jatim, tidak sebesar Malang sih, tapi cukup punya potensi. Almarhum bapaknya punya diler mobil, yang sekarang diteruskan kokonya Memey. Ibunya mengelola cafe dan satu supermarket. Kebetulan kota dimana Memey tinggal belon diserbu hypermarket2 besar yang pelan2 akan membunuh semua supermarket yang kecil karena kalah bersaing dalam soal harga jual. Karena ada warnet, pengelolaan cafe diserahkan ke Memey. Masih ada adik lelaki yang masih di smu. Karena dah punya usaha Memey katanya sibuk sekali, tetapi dia masih bisa chat dengan aku dengan menggunakan fasilitas warnetnya. Cafenya karena sudah jalan maka pengelolaannya diserahkan kepada manajer yang selama ini mengelola cafe itu, sehingga Memey bisa lebih konsentrasi ke warnetnya. Dia senang baca cerita2 dewasa, dan itu juga yang memperkenalkan aku dengan dia. Karena sudah lama chatting, dia sudah mulai open ke aku. Kita chat macem2, dari yang umum2, terus ke soal minta advis mengelola bisnisnya sampe soal ngesex. Dia pernah ngesex dua kali dengan cowoknya yang sekarang dah jadi mantan. Cowok itu juga yang memrawani dia dan memperkenalkan dia ke nikmatnya ngesex.</p>
<p>Ketika aku nanya, kok dah diprawani terus udahan, dia jawab abis cowoknya gak mo usaha, maunya nyender ke Memey terus. Aku tanya lagi, gak nyesel dah diprawanin terus putus. Dia bilang enggak, malah dia bilang dia terlambat diprawaninnya dibanding temen2nya. Temen2nya umumnya sejak smu dah gak pada prawan sedang dia setelah lulus kuliah.<span id="more-963"></span></p>
<p>Umurnya baru 22, masi abege juga sih. Aku tanya lagi nikmat gak ngesex, dia bilang yang kedua nikmat banget. Terus gak pengen lagi sekarang, karena dah lama juga dia putus sama cowoknya. Dia bilang pengen banget. Aku tanya lagi terus kalo pengen gitu gimana nyalurinnya. Dia bilang pake dildo, temennya di spore yang beliin. Aku to the point aja ma dia, aku nanya mo ngerasain aku punya, gede dan panjangnya gak kalah ma dildonya. dia terkejut mendengarnya, bukan karena tawaranku, tapi karena aku bilang punyaku sebesar dildonya. Dia gak percaya. aku buktikan dengan mengirimkan foto punyaku yang sedang ngaceng sempurna. Dia bilang pengen deh ngerasain kemasukan yang gede kaya aku punya. Dia ngundang aku dateng kekotanya, ntar mau diajak ke vilanya. Di vila itu dia kehilangan keprawanannya dan yang ekdua dia melakukan dengan cowoknya di hotel diluar kota. Wah memang tajir ya keluarganya, punya usaha banyak, ada vila juga lagi. aku jadi kepengen banget ketemu dia. Dia cuma mengirimkan fotonya pake baju pesta model kemben, kelihatannya sih toketnya montok. Dia cantik, kulit putij dan matanya sipit, maklum ja amoy.</p>
<p>Ketika aku minta foto nudenya dia bilang gak punya, liat langsung ja di vilanya. Aku jadi penasaran deh ma ajakannya yang agresif itu. Aku bilang mesti cari waktu kalo aku tugas ke Surabaya, nanti diusahakan untuk mampir ke kotanya.</p>
<p>Sampe akhirnya kesempatan itu datang. Aku bilang mo mampir ke warnetnya saja. Dia bilang menjelang tutup aja, jadi bisa langsung jalan ke vilanya. Malem2 gitu gak apa, tanyaku. Gak apa, kan ada aku, itu jawabnya. Agresif banget kan. Aku drive sendiri dari Surabaya menuju kekotanya, jauh juga sih, palagi kluar Surabaya dah macet. Baiknya aku dah dikasi arahan oleh temenku gimana keluar kota surabaya menghindari macet parah di Lumpindap di Porong itu. Ada 4 jam dengan berhenti2 baru aku nyampe di depan cafenya. Dah ampir jam 9 malem. Aku langsung menuju ke warnetnya. Lumayan besar warnetnya, mungkin ada 20an komputer disana, dipojok aku liat sesosok prempuan cantik bermata sipit. Pasti itu Memey, dia lagi asik brosing rupanya.</p>
<p>&#8220;Ci, mo internetan&#8221;. Dia menoleh ke aku, trus menunjuk ke komputer no 20, yang posisinya deket dengan mejanya. Dia gak nyangka bahwa itu aku. Aku liat fasilitas komputernya, ada fasilitas ngobrol sesama pengguna warnet. aku coba klik yang judulnya komputer utama yang aku duga yang dipake Memey. Kusapa dia: Malem cantik. Dia menoleh ke arahku, kemudian mengirim message balik ke komputerku: Om siapa. Wah dah lupa ya, jawabku, kan kita dah lama janjian mo ke vila. Dia berbinar2 memandangku, O om&#8230;. (dia menyebut namaku). bentar lagi tutup kok om. Gak masalah, jawabku, aku drive dari surabaya. Nanti jalan pake mobilku aja ya, kamu yang unjukin jalannya. Oke om, ntar mobil Memey biar dibawa pulang ma sopir, jawabnya. Gak pulang gak ditanyain mamanya, tanyaku lanjut. Gak, Memey dah bilang kok mo ke vila ma temen2. kan weekend. Ma temen2, tanyaku, perginya ramean? Ya gak lah om, itu kan alesan ke mama ja. Berdua ja ma om, asik kan. Memang selama ini dia memanggil aku om kalo chatting, maklum usiaku jauh diatas umurnya. Setelah dia menutup warnetnya pada waktunya, dia mengajak aku makan dulu di cafe disebelah warnetnya. Cafenya masi rame, maklum deh saat itu weekend. &#8220;Aku bayar ya&#8221;. &#8220;Gak usah lah om&#8221;. &#8220;Janganlah, masak gratisan. Vilanya dah gratis&#8221;. &#8220;ya terserah om deh&#8221;. Karena aku mo bayar dan aku memang laper banget, aku pesen ja semua yang aku pengen makan, termasuk mionuman energi yang dicampur es batu. &#8220;Buat doping ya om&#8221;, aku tersenyum ja mendengarnya. Memey juga pesen makanan dan minuman. &#8220;Mey, bener nih mo ajak aku ke vila kamu&#8221;. &#8220;Ya bener lah om, Memey dah pengen banget ngerasain punya om. Ampir saben malem Memey make dildo sembari ngebayangin dienjot ma om&#8221;. &#8220;O gitu ya, ntar deh di vila kamu bisa ngerasain nikmatnya maen ma aku&#8221;. Eh lupa Lumpindap itu Lumpur Indah Permai.</p>
<p>Selesai makan, kita berangkat ke vilanya. Mampir di supermarket 24 jam (bukan ibunya punya) deket cafe untuk beli makanan dan minuman ringan. Di vila gak ada persediaan makanan apa2 katanya. Aku juga isi full tank supaya mobil siap dipake kemana aja. Dia memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, tokednya ngintip dari belahan dada tank topnya yang rendah. &#8220;Wow, seksi sekali kamu Mey, belum apa2 aku sudah mulai ngaceng nih&#8221;, katanya ketika aku masuk kemobil, dia duduk disebelahku. mobil pun meluncur ke arah luar kota. waktu dah mendekati tengah malam. Tadi aku menikmati sekali makanan di cafenya, sehingga tak terasa waktu lewat begitu cepat. &#8220;Vilanya jauh mey?&#8221; tanyaku. &#8220;Kenapa, udah nggak sabar ya. Nggak jauh kok paling sejam lebih sudah nyampe&#8221;, jawabnya menggodaku. Sepanjang perjalanan aku ngobrol saja dengan dia. Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. &#8220;udah gak tahan ya om&#8221;, godanya lagi sambil membiarkan tanganku mengelus2 pahanya. Rabaanku rupanya semakin lama membuat dia semakin napsu. Dibukanya pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tangganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Aku mulai mengelus selangkangannya dari luar. &#8220;Wow rasanya, Memey sudah gak sabar lagi untuk dien tot. CD Memeylangsung lembab nih om&#8221;. Rupanya baru dielus dari luar celananya aja, cairan no noknya dah membanjir. &#8220;Udah napsu banget ya Mey, aku juga sudah napsu, masih jauh gak&#8221;. &#8220;sebentar lagi sampe kok om&#8221;. Kami sampe ke vilanya, Memey memberi aku kunci gembok pager vilanya. Aku turun dari mobil, membuka gembok dan pintu pagernya. Balik ke mobil dan mobil memasuki gerbang vilanya. vilanya tidak terlalu besar, sebuah vila yang sangat asri. Halamannya mengelilingi bangunan vila model country. &#8220;Gak ada yang nungguin Mey&#8221;. &#8220;ada om, setan he he&#8221;. &#8220;Setannya pasti dah pergi, aku kan rajanya setan dan mau pesta disini ma ratu segala setan&#8221;. &#8220;Ih&#8230;&#8221; katanya sembari mencubit pinggangku.</p>
<p>Aku langsung menurunkan tas2 belanjaan di supermarket, memey menurunkan tas kecil dari mobil. &#8220;Bawa apaan sih&#8221;. &#8220;Keperluan prempuan lah om, baju ganti buat besok pulang&#8221;. &#8220;O, cuma semalem toh, kirain mo seminggu disini&#8221;. &#8220;Ntar lagi deh om, om sering2 ja nengokin Memey, ntar bisa sering2 ke vila bareng Memey&#8221;.</p>
<p>Setelah beristirahat sejenak Memey mengajakku melihat2 vilanya. Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada. Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam.&#8221;Mau berenang?&#8221; tanyanya. &#8220;Malem gini, apa gak dingin, besok aja ya&#8221;, jawabku. &#8220;Ya udah dikamar aja ya&#8221;, dia menggandengku masuk ke kamar. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian kulepas celana ketatnya. Pakaian diletakkan di kursi rias yang ada didepan meja rias. Ranjangnya besar. Aku melotot memandangi tubuhnya yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yang lebat berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya. aku membuka pakeanku, sehingga hanya memakai CD. kon tolku sangat menonjol, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku. &#8220;Om gede banget ya punya om, pantes om pake id di situs konged, baru ngeh Memey sekarang artinya konged&#8221;, katanya membelalak melihat tonjolan di cd ku. &#8220;Mang artinya apa?&#8221; &#8220;kon tol gede, punya om bener2 gede, panjang lagi&#8221;. Aku menghampiri dia dan memeluknya.<br />
Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit. ikatan branya kulepas, kemudian meremas2 tokednya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras. &#8220;tokedmu kenceng ya Mey, pentilnya gede.&#8221;, kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasan tanganku. kon tolku yang keras menekan perutnya. &#8220;om, ngacengnya sudah keras banget&#8221;, kataku. Dia langsung telentang diranjang, aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 tokednya sambil memlintir2 pentilnya. &#8220;Isep dong om..&#8221; pintanya sambil menyorongkan tokednya itu ke wajahku. Langsung tokednya kuisep dengan penuh napsu. pentilnya kujilatinya. &#8220;Ohh.. Sstt..&#8221; erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yang nongol keluar dari CDnya, jari kususupkannya ke dalam CDnya. Jariku langsung menyentuh belahan bibir no noknya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas. Gesekannya selalu berakhir di it ilnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. no noknya langsung berlendir. &#8220;Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!&#8221; desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas tokednya. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi, &#8220;om, Memey udah gak tahan nih&#8221;. Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggangnya kugigit dan kutarik dengan gigi sehingga terlepas. Kedua kakinya kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus no noknya. Aku menyelipkan jariku ke belahan no noknya yang sudah basah dan menyentuh dinding dalam no noknya. &#8220;om..! Aduuh! Memey sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin&#8221;, pintanya. Bukannya langsung memenuhi permintaannya malah aku beralih menggosok-gosok it ilnya. &#8220;Aduuh! om..nakal!&#8221; serunya. Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kon tolku yang sudah keras sekali dari luar CDku. tokednya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya. &#8220;Ayo dong om dimasukin, Memey sudah benar-benar enggak kuu.. at!&#8221; rengeknya lagi. Kemudian kumasukkan jariku ke dalam no noknya yang sudah basah kuyup.</p>
<p>Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam no noknya. no noknya masih terasa sempit sekali, namun dalam kondisi basah seperti ini, no noknya menjadi mudah dimasuki jariku. no noknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang no noknya kumainkan dengan ujung jari hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti permainan ujung jariku. Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum bibir no noknya. Cairan yang membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir no noknya. Kemudian giliran it ilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Jari tanganku kembali menyeruak masuk ke dalam no noknya, dia benar-benar hampir pingsan dibuatnya. Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe, cairan no noknya yang banjir kutampung dengan mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya. Dia menghela napas panjang, aku masih dengan lahapnya melumat no noknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali. no noknya terus kuusap2, demikian juga it ilnya sehingga napsunya bangkit kembali. &#8220;Terus om.. Enak..&#8221; desahnya. &#8220;Ayo dong om.. Memey udah nggak tahan&#8221;. tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap it ilnya sambil meremas2 toked<br />
dan pentilnya.</p>
<p>Aku melepaskan CDku, kon tolku yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Dia kunaiki dan segera aku mengarahkan kon tolku ke no noknya. Perlahan kumasukkan kepala kon tolku. &#8220;Enak om..&#8221; katanya dan aku sedikit demi sedikit meneroboskan kon tolku ke no noknya yang sempit. no noknya terasa sesek karena kemasukan kon tol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kon tolku mulai kuenjot keluar masuk. &#8220;Terus om.. kon tol om enak&#8221; erangnya keenakan. &#8220;Cuma enak Mey&#8221;. &#8220;enak buanget om&#8221;. Aku terus mengenjot no noknya, dia menyorongkan dadanya ke mulutku. Pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi.</p>
<p>Sekarang dia yang diatas, diarahkannya no noknya ke kon tolku yang tegak menantang. Dengan liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun. tokednya yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya. Aku meremas tokednya dan menghisap pentilnya dengan rakus. &#8220;om.. kon tol om besar, keras banget..&#8221;, dia terus menggelinjang diatas tubuhku. &#8220;Enak Mey?&#8217; tanyaku. &#8220;Enak om..en totin Memey terus om..&#8221; Aku memegang pinggangnya yang ramping dan menyodokkan kon tolku dari bawah dengan cepat. Dia mengerang saking nikmatnya. Keringatnya menetes membasahi tubuhku. Akhirnya, &#8220;Memey nyampe om&#8221; jeritnya saat tubuhnya menegang merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku. Aku mengusap-usap rambutnya sambil mencium bibirnya.</p>
<p>Setelah beberapa saat, kon tolku yang masih ngaceng kucabut dari dari no noknya. Dia kutelentangkan, dan aku naik ke atasnya. Kembali no noknya kujilati. Kedua lututnya kudorongkan sedikit ke atas sehingga bukit no noknya lebih menungging menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan lidah kujulurkan menyapu celah-celah no noknya. Lidah kujulurkan dan kugesekkan naik turun diujung it ilku. Dia hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas-remas kon tolku dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari no noknya dengan lahap kuhisap. Aku terus mencium dan melumat habis bibir no noknya. lidahku menjulur masuk ke dalam no noknya dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutku menekan no noknya, hidungku yang mancung menempel dan menekan it ilnya. Dia kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah dengan sengaja kugeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidungku tetap menempel di it ilnya dan bibirku tetap mengulum bibir no noknya sambil lidahku terus mengorek no noknya. Dia tak kuasa membendung napsuku. &#8220;Oocch! om.. Teruu.. Uus! Memey nyampe lagi om&#8221;, suaranya semakin parau saja. Digoyangkan pantatku mengikuti irama gesekan wajahku yang terbenam di selangkangannya. Dijepitnya kepalaku dengan pahanya, badannya menggigil hebat bagaikan orang kejang. Dia menarik nafas panjang sekali, semua cairan no noknya kuhisap dan kutelan dengan rakus sekali hingga habis semua cairan yang ada di sekitar no noknya. Aku tetap dengan asyiknya menjilati no noknya. Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perutnya. Lidahku bermain-main dipusarnya, sambil meraba dan meremas kedua tokednya, jilatanku juga semakin naik menuju tokednya. Jengkal demi jengkal jilatanku semakin naik. Mulutku sudah sampai ke dadanya. Kini giliran tokednya kujilati, lidahku kini menari-nari di ujung pentilnya. Aku meraba-raba selangkangannya juga, menggesek-gesek it ilnya hingga no noknya basah lagi, nafsunya naik kembali.</p>
<p>Sementara tangan kiriku tetap meremas tokednya dan tangan kanan tetap bergerilya di no noknya, aku kini mencium dan melumat bibirku. Dibalasnya lumatan bibirku dengan penuh nafsu, dijulurkannya lidahnya masuk ke rongga mulutku. kuhisap lidahnya, secara bergantian aku juga menjulurkan lidah ke dalam mulutnya dan dibalas dengan hisapan pula.<br />
Aku membetulkan posisi sehingga berada di atasnya, kon tolku sudah mengarah ke hadapan no noknya. Dia merasakan sentuhan ujung kon tolku di no noknya, kepala kon tol ku terasa keras sekali.</p>
<p>Dengan sekali dorongan, kepala kon tolku langsung menusuk no noknya. Kutekan sedikit kuat sehingga kepala kon tolku terbenam ke dalam no noknya. Walau kon tolku belum masuk semua, aku merasakan getaran-getaran dari otot no noknya berdenyut, cairan yang membasahi no noknya membuat kon tolku yang besar mudah sekali masuk ke dalam no noknya hingga dengan sekali dorongan lagi maka kon tolku masuk kedalam sarangnya, blee.. ess.. Begitu merasa kon tolku sudah memasuki no noknya,<br />
kubalik badannya sehingga kembali dia berada di atas tubuhku, didudukinya batang kon tolku yang cukup panjang itu. Digoyangkannya pantatnya dan diputar-putarkan, dikocok naik turun hingga kon tolku keluar masuk no noknya, aku meremas- remas kedua tokednya. &#8220;Goyanganmu asik banget Mey, katanya baru dien tot 2 kali&#8221;. &#8220;Iya om, nyontoh yang di film bokep. Lebih nikmat rasanya ngen tot dengan posisi Memey diatas karena Memey bisa mengarahkan gesekan kontok besar om ke seluruh bagian no nok Memey termasuk it ilnya&#8221;. Kini giliranku yang tidak tahan lagi dengan permainannya, aku menggelengkan kepalaku menahan nikmat, dan sebentar lagi rasanya akan ngecret. Aku ngasi tau dia bahwa aku dah ampir ngecret. &#8220;Kita nyampe sama-sama..om&#8221;, rintihnya sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatnya. &#8220;Aa.. Aacch!&#8221; diapun nyampe lagi, bibir no noknya berkedutan hingga meremas kon tolku. Bersamaan dengan itu pejuku menyembur dengan dahsyatnya dan bercampur menjadi satu dengan lendir no noknya. Karena posisinya berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kon tolku sehingga membasahi selangkangannya, banyak sekali dan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi. Kami berdua akhirnya terkulai lemas. &#8220;om, pinter banget sih ngerangsang Memey sampe berkali2 nyampe, udah gitu kon tol om kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih&#8221;, katanya. &#8220;no nokmu juga nikmat sekali Mey, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya kekon tolku&#8221;, jawabku sambil memelukku.</p>
<p>Setelah deru napas mereda aku mengajaknya mandi. &#8220;Kita mandi sama-sama yuk!&#8221; ajakku, &#8220;Badanku lengket karena keringat&#8221;. Kami menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat. Kamar mandinya tidak besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca.</p>
<p>Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut. Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan tanganku berpindah ke tokednya.</p>
<p>Kuremas-remasnya tokednya yang mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Diapun tidak mau kalah, diraihnya kon tolku yang kembali sudah berdiri tegak dan dikocok-kocok lembut. Ujung kon tolku sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahanya. &#8220;Om kuat banget sih, barusan selesai ngecret di no nok Memey sudah ngaceng lagi&#8221;. Kuarahkan kon tolku ke belahan bibir no noknya. kugesek- gesekkan ujung kon tolku ke belahan bibir no noknya. Kutempelkan ujung kon tolku ke ujung it ilnya dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini no noknya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower lalu duduk di toilet.</p>
<p>Dia kupangku dengan posisi memunggungiku. kon tolku yang sudah ngaceng keras kembali kumasukkan ke dalam no noknya. Awalnya agak sulit juga kon tolku masuk kedalam no noknya. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kon tolku berhasil menyeruak ke dalam no noknya yang dibantu dengan sedikit menekan badannya kebawah, dan diangkatnya kembali pantatnya hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kon tolku amblas semua ke dalam no noknya. Dengan posisi begini membuatnya harus aktif mengocok kon tolku dengan cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatnya, sehingga no noknya bisa meremas dan mengocok-ngocok kon tolku. kon tolku terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam no noknya. Saat dia duduk terlalu ke bawah, kon tolku terasa sekali menusuk keras no noknya, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi. no noknya semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kon tolku dalam no noknya sudah tidak sesesak tadi. Kini dia pun sudah tidak kuat lagi menahan napsunya. Dia tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti tadi, kini dia hanya bisa terduduk dalam posisi kon tolku masih tertancap di dalam no noknya. Digoyang-goyangkannya saja pantatnya sambil duduk di pangkuanku. Aku sedari tadi asyik meremas kedua tokednya. pentilnya kucubit dan kupilin-pilinnya sehingga menimbulkan sensasi tersendiri baginya.</p>
<p>Aku tidak mampu bertahan lama merasakan goyangan yang dia lakukan. &#8220;Aduuh..! Mey, hebat banget empotan no nok kamu! Aku hampir ngecret nich!&#8221; seruku sambil tetap memilin pentilnya. &#8220;Kita keluarin sama-sama yuk!&#8221; sahutnya sambil mempercepat goyangannya. Aku sudah benar- benar tidak mampu bertahan ebih lama lagi hingga kudorong dia sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging membelakangiku, tetapi kon tolku masih menancap di dalam no noknya. Aku berdiri sambil mengambil alih permainan, aku mengocok-ngocokkan kon tolku keluar masuk no noknya dalam posisi doggy style sambil memegangi pinggulnya. &#8220;Aa.. Aacch!&#8221; kini gilirannya yang menyeracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam no noknya, sehingga akhirnya pejuku rupanya langsung muncrat keluar memenuhi no noknya. Bersamaan dengan itu, dia pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan no noknya berkali- kali saat dia nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga no noknya kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah no noknya dan merembes keluar. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.</p>
<p>Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami maSing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ranjang. Karena lelah, akhirnya kamipun tertidur.</p>
<p>Tidak tahu berapa lama aku tertidur, tiba2 aku terbangun karena merasa kon tolku<br />
ada yang mengelus2 sehingga mulai mengeras lagi. Aku terbangun dan melihat Memey sedang duduk disebelahku dan sedang mengelus2 kon tolku. &#8220;Belon puas ya Mey&#8221;. &#8220;Subuh2 gini bangun Memey pengen lagi deh om&#8221;. Luar biasa ni amoy, napsunya gak ada matinya. Bener juga kata orang, pempuan yang jembutnya lebat banget gak puas2, pengennya berkali2 baru terkapar. Aku gak mau kalah, lalu meremas2 tokednya. &#8220;Om, aah&#8221;, napsunya makin meninggi. Sambil meremas tokednya, aku menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari dahi sampai ujung kaki.</p>
<p>Kujilati pula tokednya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar saking napsunya. kedua pahanya yg mulus itu kubuka sambil kuelus2 dengan satu tangan masih meremas tokednya. Setelah itu no noknya kujilatin dengan lidahku yg kasar. Bukan hanya bibir no noknya aja yang kujilati, tapi lidahku juga masuk ke no noknya, dia jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak keatas. Melihat napsunya sudah naik, aku minta dia mengocok kon tolku, &#8220;Dikocok Mey&#8221;. Dia nurut saja dan mengocok kon tolku dengan gemas, makin lama makin besar dan panjang. &#8220;Mey diemut dong&#8221;, kataku keenakan. Dia mencoba memasukkan kedalam mulutnya dengan susah payah, karena besar sekali. jadi dijilati dulu kepala kon tolku. Aku mendesah2 sambil mendongakkan kepala. &#8220;Kenapa om&#8221;. &#8220;Enak banget, terusin Mey, jangan berhenti&#8221;, ujarku sambil merem melek kenikmatan. Dia teruskan aksinya, dia jilatin kon tolku mulai dari kepala kon tolku sampai ke pangkal batang, dia terusin ke biji pelirku, semua dia jilatin. Dia coba untuk memasukkan kedalam mulutnya lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahnya.</p>
<p>Aku memegangi kepalanya dengan satu tangannya sambil memaju-mundurkan pantatnya, mengen toti mulutnya. gerakannya semakin lama semain cepat. Tiba2 dia menghentikan gerakannya. kon tolku dikeluarkan dari mulutku. Dia menaiki tubuhku dan mengarahkan kon tolku ke tokednya. &#8220;Om, mo ngerasain breast fucking gak&#8221;. Apaan tuh&#8221;. &#8220;Dijepit pake toked Memey&#8221;. Aku iyakan aja usulnya. dia kemudian menjepit kon tolku di antara tokednya sambil digerakkan maju mundur. &#8220;Ahh.. Enak Mey. Diemut enak, dijepit toked juga enak&#8221;. Dia terus menggoyang tokednya sambil meremas kon tolku maju mundur merasakan kekenyalan tokednya. Sampai akhirnya &#8220;Aduh Mey, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut kamu ya&#8221;. &#8220;Jangan om, di no nok Memey saja, lebih nikmat kan&#8221;, jawabnya.<br />
Memey kutelentangkan, akupun naik keatasnya sambil mengarahkan kon tolku ke no noknya. Aku mulai memasukkan kon tolku yang besar dan panjang itu ke no noknya. kon tol semakin kudorong masuk, sampai dia merem melek keenakan ngerasain no noknya digesek kon tolku. Aku mulai menggerakkan kon tolku keluar dan masuk dino noknya yang sempit itu. Dia gerakkan pantatnya kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kon tolku yang keluar masuk, wuihh tambah nikmat. Tubuhku berada diatas tubuhnya yang putih mulus, bergoyang-goyang maju mundur, aku memperhatikan kon tolku sendiri yang sedang keluar masuk di no noknya. Selang beberapa saat, aku mengajak ganti posisi, dia pasrah aja. Dia kusuruh nungging dan aku menyodokkan kon tolku dari belakang ke no noknya. &#8220;Ennngghh&#8230;&#8221; desahnya tak keruan. Sambil menggoyang pantatku maju mundur, aku memegangi pinggulnya dengan erat, aku merasa nikmat yang luar biasa. Aku menggenjot no noknya dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya dia nyampe lagi &#8220;Om, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya&#8221;, jeritnya. Aku mengenjot kon tolku lebih cepat lagi dan kemudian pejuku muncrat didalam no noknya berulang-ulang, tetep aja banyak. &#8216;crottt, croooth.., crooootttthh&#8230;&#8217; Setelah istirahat beberapa saat, aku bertanya, &#8220;Gimana Mey? tetep enak kan?&#8221;. &#8220;Enak sekali om, ruar biasa deh rasanya, nikmat sekali, no nok Memey sampe sesek kemasukan kon tol om, abis gede banget sih&#8221;, jawabnya. Aku mencabut kon tolku yang sudah lemes dari no noknya. kon tolku berlumuran pejuku dan cairan no noknya. saking banyaknya ngecretin pejuku dino noknya. aku yang kelelahan dan terkapar diranjang, dia juga gitu. Tak lama kami berdua terlena kembali.</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/bercinta-di-kamar-kost.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bercinta di Kamar Kost</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/kenikmatan-di-air-terjun.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kenikmatan di Air Terjun</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/bercinta-di-warnet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asmara Yang Tertunda</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/asmara-yang-tertunda.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/asmara-yang-tertunda.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 14:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[Fitri, nama gadis itu. Pertama kali kami berjumpa, ia nampak lugu, santun dan sederhana, baik dalam sikap maupun kata-kata. Dia telah lulus SMA di kotanya Padang, dua tahun sebelum tiba di Jakarta untuk bergabung dalam sebuah program study-banding mengenai pengorganisasian masyarakat di dalam dan di luar negeri. Selama itu ia hanya diam di rumah, meningkatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fitri, nama gadis itu. Pertama kali kami berjumpa, ia nampak lugu, santun dan sederhana, baik dalam sikap maupun kata-kata. Dia telah lulus SMA di kotanya Padang, dua tahun sebelum tiba di Jakarta untuk bergabung dalam sebuah program study-banding mengenai pengorganisasian masyarakat di dalam dan di luar negeri. Selama itu ia hanya diam di rumah, meningkatkan kemampuan komputer dan bahasa Inggerisnya. Aku tak tahu persis apakah dia masih perawan atau tidak. Yang aku tahu, dia anak tunggal, ayahnya bankir di kotanya, sedang ibunya pernah bekerja sebagai pengacara selama 10 tahun. Usianya 21 tahun, tinggi 168cm, dengan tubuh proporsional dan padat. Dadanya tidak besar. Pinggangnya ramping sekali. Di kemudian hari ketika aku memeluknya, pinggangnya terangkul habis hanya oleh pelukan satu lengan saja. Pinggulnya padat dan terkesan seksi kalau ia mengenakan celana jeans yang selalu membungkus rapat belahan pantatnya yang bercelah agak dalam. Kulitnya sawo matang tapi bersih. Itu membuatnya parasnya manis apalagi mata hitamnya yang bulat itu selalu terlihat cerah. Fitri bergabung ke dalam kelompok yang aku fasilitasi. Sebelum ke lua negeri, semua peserta program ini berkumpul di Jakarta untuk beberapa lokakarya bersama dan sosialisasi semangat kelompok. Sebagian besar peserta belum pernah ke luar negeri sedang setengahnya baru untuk pertama kali keluar dari kotanya. Tiga hari menjelang keberangkatan kami ke Canada, ayah-ibu Fitri datang ke Jakarta. Setiap malam keduanya datang menjenguk putri tunggalnya di pusat persiapan kami, sebuah gedung di Cempaka Putih. Seluruh peserta dibagi dalam lima kelompok. Aku menjadi fasilitator salah satu kelompok yang terdiri dari 7 orang; masing-masing 4 perempuan dan tiga laki-laki dengan usia sekitar 20 s/d 25 tahun.</p>
<p>Di kelompok ini Fitri memang tidak bisa menandingi kecantikan Shira (campuran Bugis-Jerman) , atau kelincahan Irma (puteri asli Timtim berdarah Porto), atau wajah hangat Ratih (gadis periang campuran Sumba-Jawa). Tapi Fitri menarik perhatian. Ia cerdas dan tekun. Kalau melihat punggungnya, pantatnya yang bulat berisi itu selalu nampak merangsang. Sedang dari depan, matanya yang bulat dan hitam di tambah warna kulitnya yang tidak pucat selalu membuat orang kerasan memandangnya berlama-lama. Apalagi Fitri suka mengenakan kemeja dan blue-jeans dan selalu melepas satu kancing bagian atas kemejanya. Gayanya tenang tapi penuh perhatian jika bercakap-cakap dengan orang lain. Ia suka menatap mata lawan bicaranya penuh-penuh. Selama dua minggu berada di Jakarta bersama-sama, kelompok ini kubina agar memiliki spirit sebuah keluarga. Aku sering mencari waktu berbicara dengan mereka, orang-perorang atau orang tuanya yang menjenguk mereka untuk mengetahui pribadi mereka masing-masing. Mungkin karena itu aku dianggap sebagai kakak mereka yang paling sulung. Kami punya waktu sekali dalam dua hari, selama tiga jam untuk bicara dari hati ke hati tentang hal-hal di luar fokus study banding. Dalam banyak kesempatan Fitri membantu saya dalam pengorganisasian kelompok. Ia cepat memahami apa yang harus dikerjakan, tanggap dan mampu melakukan persuasi kepada anggota kelompok lainnya maupoun kepada saya. Dari orang tuanya aku mengetahui Fitri sebagai seorang yang dibiasakan menjadi penurut, disiplin dan santun oleh ibunya.<span id="more-961"></span></p>
<p>Sedang dari ayahnya, Fitri berlatih menjadi seorang yang mengenal kehangatan kasih-sayang dan perhatian. Tapi pengasuhan kedua orang tuanya menjadikan Fitri seorang gadis belia yang tahu banyak dari buku, banyak membaca, cerdas, tekun tapi berpengalaman sangat sedikit Ia tahu banyak tentang USA, Italia dan Australia atau suku Asmat di Papua tetapi inilah kesempatan pertama ia meninggalkan kota dan lingkungan rumahnya yang hangat. Ia mengerti istilah masturbasi, ejakulasi, penis, vagina, clitoris dan yang sejenis tapi belum pernah tahu bagaimana nikmatnya jiga clitoris mengalami kontraksi misalnya karena rangsangan penis.</p>
<p>Kontingen kami (lima kelompok) berangkat ke Canada malam hari, November 2006. Sangat kebetulan, perjalanan panjang itu kulewatkan di pesawat terbang dengan duduk disamping kiri Fitri yang mendapat tempat dekat jendela. Ia nampak exited memulai perjalanan ini. Sehingga kadang-kadang ia berbicara sangat banyak tapi kadang-kadang juga diam tertegun lama. Karena kelelahan mengurus persiapan kelompokku sebelum berangkat, aku tertidur ketika pesawat &#8220;take-off&#8221; meninggalkan Cengkaren menuju Bangkok.. Ketika makan malam dibagi pramugari, Fitri membangunkanku dengan cara menggaruk-garuk dadaku. Setelah beberapa kali dilakukannya, aku terbangun dengan rasa setengah terangsang.</p>
<p>Garukan lemah tangan kanan Fitri itu berkali-kali menyentuh puting susuku. Fitri mungkin belum mengenal tubuh laki-laki dengan baik. Ia tak tahu akibatnya kalau dada seorang laki-laki digaruki persis di bagian susunya. Selesai makan, aku masih ngantuk tapi sebelum tertidur lagi, aku iseng memberitahu Fitri bahwa garukannya tadi menimbulkan rasa enak pada syaraf-syaraf sensorisku. Dia agak terkejut. Semula dia merasa bahwa yang bisa bergairah kalau puting susu disentuh berulang-ulang adalah perempuan. Karena itu sambil senyum-senyum ia menggodaku dengan kembali mengaruk-garuk dadaku pada wilayah putting susuku Lama- lama rasa kantukku lenyap. Aku kembali melayani obrolan Fitri tentang macam-macam hal. Jelas sekali bahwa perjalanan pertamanya ke luar negeri ini membuat perasaanya meluap-luap, dan aku menjadi sasarannya.</p>
<p>Aku cerita tentang buruknya musim dingin bulan November di bagian tengah atau pedalaman sebelah timur Canada. Tapi matanya bersinar- sinar kalau aku ceritera tentang hangatnya dan indahnya kota Vancouver di pantai barat Canada. Ia sendiri berceritera misalnya tentang Padang, dan tentang percobaan pacarannya dulu yang menjemukan. Maklum pacarnya dulu adalah jenis anak kompleks perumahan pejabat yang masih hijau tapi bergaya salon, boros dan tak tahu cara berciuman yang menyenangkan. Sejak lulus SMA dua tahun lalu ia tidak berhubungan lagi dengan pria itu. Aku dan Fitri kemudian ngobrol tentang pekerjaan-pekerjaan LSM yang kutekuni, tentang kegiatan renangku, tentang pacar-pacarku, dan tentang pengalaman seksualku yang dimulai sejak usia 14 tahun. Fitri mendengarkannya dengan rasa ingin tahu yang besar.</p>
<p>Malam beranjak larut ketika lampu kabin pesawat mulai meredup dan layar televisi menayangkan film Titanic. Perhatian kami berdua terfokus ke layar sambil kadang-kadang bertukar-kalimat- kalimat pendek. AC kabin pesawat lama-lama menyemburkan hawa sangat dingin. Fitri tidak membawa satupun baju hangat. Kemeja putihnya yang agak tipis membuat bahunya kedinginan. Lalu ketika selimut dinaikan ke bahu, kakinya kedinginan. Akhirnya selimutku ku berikan untuk menutupi kakinya yang telah dilipat naik ke atas kursi. Lalu aku tiba-tiba ingin merokok. Aku pamit ke kursi paling belakang meninggalkan Fitri.</p>
<p>Tapi lima belas menit kemudian ia menyusulku. Katanya ia tak mau tidur melewatkan pengalaman terbang malam ini begitu saja karena itu ia ingin punya teman bicara. Pembicaraan antar kami terjadi sambil berbisik karena di barisan depan kursi kami ada sepasang kakek dan nenek serta sepasang muda-mudi bule yang nampaknya ingin tidur. Karena berbisik, mulut kami sering mampir dekat sekali ke kuping masing- masing. Ada saja yang ingin Fitri katakan atau komentari. Tiba-tiba pasangan muda bule di depan kami nampak berangkulan sambil berciuman di bawah satu selimut, sedang pasangan kakek-nenek itu mulai mendengkur. Ini jadi bahan pembicaraan Fitri. Ia menyuruhku menebak apakah pasangan muda bule itu sekedar berangkulan atau melakukan keintiman lain. Aku tak begitu tahu dan pantang mengintip mereka.</p>
<p>Karena itu aku menjawab Fitri dengan membangun imajinasiku tentang mereka. Kataku: &#8220;Mereka pasti berciuman dengan bibir, saling memagut lidah, kemudian saling menjilati kuping masing-masing&#8221; . Kata Fitri, ia tak tahu kalau gairah bisa timbul kalau kuping dijilati. Karena itu aku suka memberi penjelasan yang diikuti Fitri dengan serius. Kadang- kadang aku melucu. Fitri gemas dan bergerak refleks menggaruk dadaku tepat di radius sekitar puting susuku sebelah kanan kemudian bergantian ke kiri. Ia senang melihat aku menggelinjang. Baginya, aku berhasil dikerjain. Aku ingin membalasnya tapi sungkan melakukannya langsung. Terlalu kekanak-kanakan rasanya. Fitri tahu aku agak menjaga perilaku sebagai fasilitator kelompok. Karena itu Fitri tampak tidak waspada. Padahal aku sedang menunggu kesempatan yang baik. Ketika Fitri mencoba mengenakan penutup yang dibagi parmugari, aku gunakan kesempatan itu. Setelah menunggu beberapa menit aku mencolek dadanya. Aku sengaja, dan melihat gelinjangnya. Sejauh itu Ia tak marah ketika beberapa kali aku menggodanya dengan cara itu. Tiba-tiba posisi duduk pasangan muda bule di depanku berubah. Kepala sang perempuan yang duduk itu tampak lebih tinggi dari kepala pasangannya. Rupanya ia pindah duduk ke atas paha laki-lakinya. Fitri menyuruhku menebak apa yang mereka lakukan. Kataku, mereka pasti sedang berpangkuan. Mereka &#8220;coitus&#8221;. Ia memaksa aku menjelaskan arti &#8220;coitus&#8221;. Aku bicara terus terang. Coitus itu sanggama. Perempuan bule di depan itu sedang memasukan kemaluan laki-lakinya ke dalam lobang vaginanya sambil duduk di pangkuan sang laki-laki, kadang-kadang menegakan badannya, kadang- kadang menyandarkan punggungnya ke dada sang laki-laki. Keduanya tetap menatap ke depan, tapi tangan sang laki-laki berada di pangkal paha bagian dalam sang perempuan, mengusap-usap pinggiran bibir kemaluan sang perempuan dan menimbulkan rangsangan tambahan bagi sang perempuan. Fitri mendengarkan serius ketika aku mengatakan bahwa itu posisi yang enak bagi keduanya. &#8220;Mengapa&#8221;, tanya Fitri polos</p>
<p>Dikiranya aku mengarang. Tapi lama-lama suara lenguhan lembut sang perempuan terdengar. Lalu perempuan itu bergerak antara duduk dan setengah berdiri. Kepalanya terdongak setengah ke arah langit-langit kabin. Fitri mengintip dan ia sempat melihat pinggang perempuan bule itu telanjang sampai ke kaki, ketika selimut yang tak kuasa melindungi gerakan mereka tersibak. Pas di bawah paha dan pantat perempuan bule itu terlihat bagian pinggang laki-laki yang juga telanjang hingga ke kaki. Fitri menggambarkannya kepadaku, lalu aku menafsirkannya sebagai senggama dengan kenikmatan terbanyak pada laki-laki. &#8220;Bagaimana enaknya Mas ?&#8221;, tanya Fitri. &#8220;Ya, karena batang kemaluan sang lelaki yang keras itu diayun ke arah bawah lalu ke atas lagi. Sedang tangan sang laki-laki bebas meraba-rasa putting payudara perempuan dan mengusap-usap pinggir kemaluannya. &#8221; &#8220;Terus Mas ?&#8221;, tanya Fitri lagi. &#8220;Akibatnya, penis laki-laki yang diayun itu bertambah keras dan terasa dibelit-belit vagina perempuan yang pasti hangat. Sementara sang perempuan menerima banyak rangsangan luar pada payudara maupun pada bibir kemaluannya&#8221; . Ia nampak kurang mengerti sehingga aku mencontohkan posisi penis dalam kemaluan perempuan itu dengan menggunakan jari-jari kedua tanganku, kemudian menunjukan bagaimana dengan posisi duduk berpangkuan, tangan sang laki-laki leluasa beroperasi. Ia senyum-senyum sambil sekali-sekali melipat kedua tangannya dengan ketat ke dada. Atau bersikap hendak tidur tapi ketika sudut mataklu melihat mata Fitri terpejam, aku menggodanya dengan menyentuh puting susunya dengan garukan lemah. Ia menggeliat, mencubit pangkal lenganku, kemudian pahaku. Beberapa kali itu terjadi sehingga aku merasa terangsang; bukan karena cubitannya, tetapi karena jariku mendapati puting susunya mengeras. Untuk menghindari godaanku, Fitri melipat tangan kursi yang memisahkan &#8220;seat&#8221; kami, lalu menyandarkan dadanya rapat-rapat ke lenganku. Aku tahu, bahwa posisi ini lebih memudahkan aku menggodanya. Apalagi kemudian posisi pasangan bule di depan kami berubah lagi. Sang perempuan kembali duduk lalu berbaring di kursinya, sedang sang lelaki menundukan kepalanya agak dalam ke arah selangkangan perempuan itu. Tak terlihat apa-apa kecuali kepala sang laki-laki yang bergerak naik-turun. Tapi suara lenguhan mereka yang tertahan dan sengaja dipelankan itu tetap terdengar. Nampaknya Fitri bergairah ketika mendengar penjelasan imaginatifku tentang apa yang mereka lakukan. Ia bersandar lebih rapat ke lenganku sehingga aku merasa kekenyalan bukit payudaranya yang tidak besar itu, tepat tersandar di lenganku. Aku heran, payudaranya kecil tetapi putingnya agak gede dan berdiri tegak meninggalkan tanda bulat di dada kemejanya. Tapi aku tahu persis bahwa semua ceritera intim dan gesekan tubuh kami merupakan fore-play yang effektif. Di kemudian hari Fitri berceritera bahwa akulah lelaki pertama yang bicara padanya terus- terang mengenai hal-hal yang membuat jantungnya berdebar, perutnya menegang, putting susunya mengeras dan selangkangannya dibasahi oleh cairan kental vagina yang hangat. Akulah lelaki pertama yang digaulinya tanpa rasa kuatir atau perlu menutup diri. Tapi dia merasa aku tidak agresif dan itulah yang membuatnya amat penasaran. Putting susunya selalu aku sentuh pada saat yang tepat dan antara sengaja dan tidak sengaja; sehingga rasa takut atau malunya berganti dengan rasa gatal yang menebar diujung-ujung syaraf tubuhnya.</p>
<p>Malam terus mendaki, sementara lengan tangan kananku telah berada di tengah-tengah susu Fitri. Kepalanya bersandar di bahuku, setengah tertidur. Lalu jari-jari tangan kananku sering hinggap mengelus rambut di atas dahi atau keningnya. Berat badannya Fitri hampir jatuh seluruhnya di lengan kananku sehingga ketika bagian bawah lengan kananku bergerak ke atas mengusap rambutnya, lengan kanan bagian atas akan menggeser buah dadanya. Kalau aku agak menekan-nekan buah dadanya, jari-jari tangan kiri Fitri meremas paha kananku. Aku tahu, Fitri sedang menikmati susunya terusap-usap. Aku mencoba melakukannya dengan sangat lembut sehingga Fitri tidak menolak. Nampaknya Fitri memilih menikmati perasaan gairah dan gatal, ketimbang menyingkirkan lenganku dari bidang dadanya. Gesekan itu terus kulakukan berulang- ulang dan semakin terasa tekanan dada Fitri semakin rapat ke lenganku.</p>
<p>Kugamit tangan kanannya yang semula disandarkan ke lututnya yang sedang ditekuk di atas tempat duduk, kugenggam dengan jemari tangan kiriku, kemudian secara refleks kubawa ke bibirku, kukecup lembut lalu kusandarkan kembali di dadaku. Beberapa kali jari-jari Fitri kutarik masuk dan menggeser perlahan putting susuku. Ia hanya mengikuti tutunan tangan kiriku saja. Lalu aku menggelinjang. Fitri berbisik: &#8220;Rasanya seperti apa Mas ?&#8221; Aku tak menjawab tapi aku menggeser lengan kananku persis di atas putting susunya. &#8220;Seperti ini Mas ?&#8221; tanyanya sambil senyum. Wajahku menoleh ke kanan, mendekat ke kupingnya, lalu aku berbisik beberapa milimeter dari daun kupingnya : &#8220;Rasanya merangsang&#8221;. Napasku terasa menggelitik di rongga kupingnya tapi karena lengan kirinya berada di balik lengan kananku sedang lengan kanannya berada di dadaku dan didekap tangan kiriku, Fitri tak bisa menghalangiku dengan tangannya, sedangkan badannya tak juga bisa digerakan bebas. Ketika Fitri tak bisa menghindari semburan nafas hangatku yang mengusik rongga kupingnya, kepalanya ditekan ke bahuku,<br />
&gt;<br />
Aku tahu, gairahnya muncul dari puting susunya yang ketekan dan keusap-usap oleh lengan kanan-ku bagian atas. Sebelum kepalanya tiba di bahuku, kupingnya bersentuhan bibirku. Lidahku kujulurkan ke arah telinga Fitri lalu kujilat dua kali. Aakh, suara Fitri tertahan. Tangan kanannya bereaksi meremas dadaku, menggeser putting susuku kembali. Malam terus merangkak naik. Tangan kananku berpindah ke lutut Fitri sambil bergerak turun membelai paha bagian dalamnya. Fitri terpejam. Aku terus melakukannya dengan sangat lembut. Dan ketika tangan kiriku yang mengenggam tangan kanannya kubawa turun hingga punggung jari-jari tangan kanannya berhenti tepat di atas selangkanganku, Fitri yang setengah tertidur agak tersentak. Bersamaan dengan itu jari-jari tangan kananku mengelus pahanya hingga turun menyentuh bagian atas vaginanya dari luar celana panjang. Fitri secara refleks merapatkan jarak pahanya sambil menggumam lemah : &#8220;Mmmm, nakal ya Mas&#8221;. Aku lebih menekan punggung tangan Fitri ke atas posisi penisku yang semakin mengeras, menegang. Dan reaksi Fitri terasa pada bagian atas lengan kananku yang menyandar di buah dadanya. Ia terkadang menjepit bagian bawah lengan kananku yang kini bertumpu di atas posisi vaginanya, dengan pahanya. Aku agak terkejut ketika ruas jari tengahku terasa menyentuh satu titik yang basah di celana panjang Fitri, tepat di daerah mulut kemaluannya. Sementara itu film di layar televisi telah berakhir, cahaya dalam kabin semakin meredup. Perempuan bule di depan tempat duduk kami kini nampak duduk mengangkang di atas paha lelakinya sambil menekuk lututnya yang bertumpu ke atas tempat duduk sang lelaki. Mereka nampak sambil saling melumat bibir. Fitri menangkap pandanganku dan menuruti arah tatapanku ke pasangan bule itu. Sementara itu aku menekan permukaan celananya dengan telapak tangan kananku. Fitri meremas dadaku sampai hampir seperti mencubit.</p>
<p>Mas..&#8221; Katanya, Aku menolehkan kepala hingga mulutnya sangat dekat ke pipiku. Lalu ia berbisik. &#8220;Aku belum pernah begini Mas. Malu, aku&#8221;. Aku lalu memindahkan tanganku dari permukaan jeansnya di tengah selangkangannya lalu tanganku berpindah ke rambutnya. Aku ingin menenangkan dirinya sambil mengusap rambutnya. Tapi beberapa menit kemudian tanganku kembali ke selangkannya. Aku menekan perlahan sambil mengusap. &#8220;Kamu mau ke toilet Fit&#8221; tanyaku. Ia menggeleng : &#8220;Sebentar lagi Mas.&#8221; Aku tahu Fitri hendak menikmati suasana ini yang baru pertama kalinya dirasakannya. Lalu aku terus memijat sambil merasakan reaksinya dari tangan kanannya yang mencubit dadaku dan pahanya yang menjepit-jepit tanganku. Tanganku lalu naik ke arah retsleiteng celananya memberi isyarat. Ia tidak berreaksi apa-apa lalu tangan kiriku bergerak cepat membantu menemukan retsleitingnya. Dari posisi restleiting, tangan kiriku langsung ke kancing celananya. Sambil mengangkat kepala menoleh kiri-kanan, Fitri menurunkan kakinya yang semula melipat ke atas kursi. Good &#8230; Lalu aku berbisik, &#8220;Fit, aku ambil selimut ya !&#8221;. Ia mengangguk. Lalu aku berdiri. Fitri berkesempatan merenggangkan tubuhnya. Aku pikir itu baik sebagai selingan. Aku mengambil dua selimut di kursi kami. Kutebar pandanganku ke sekeliling dan mendapat semua penumpang sedang tertidur. Hanya satu-dua orang yang sedang membaca dengan bantuan lampu baca di atas tempat duduknya. Kedua selimutnya kami pakai menutupi bagian bawah tubuh kami. Ketika tanganku menebar selimut di atas paha Fitri, aku mendapati kancing dan retsleiting celananya telah terbuka. Fitri menyambut ujung selimut dari tanganku dan menariknya ke arah perutnya.</p>
<p>Aku menangkap moment itu lalu jari-jari kananku yang terlepas dari selimut singgah di permukaan celananya yang telah terbuka. Jari tengahku menangkap permukaan celana dalamnya yang halus. Kulebarkan jari-jariku dan mulai mengusap bagian rambut kemaluan Fitri. Usapan itu tidak langsung menyentuh vaginanya sehingga tubuh Fitri tidak menegang, tapi ia nampak menunggu. Lalu setelah lima menit jari tengahku turun bebera senti ke arah klitorisnya. Kedua tangan Fitri saat itu memeluk bagian atas lengan kananku. Payudaranya terasa menekan lenganku. Rupa ia hanya memakai semacam singlet, tanpa kutang sehingga bentuk payudaranya yang asli dan belahannya terasa langsung di lengan kananku. Jari tengah tangan kananku lalu menekan klitorisnya dengan tekanan lemah tapi aku sudah merasa denyut klitorisnya satu- dua kali. Fitri betul-betul terangsang. Jariku kemudian bergeser agak kebawah. Klitorisnya terusap tapi tidak ditekan. Ujung jari tengah tangan kananku meluncur hingga ke bagian bawah kemaluan Fitri yang masih terbungkus celana dalam. Terasa basah di bagian ini. Aku memainkan ujung jariku sejenak dengan gerakan memutar. Akibatnya, cairan kemaluan Fitri tersapu agak merata di bagian bawah vaginanya, mendekat ke wilayah sempit antara vagina dan anus. Ketika tanganku kutarik lagi ke tas perlahan, jari tengahku dengan sendirinya mengusap irisan vaginanya. Sementara jari telunjuk dan jari manis-ku agak menekan pinggiran kemaluannya. Aku menarik jari-jariku ke atas sangat perlahan sehinngga jari-jariku berkesempatan merasakan bentuk vaginanya hingga ke pangkal selangkangannya. Lalu ketika jari tengahku tiba di atas klitorisnya, aku kembali menekan tiga kali berturut- turut dan terasa clitorisnya berdenyut. Fitri berreaksi dengan menggigit bagian atas punggungku. Lalu ia berbisik ; Mas, aku nggak enak, rasanya penuh getah, antar aku dong ke toilet.&#8221; Aku tidak menjawab tapi terus menekan-nekan klitorisnya beberapa kali. Fitri kembali meggelinjang dan berbisik : &#8220;Mas aku mau ke toilet&#8221;. Aku tahu ia sukar menahan rangsangan vaginal yang meningkat itu lalu aku menoleh kepadanya sambil jari-jariku mengusap bagian atas kemaluannya yang masih terbungkus celana dalam itu dengan empat lima kali usapan.</p>
<p>&#8220;Ayo, ke toilet Fit&#8221; Aku melepas tanganku, dan Fitri menarik retsleiteng celananya. Kemejanya di biarkan menggantung di luar celananya. Fitri berdiri lalu memeluk tubuhku dari belakang. Kami berjalan perlahan menuju toilet yang jaraknya dekat dengan tempat duduk kami. Seorang pramugari yang duduk di kursinya menatap kami lalu tersenyum. Aku menjulurkan tanganku kepadanya. Ia berdiri dan menyambut tanganku; kami bersalaman lalu aku memperkenalkan Fitri kepadanya : &#8220;Ini isteriku&#8221;. Fitri menjulurkan tangannya tanpa sungkan, lalu kembali mendorongku ke pintu toilet. &#8220;Mbak, punya pembalut&#8221; aku bertanya kepada pramugari. Pasti sang pramugari menduga, isteriku sedang haid. Fitri menggaruk punggungku. &#8220;Ada pak dalam lemari bagian atas, di toilet&#8221; katanya. &#8220;Tapi tak tahu cocok untuk ibu apa tidak&#8221; sambungnya. Aku mengangguk dan langkahku bergerak memasuki toilet bersama Fitri yang masih memeluk tubuhku dari arah belakang. Nampaknya lutut Fitri agak lemas. Dan itu dikatakannya sambil tersenyum di dalam toilet. &#8220;Mas, kakiku gemetar&#8221; ucapnya sambil tersenyum. Aku lalumenyandarkannya ke dinding toilet sambil meletakan jari telunjuk kananku di bibir. &#8220;jangan keras-keras suaranya, Fit&#8221; kataku. Aku kemudian memeluknya..</p>
<p>Aku lalu memeluk dan menyandarkan tubuhnya ke dinding ruang toilet. Kami saling merangkul. Tangannya melingkar dipinggangku erat sekali, lalu kepalanya disandarkan ke dadaku. Lengan kiriku melingkar ke bagian punggung atasnya sambil mengusap turun-naik perlahan. Sedang telapak tangan kananku mengusap sisi kiri atas kepalanya. Kami saling mengunci diri dengan rangkulan selama beberapa menit. Saat itu, hanya perasaan kami yang bicara. Aku merasa mulai terangsang. Ujung kemaluanku mulai basah.</p>
<p>Setelah mengecup dahinya agak lama, pelukanku kukendurkan. Entah mengapa, kepala Fitri kemudian mendongak ke atas dengan mata terpejam. Aku tak membiarkan momentum ini berlalu. Kutundukan kepalaku lalu bibirku mencari bibirnya. Dicium tiba-tiba saat itu, bibir Fitri tidak bereaksi apa-apa, padahal sat itu aku telah mulai mengecup dan mengulum bibirnya. Sambil mengecupnya kueratkan pelukanku sambil sekali-sekali mengusap punggungnya. Lambat-laun Fitri berreaksi. Ia mengatupkan bibirnya lalu mulai mengisap bibir atasku. Ketika lidahku menyapu bibirnya, lidah Fitri terasa juga bergerak mengelus bibirku.</p>
<p>Tubuh Fitri yang merapat ke tubuhku memungkinkan dadaku merasakan kekenyalan buah-dadanya. Lama aku mengisap bibir bawahnya dengan lembut, sambil menggeser dadaku ke tonjolan buah-dadanya. Fitri pasti merasakannya sebab kulihat ia memejamkan matanya. Makin lama kami saling memeluk dan mengulum bibir, makin terasa ada rangsangan seksual tertentu yang menjalar di tubuh kami. Ketika lidahku menggeser bagian dalam bibirnya, Fitri memberikan respons yang seimbang. Sambil mereguk kehangatan sapuan lidahnya, telapak tanganku kugerakan ke arah depan tubuhnya dan tiba di atas bukit payudaranya. Kurasa lidah Fitri menjilat cepat sambil sesekali menekan bibirku. Mengetahui ia terangsang, telapak tangan kananku bergeser ke bawah lagi hingga jari- jariku tiba tepat di atas ujung puting susunya, Gesekan pada puting susunya membuat Fitri menggigit bibir atasku. Mula-mula perlahan tetapi lama-lama menimbulkan sedikit rasa perih. Lalu, ketika kedua jariku kembali meremas puting susunya, Fitri menarik bahunya agak ke belakang. Mungkin dengan begitu rasa geli di ujung puting susunya dapat diatasi. Tapi karena bibirnya masih dipagut bibirku gerakan itu tidak membuat dadanya menjauh. Setelah telapak tanganku merasakan bentuk buah dadanya beberapa saat, kugeser tanganku sedikit lagi ke arah bawah hingga ruas jari tengah tangan kananku tiba di atas putting susunya. Fitri menggigit bibirku, lalu menggumam : &#8220;Mmh &#8230;&#8221; kemudian menghembuskan napasnya. Semburan keras nafasnya itu membuatku menahan sapuan jariku sejenak, tapi tak pindah dari ujung bukit payudaranya.</p>
<p>Bunyi hembusan nafas Fitri itu merangsangku sehingga jempolku ku geser menuju putting susunya, menekan sisi kanan puting susunya sementara ruas jari tengahku menahan sisi kiri. Fitri berhenti mengisap bibirku. Lidahnya seperti tertarik ke belakang, mulutnya setengah terbuka, matanya terpejam. Aku membiarkannya menarik nafas dan sejenak mengalami rangsangan yang terpusat di payudaranya. Sesudah itu jariku bergerak kembali, memilin-milin ujung puting susunya. Nafas Fitri terasa memburu seiring pilinan jariku di puting susunya. &#8220;Mas.. akh&#8221; suaranya lirih. &#8220;Aku mau pipis&#8221; katanya. Aku mengerti rasa itu tapi aku membiarkan Fitri mengetahuinya langsung. Kuhentikan pilinan jari pada puting susunya. Kedua lenganku pindah melingkari punggungnya. Fitri merapatkan tubuhnya ke tubuhku dengan melingkarkan kedua lengannya ke leherku. Ia memelukku erat sekali, seakan berharap dengan begitu gejolak yang memenuhi dada dan perutnya bisa teredam. Beberapa saat kemudian kuregangkan pelukanku dan bergeser sedikit ke kiri, memberi isyarat agar ia ke toilet di sebelah kanan kami. Fitri melepas rangkulannya di leherku lalu mengarahkan pandangannya ke tempat buang- air. Kesempatan ini kugunakan sekaligus untuk memperbaiki posisi penisku. Kumasukan tangan ke dalam celanaku, memegang kepala penisku dan menariknya ke atas, ke arah pusar, hingga rasa perih yang dari tadi menyertai rasa nikmat di batang kemaluanku terhenti. Kini hanya tinggal rasa nikmat di sekujur batang kemaluanku yang mengeras itu.</p>
<p>Sebetulnya terpikir untuk melucuti saja celanaku biar lebih enak. Tapi kemudian aku berpikir, biarlah saja Fitri yang melakukannya jika ia mau. Sejenak, kedua pikiran itu saling berlawanan. Bukankah kalau aku telanjang, Fitri bisa semakin terangsang ? Aku sendiri tak begitu pasti. Sebab sedari tadi ketika gairah datang berulang melecut-lecut syarafnya, Fitri tak menunjukan tanda ingin melepas bajunya, atau menuntun tanganku ke balik kemejanya yang masih utuh terkancing. Ahirnya kuputuskan biarlah tangan halus Fitri yang melakukannya jika ia mau. Dengan begitu, aku tentu akan lebih memahami apa yang sedang dialaminya.</p>
<p>Fitri bergerak mendekati toilet, tapi kemudian berhenti. Tubuhnya sedikit membungkuk seperti ingin menahan sesuatu yang bergejolak di bagian bawah perutnya. Aku tahu, tubuhnya baru mulai berlatih mengenal gejolak seksual yang beberapa saat lalu sempat membuatnya melayang. Aku lalu memeluknya dari belakang dan menariknya ke arah tubuhku. Bongkahan pantatnya lebih dulu tiba, menekan batang penisku di balik celana yang telah mengeras. Lalu ketika tubuhnya menegak, telapak tanganku kembali menjamah bukit payudaranya. Ia menyandar ke tubuhku dengan nafas terengah. Matanya terpejam. Bagian atas pantatnya kembali menekan penisku. Aku suka merasakan sensasi yang ditimbulkan oleh tekanan pantatnya ke batang kemaluanku. Tak sadar aku mendesah : &#8221; Aghhh&#8230;&#8230; !&#8221; ketika terasa ada gerakan kecil di balik kulit bagian bawah batang kejantananku. Kelelakianku memang mengeluarkan cairan yang terus membasahi bagian kepala penisku. Inilah saatnya bagiku untuk melakukan penetrasi ke dalam liang kewanitaan Fitri, jika kami berdua telanjang. Tapi gerakan tubuh Fitri membuatku melepas lagi pelukanku. Ia bergerak ke toilet. Lalu kubalikan tubuhku menghadap ke cermin. Dari cermin kulihat Fitri membuka celana panjangnya, menurunkan bagian atas celananya sekaligus dengan celana dalamnya hingga ke tengah pahanya. Bukit pantatnya yang putih terlihat pertama kali ketika celana diturunkan. Ada dua tahi lalat terlihat di bongkahan kanan pantatnya. Satu yang agak besar terletak agak ke atas mendekat ke garis pinggang. Sedang bulatan yang lebih kecil dibawahnya, mendekat ke lekukan pantat. Fitri lalu membalikan badan dan duduk di toilet. Aku membasuh tangan dengan air dingin tanpa tujuan; seperti orang tolol. Melihat bagian bawah tubuh Fitri yang telanjang itu, aku semakin ingin memasuki ruang kemaluannya yang pasti sedang basah itu dengan batang kelelakianku. Dengan bantuan cermin, mataku bergerak menyapu sudut-sudut ruang sempit itu, seakan mencari tempat yang memadai untuk melengkapi pikiranku tentang persetubuhan. Tanpa sadar, Fitri mengamatiku. Lalu ketika melalui cermin mataku kembali hinggap pada tubuh setengah telanjang di balik punggungku, Fitri menangkap pandanganku. &#8220;Ha&#8230; ngintip ya !&#8221; katanya. &#8220;Nggak&#8221;, jawabku, sambil senyum dan kembali membuka kran wastafel.</p>
<p>Hampir dua menit berlalu, aku tidak mendengar bunyi orang buang air kecil. Memang, Fitri tadi tidak sedang menahan rasa kencing. Ia sedang sangat bernafsu. Pijaran nafsunya itu menjalari vaginanya, membangkitkan rasa gatal yang disertai denyut-denyut pendek, yang dipahaminya sebagai rasa ingin kencing. Vaginanya sebenarnya sedang mengalami rasa rindu dijejali batang penis laki-laki yang belum disadarinya. Dengan pikiran itu aku membalik tubuhku lalu bergerak menghampirinya. Fitri terkejut mendapati diriku tiba-tiba jongkok di hadapannya. Ia sadar bahwa bagian bawah perutnya yang telanjang itu kini terpampang di depan mataku&#8230; dekat sekali. Dalam keadaan normal ia pasti merasa malu. Tapi gerakanku yang tiba-tiba itu menghilangkan kesempatan munculnya rasa malunya. Celana panjang dan celana dalamnya masih diposisi tengah paha dan dari jarak dekat kusaksikan pinggang dan pahanya yang telanjang itu benar-benar mulus. Tepat di antara pangkal pahanya, bulu-bulu kemaluannya tampak lebat, hitam. Di bagian pahanya nampak bulu-bulu panjang dan halus. Lalu, kedua telapak tanganku bergerak menjamah kedua pipinya. Matanya memandangku. Bibirku maju mendekat ke bibirnya lalu aku mengecupnya. Kedua lengan Fitri kembali melingkari leherku. Aku berhenti mengecup seketika lalu memandanginya sambil tersenyum. Dan ketika aku kembali mengecupnya, tangan kiriku kutarik dari pipi kanannya lalu kumasukan ke celah pahanya. Segera saja jari tengahku telah berada pada irisan kemaluan Fitri. Kurasa bibirku diisap keras oleh Fitri. Pasti jariku merangsangnya. Lalu jari tengahku bergerak menekan klitorisnya. Fitri menggeram panjang. Jariku terus menggosok klitorisnya. Pantat Fitri sedikit terangkat dari dudukan toilet dan tangannya yang melingkar di leherku terasa menarik kepalaku. Lalu dengan suara menggeram yang semakin keras, Fitri tiba di puncak gairahnya. Aku menariknya berdiri, sementara jemari tangan kiriku masih tertempel di vaginanya. Kulakukan gerakan menekan pada vaginanya, tapi kali ini seluruh permukaan vaginanya mengalami tekanan. Aghhh&#8230;. Fitri kembali mengeluarkan suara tertahan. Aku terus mengecupnya. Tubuhnya masih menegang ketika ia tegak dan merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Kukecup terus kehangatan di bibirnya, sementara jemari lengan kiriku masih di jepitan bagian dalam pahanya. Fitri tiba-tiba menarik kepala dengan keras ke belakang. Ciumanku terlepas. Lalu ia memandangku dengan wajah yang tak bisa kumengerti. Aku memandangnya dengan rasa tidak paham. Lalu ia mendorong kepalanya ke dadaku. Tangan kanannya mencubiti lenganku keras sekali. &#8220;Massss&#8230;&#8221; hanya itu yang bisa ia katakan. &#8220;Aku nggak apa-apa kan?&#8221; tanya Fitri sambil terus menyandarkan kepalanya di dadaku. Aku menjawab dengan memeluknya agak erat. Ia membalas pelukanku. Lalu kepalanya menengadah, bibirnya mencari bibirku, kami saling memagut. Fitri mengisap bibir bawahku sangat keras. Sementara itu celananya dibiarkan tetap di bawah lututnya. Perut dan pahanya yang telanjang menempel di tubuhku lalu pada saat yang sama Fitri merasakan tonjolan batang penisku yang masih tetap berada di balik celanaku. &#8220;MMmmmm&#8221; ia menggumam. Aku tak tahu artinya. Tapi suara itu membuat jemari lengan kananku kembali mencari payudara kirinya. Fitri mendesah sebab aku kembali menekan putingnya dengan keras. Kedua lengannya kemudian terjatuh ke kedua sisi tubuhnya. Kupindahkan lengan&gt; kiriku dari vaginanya ke bawah ketiaknya dan kurasakan sebagian berat tubuhnya menggantung di lenganku. Tapi bibirnya tetap mengulum bibirku. Lengan kananku kemudian melepas payudaranya dan bergerak ke arah punggungnya, menggantikan fungsi lengan kiri menopang sebagian berat tubuhnya. Kemudian lengan kiriku secara refleks mencari jemari lengan kanannya. Jemari kami saling memagut lalu birahi kami menggerakannya memasuki sedikit celah di antara bagian bawah tubuh kami. Punggung jemari Fitri kini berada di depan celanaku. Beberapa saat tangannya menetap di sana, merasakan seluruh gejolak rangsangan yang tanpa henti menahan ketegangan otot-otot kemaluanku. Ketika kutarik lengan kiriku aku merasa pangkal jemari Fitri bergerak menyapu permukaan celanaku, ke kiri dan ke kanan. Setiap gerakan menimbulkan senggolan pada batang kemaluanku. Oh nikmatnya gerakan itu. Lengan kiriku bereaksi segera ke arah pantatnya dan bergerak menyapu permukaan bukit yang padat itu beberapa kali sebelum kubiarkan berlabuh di sana dalam posisi meremas.</p>
<p>Fitri kemudian berdiri tegak lagi di atas kedua kakinya. &#8220;Mas!&#8221;. Aku memandangnya sejenak. &#8220;Itunya keras ya !&#8221; kata Fitri.&#8221;Mmm.. &#8221; hanya itu jawabku sambil terus memilin puting payudaranya. &#8220;Mas, boleh Fitri liat ?!&#8221; ujarnya dengan raut wajah ingin tahu. Aku mengangguk dan dengan segera kuturunkan restleting celanaku, kutarik celana dalamku ke bawah sehingga seluruh batang kelelakianku menyembul keluar. Kuraih jemari Fitri lalu kutuntun ke arah kumpulan otot kelelakianku yang telah sangat tegang itu. Fitri mengenggamnya. Rasanya sangat enak.</p>
<p>Seluruh jari dan telapak tangan Fitri menggenggam erat batang penisku. Kupejam mataku, biar sensasi ini tak lalu begitu saja. Kulit harus telapak tangan dan jari-jari Fitri yang sedang menggenggam erat penisku terasa mengalirkan rasa hangat. Mula-mula Fitri hanya menggenggam erat tapi kemudian ketika pantatnya kuremas, genggaman jari-jari Fitri terasa berubah menjadi remasan berulang-ulang di batang kemaluanku. Lengan kirinya kemudian naik merangkul kembali leherku, lalu kami berciuman. Bibirnya masih basah dan udara dari rongga mulutnya terasa hangat di ujung-ujung bibirku yang dikulumnya.</p>
<p>Sementara itu semakin diremas, batang penisku semakin mengeras seakan hendak meledak. Aku tak tahan lalu kutarik tubuhnya merapat ke tubuhku. Batang kelelakianku terasa menyentuh bagian bawah pusarnya. Kulit ujung kemaluanku seakan bisa merasakan kehalusan kulit perutnya. Buah pelirku juga terasa menyentuh bulu-bulu kemaluan Fitri yang lebat. Aku kemudian menekan batang kemaluanku ke perutnya sambil mempererat rangkulanku di pinggang Firi. Tekanan itu membuatku tubuhku bergetar, hangat dan rasa gatal di bagian dalam kemaluanku bagai teratasi ketika batang kejantananku yang diremas jemari Fitri itu kutekan-tekan keperutnya. Jemari lengan kiriku kemudian berpindah dari bongkahan pantatnya setelah kuremas beberapa kali dengan sangat bernafsu. Kini jemariku meremas jemari Fitri sekaligus meremas batang kelelakianku. Aku berbisik, &#8220;Fit&#8230;. Aku ajarin cara kocoknya ya !&#8221;.</p>
<p>Ia mengangguk. Lalu aku menggenggam jemarinya yang melekat di batang penisku. Kutarik jemarinya agak ke arah kepala kemaluanku sampai jarinya menyentuh bagian tanpa kulit di ujung kemaluanku yang berbatas lekukan itu Aku merasa ada cairan yang mengalir lagi keluar dari irisan mulut penisku oleh gerakan itu. Lalu kugeser lagi jemari Fitri ke arah pangkal batang kelelakianku. Fitri menyandarkan kepalanya di dadaku. Ia nampak terangsang ketika kurasa dadaku digigitnya. Tangan kananku kemudian meremas pantatnya, beberapa kali, sementara Fitri mengocok kemaluanku perlahan. Agak kaku dan lambat, tapi remasan jarinya yang keras di batang kemaluanku mampu mengirim lebih banyak sinyal gairah keujung-ujung saraf tubuhku.</p>
<p>Ding-dong.. ding-dong&#8230; . tiba-tiba terdengar bunyi bel yang biasanya mengawali pengumuman pilot atau pramugari pesawat. Pelukan Fitri mengendor. Ciuman kami terlepas tetapi jemari lengan kiriku segera membungkus jemari Fitri yang sedang meremas batang kelelakianku. Aku memperkeras remasannya dan tak mau bagian ini terlepas dari tangannya sambil mempercepat gerakan mengocok. Kepalaku mendongak ke atas merasakan gairah, lalu jemari kananku kembali mengusap pentil susu Fitri. Secara perlahan genggaman jemari kami berdua yang sedang membungkus batang kemaluanku itu bergerak menyapu bagian bawah pusar Fitri. Kulepas genggaman jemari lengan kiriku dan kini Fitri yang menggeser penisku ke kulit bagian bawah perutnya, sambil sesekali mengocok. Lantai pesawat terasa bergoyang. Tiba-tiba terdengar ketukan tiga kali di pintu toilet. &#8220;Mas..&#8221; kata Fitri perlahan. Aku melepas jemariku dari puting susunya. Aku lupa bahwa kami berdua sedang di toilet pesawat. Tanpa sadar Fitri telah melepas genggamannya dari batang penisku, yang otomatis mulai kehilangan ketegangan. Aku segera memasukannya kembali, menarik retsletingku ketika kulihat Fitri menunduk dan menarik celana panjang dan celana dalam cream-nya ke atas. Kami berdua merapikan pakaian lalu membuka pintu. Pramugari berdiri di luar pintu sambil memberi tahu cuaca buruk sehingga penumpang harus kembali ke tempatnya. Aku tak ingat lagi apakah tadi lampu isyarat &#8220;fasten seat belt&#8221; menyala di toilet atau tidak. Aku tahu pramugari menangkap air muka kami yang baru saja terlepas dari belitan gairah di setiap sudut vital tubuh kami berdua. Untung cahaya lampu di kabin sangat redup. Aku mengangguk kepadanya sambil mengucapkan terima kasih. Sudut mataku menangkap wajah Fitri yang masih dipenuhi gelora birahi. Ia menunduk. Kugenggam tangannya lalu kami berdua menuju seat kami di bagian belakang. Kami menebar selimut menutupi tubuh kami berdua dari bawah leher hingga ke lutut. Aku duduk agak menyamping ke arah Fitri lalu lengan kiriku kuselip ke balik kemejanya. Fitri merebahkan kepalanya ke pundakku sambil terpejam.</p>
<p>Tangannya kirinya baru tiba ke selangkanganku, menemukan penisku yang tidak menonjol karena lemas, ketika lampu kabin tiba-tiba menyala.Terdengar suara pramugari, beberapa menit lagi kita akan mendarat di lapangan terbang internasional Honolulu, Hawai. Kami saling memandang dan tersenyum. Gairah yang mengelegak itu baru saja kami bagi bersama menjelang memasuki pintu gerbang USA. Aku membisikannya ke Fitri lalu ia tersenyum, sementara goncangan kecil terasa ketika roda-roda pesawat keluar secara otomatis. Aku baru ingat, bahwa kami harus mengisi formulir keimigrasian. Aku duduk tegak, melepas selimut dan merapikan bajuku, lalu mengajak Fitri mengisi formulir itu. Sepintas lalu kulihat bajunya agak kusut terutama di bagian dada. Aku berbisik, &#8220;Fit, maafkan aku !&#8221;.Ia memandang tajam mataku langsung seperti biasanya, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke formulir imigrasi USA yang harus diisinya, sambil menggumam : &#8220;Sekarang ajarin aku Mas, bagaimana baiknya mengisi formulir ini&#8221;.</p>
<p>sumber: duniasex.com</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/kirani-mahasiswi-bugil-ngeseks.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kirani Mahasiswi Bugil Ngeseks</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/nikmatnya-tubuh-molekmu.html" rel="bookmark" class="crp_title">Nikmatnya Tubuh Molekmu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/asmara-yang-tertunda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Tubuh Molekmu</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/nikmatnya-tubuh-molekmu.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/nikmatnya-tubuh-molekmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 12:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gambar telanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[Namaku (sebut saja) Andre. Kejadian bermula sekitar 20 tahun lalu, saat itu aku masih berusia sekitar 18 tahun, baru gede, istilahnya. Saat itu ayahku mempunyai istri muda yang berusia sekitar 25 tahun. Namanya (sebut saja) Tetty. Hanya sedikit lebih tua dari kakak sulungku yang berusia 23 tahun. Wajahnya tidak terlalu cantik, tapi sangat eksotis dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namaku (sebut saja) Andre. Kejadian bermula sekitar 20 tahun lalu, saat itu aku masih berusia sekitar 18 tahun, baru gede, istilahnya. Saat itu ayahku mempunyai istri muda yang berusia sekitar 25 tahun. Namanya (sebut saja) Tetty. Hanya sedikit lebih tua dari kakak sulungku yang berusia 23 tahun. Wajahnya tidak terlalu cantik, tapi sangat eksotis dan kulitnya hitam namun bertubuh seksi. Langsing dan tinggi seperti peragawati, namun mempunyai buah dada dan pantat yang besar dan montok kenyal menggairahkan.</p>
<p>Suatu hari aku diajak oleh ayahku menginap di rumah Tante Tetty. Aku tidur di lantai hanya dengan karpet dan bantal, di satu-satunya kamar tidur yang ada di rumah kecil itu. Tengah malam, entah pukul berapa, aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara-suara aneh yang masih asing di telingaku. Dalam kegelapan, aku melongokkan kepala ke atas ranjang dan kulihat hanya dalam bentuk silhuet, dua orang yang sedang bergumul penuh birahi, saling memagut dan saling memompa sehingga suara decak, erangan, desahan dan kadang jeritan kecilnya terdengar jelas olehku. Karena takut ketahuan, aku kembali berbaring di karpet, namun jelas tak bisa tidur lagi. Bahkan ada yang bangun, tepatnya di antara kedua pahaku, mendengar suara-suara penuh birahi yang membuat khayalanku melayang ke mana-mana itu.</p>
<p>Akhirnya mereka pun selesai dan hanya terdengar suara kecupan-kecupan saja, lalu Tante Tetty turun dari ranjang dan keluar kamar, mau ke kamar mandi kurasa. Saat ia membuka pintu, aku mengintip dari posisiku yang tidur tengkurap. Cahaya dari ruang depan menerangi tubuh telanjang Tante Tetty yang menggairahkan itu. Kulihat dada dan pantatnya yang seksi itu mengkilat oleh keringat. Saat itu aku benar-benar sudah tegang dan bernafsu, namun tak bisa melakukan apa-apa. Setelah sekian lama gelisah, akhirnya aku pun tertidur.<span id="more-952"></span></p>
<p>Beberapa bulan berlalu sejak kejadian yang tak pernah kulupakan itu, kali ini Tante Tetty sedang bertandang ke rumahku, ada perlu dengan ayahku yang saat itu belum pulang dari kantornya. Sebagai catatan, hubungan ibuku dengan istri muda ayahku ini memang tidak buruk walaupun tidak juga terlalu akrab. Yang jelas ia biasa datang ke rumahku tanpa perlu terjadi keributan sama sekali. Ternyata ayahku tidak juga pulang. Mungkin keperluan Tante Tetty begitu urgent-nya hingga ia terus menunggu. Aku sendiri tidak terlalu peduli dan sudah tidur dari tadi.</p>
<p>Pagi-pagi buta, mungkin sekitar pukul 2:00, aku terbangun karena kerongkonganku terasa sangat kering. Aku beranjak keluar kamar dan melihat ibuku tidur sendiri di ranjang (Aku dan beberapa kakakku yang masih remaja memang tidur sekamar dengan kedua orang tuaku di rumah kami yang jumlah kamarnya memang tidak banyak ini). Aku tak begitu memikirkannya dan langsung keluar kamar. Menuju dapur, aku melewati ruang keluarga dan tersentak melihat Tante Tetty tidur di lantai berkarpet di sana. Ternyata, dan ini memang hal biasa bagi keluarga kami, ayahku tidak pulang malam ini disibukkan oleh pekerjaannya. Mungkin karena sudah terlalu malam, Tante Tetty akhirnya memutuskan untuk menginap saja di rumahku.</p>
<p>Karena memang sejak kejadian di rumah Tante Tetty malam itu aku selalu terangsang melihat istri muda ayahku yang seksi ini, maka pemandangan di depanku ini benar-benar membuat penisku langsung melonjak. Memang pemandangannya sendiri biasa-biasa saja, karena Tante Tetty masih memakai pakaiannya lengkap, kemeja dan rok span selutut (jelas ia tak berniat menginap di rumahku dan tidak membawa daster atau pakaian tidur apa pun). Posisi tidurnya pun biasa saja, terlentang dengan kaki rapat dan tangan terlipat di bawah buah dadanya. Tapi kemungkinan yang bisa terjadi dengan adanya kesempatan inilah yang membuat khayalanku langsung melayang ke mana-mana dan membuat penisku langsung &#8220;ready for action!&#8221;</p>
<p>Sejujurnya, saat itu aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku hanya memandangi saja tubuh Tante Tetty beberapa saat dengan penis semakin membesar dan mengeras. Akhirnya kuputuskan untuk melegakan kerongkonganku dulu. Aku mengambil air dingin di kulkas tanpa berusaha tidak berisik. Aku sengaja ingin mengetes, selelap apa tidur Tante Tetty. Saat itu, ereksi penisku sudah agak menurun. Mungkin karena guyuran air dingin di kerongkonganku, ditambah kenyataan bahwa aku mulai meninggalkan khayalanku dan berkonsentrasi pada rencanaku.</p>
<p>Setelah meletakkan gelas di meja, aku kembali ke ruang keluarga dan kembali menatap tubuh Tante Tetty, terutama bagian dadanya. Bukan karena buah dadanya yang seksi itu. Tujuanku adalah memperhatikan gerakan dadanya. Tampak ia bernapas dengan pelan dan teratur, menandakan ia masih tidur pulas. Kudiamkan beberapa saat, lalu aku mulai mendekatinya. Aku berlutut di sampingnya dan selama beberapa saat berdiam diri tidak melakukan apa pun selain mengamati gerakan dadanya. Gerakan berikut yang kulakukan adalah mengendus baunya, di atas dadanya kuposisikan kepalaku, tercium bau parfumnya yang sangat merangsang bagiku (sejak saat itu, aspek apa pun dari dirinya selalu sangat merangsang bagiku). Kugerakkan kepalaku terus ke bawah hingga ke kakinya, bukan lagi bau parfum, namun bau tubuhnya pun tetap merangsang bagiku. Dadaku berdebar-debar menikmati pengalaman gila ini.</p>
<p>Tak tahan lagi, aku kembali ke bagian atas tubuhnya dan mulai pelan-pelan meletakkan tanganku pada buah dadanya. Jantungku semakin berdebar-debar. Kuperhatikan wajahnya dengan seksama, tampak ia sama sekali tak bergerak dan napasnya tetap teratur. Tanganku mulai bergerak-gerak meraba buah dadanya dari luar bajunya. Ia tak juga bergerak, aku pun semakin berani dan mulai membuka dua kancingnya yang paling atas perlahan-lahan. Terlihatlah BH-nya yang berwarna hitam itu dan kuselipkan tanganku ke balik BH-nya menyentuh gundukan daging paling menggairahkan sepanjang hidupku itu. Kuraba-raba dada dan putingnya sambil memperhatikan perubahan pada wajahnya, namun Tante Tetty tetap pulas seperti tak terjadi suatu apa pun. &#8220;Kebluk&#8221; juga rupanya dia. Kuraba-raba buah dadanya beberapa saat dengan ereksi yang sudah memuncak, lalu aku mulai menginginkan yang lain. Kulepaskan dadanya dan aku pindah posisi ke bagian bawah tubuhnya tanpa bajunya kukancingkan kembali.</p>
<p>Aku mengintip ke balik roknya, gelap, tak terlihat suatu apa pun. Kuselipkan tanganku di antara pahanya dan mulai meraba-raba bagian dalam pahanya sambil tetap mengamati wajahnya. Namun meraba pahanya ternyata tak membuatku puas. Aku ingin lebih. Dengan nekat, aku pun mulai menarik roknya ke atas perlahan-lahan, sehingga pahanya yang mulus itu pun semakin tersingkap. Pada jarak yang kuperkirakan cukup dekat, kembali kuselipkan sebelah tanganku ke dalam roknya, sementara tangan satunya tetap memegangi roknya. Aku berusaha agar tak menyentuh pahanya, dan mulai menyentuh bagian vaginanya yang tertutup celana dalam putih itu. Terasa oleh jariku, celana dalamnya agak lembab. Kuraba-raba vaginanya hanya sesaat ketika mendadak Tante Tetty bergerak. Aku panik dan langsung melesat kabur ketakutan langsung kembali ke kamar dan pura-pura tidur. Jelas aku tak bisa tidur dan hanya bisa berbaring tengkurap dengan napas memburu. Entah apa yang akan terjadi besok jika ia menceritakan kejadian ini pada ibuku. Aku bahkan tak yakin apakah ia sempat melihat dan mengenali siapa yang melakukan itu.</p>
<p>Esoknya aku bangun, Tante Tetty duduk di meja makan sambil minum teh. Tak ada tanda-tanda apa pun, seakan tak terjadi apa pun semalam. Ibuku pun tak membicarakan apa pun selain hal-hal yang biasa. Akhirnya kusimpulkan, ia mungkin tak melihat siapa pelakunya sehingga diam saja, atau bahkan mungkin semalam ia tak terbangun, melainkan hanya mengubah posisi seperti layaknya orang yang sedang tidur nyenyak. Aku hanya bisa masturbasi di kamar mandi dengan khayalan indah menyetubuhi Tante Tetty hingga aku ejakulasi dan terduduk dengan lutut lemas di lantai kamar mandi.</p>
<p>Beberapa hari berlalu, Tante Tetty datang lagi ke rumahku. Karena hingga malam ia belum juga pulang dan ayahku belum juga pulang, kali ini aku mulai berniat untuk bergerilya dan mengharapkan ia kembali menginap dan ayahku tak pulang lagi. Harapanku terwujud dan kesempatan terbuka lagi. Kali ini aku hanya pura-pura tidur dan bertahan terus hingga sekitar pukul 2:00 pagi, aku keluar pura-pura ingin minum, dan kembali kulihat pemandangan menggairahkan di ruang keluarga. Tante Tetty tidur di sana dengan rok panjang yang lebih longgar dengan T-shirt ketat. Kuulangi lagi gerilyaku seperti malam itu, kali ini dengan lebih berani. Jika ada gerakan pada dirinya, aku menarik tanganku, namun tak langsung kabur. Aku duduk saja di sebelahnya, pura-pura melakukan sesuatu, sehingga jika ia memang bangun, aku bisa mengarang alasan. Kali ini ia sama sekali tak ada tanda-tanda terbangun, dan setelah puas meraba-raba tubuhnya, aku pun tidur untuk kembali bermasturbasi di kamar mandi esok paginya. Oh ya, sejak itu, aku tak pernah lupa untuk mengancingkan kembali bajunya, jika ia sedang memakai kemeja.</p>
<p>Hal ini ternyata semakin sering berulang, sehingga kesempatan bagiku pun semakin sering terbuka dan tak pernah kusia-siakan. Setelah sekian kali kulakukan, aku bahkan mulai berani menyelipkan jariku ke balik celana dalamnya dan meraba-raba vaginanya yang basah itu, membuat jariku basah dan kuendus mendapatkan bau yang sangat menggairahkan, mendorongku untuk mengulum jariku menikmati manisnya cairan vagina wanita untuk pertama kali dalam hidupku. Pada titik tertentu, entah kenapa aku tergerak untuk menciumnya. Perasaanku kembali seperti saat pertama melakukan ini. Tegang dan berdebar-debar. Kucoba dengan perlahan-lahan menempelkan bibirku pada bibirnya tanpa melakukan gerakan apa pun. Setelah beberapa detik, kulepaskan kecupanku itu. Karena tak ada gerakan apa pun pada wajah Tante Tetty, kucoba lagi mengecup bibirnya, kali ini lebih lama.</p>
<p>Semakin lama, aku semakin berani. Sambil melanjutkan gerilyaku di dalam BH-nya, meraba-raba buah dada dan putingnya, aku pun mengecup bibirnya dengan bibirku, hingga pada suatu saat, mungkin aku lepas kendali pada kerasnya tekananku, entah di bibir atau di dadanya, mendadak, tanpa ada gerakan apa pun yang memberi peringatan, Tante Tetty membuka kedua matanya lebar-lebar. Aku terbelalak dengan bibir masih menempel di bibirnya dan tangan masih menggenggam buah dadanya. Seperti pada pengalaman pertamaku, aku hilang akal dan langsung melesat kabur kembali ke kamar. Tante Tetty tidak mengikutiku ke kamar, namun aku tak bisa menebak apa yang ada di benaknya. Tapi aku yakin, kali ini matilah aku! Aku benar-benar tertangkap basah sedang menggerayangi istri muda ayahku. Entah apa yang akan terjadi padaku besok.</p>
<p>Aku bangun pagi hari dengan perasaan lemas dan ketakutan, mendapatkan Tante Tetty sedang duduk santai membaca majalah di ruang keluarga, memandangku sekilas saat kulewati, tanpa ada ekspresi apa pun. Ibuku sedang membereskan meja makan tanpa ada ekspresi yang lain dari biasanya. Aneh, tapi kupikir, mungkin Tante Tetty belum cerita pada ibuku, atau mungkin ia berniat untuk hanya cerita kepada ayahku saja. Seharian aku cemas dan tak konsentrasi di sekolah. Namun di luar dugaan, tak terjadi apa pun hari itu, dan juga hari-hari selanjutnya. Aku bingung namun senang sekali mendapatkan kenyataan bahwa Tante Tetty benar-benar memutuskan untuk tidak menceritakan kejadian yang dialaminya pada kedua orang tuaku. Sejak itu, aku kapok dan tak pernah lagi melakukan apa pun pada Tante Tetty, walaupun ia masih suka menginap di rumahku dan ayahku tak ada di rumah. Godaan begitu hebat, namun aku memaksa diri untuk tidak melakukannya lagi.</p>
<p>Beberapa minggu berlalu dan suatu siang, aku pulang sekolah mendapatkan Tante Tetty di rumahku sendirian, sedang duduk di meja makan sambil membaca majalah. Benar-benar tak ada orang lain di rumah, entah pada ke mana. Kakak-kakakku yang sudah besar-besar mungkin pada kuliah, dan yang tak jauh di atasku memang ada yang sekolah siang, dan ada juga yang belum pulang dari sekolah. Tak ada kejadian istimewa selama beberapa saat. Aku makan siang, Tante Tetty terus saja membaca majalah di meja makan, sambil sesekali menanyakan ini-itu hal-hal kecil dan kujawab seperti biasa. Aku selesai makan dan meletakkan piring dan gelas di dapur. Kembali dari dapur, saat melewati Tante Tetty, tiba-tiba ia memanggilku. &#8220;Mas Andre, sini sebentar, Mas..&#8221;</p>
<p>Aku mendekatinya dan tanpa diduga-duga, ia bangkit berdiri persis di depanku, lalu merengkuh pinggangku dan menarik tubuhku ke arahnya. Aku kaget namun tak bisa berbuat apa-apa saat ia melekatkan bibirnya pada bibirku. Bukannya menikmati itu, aku malah menjadi kaku dan tegang ketakutan, tak tahu harus berbuat apa. Cukup lama ia membiarkan bibir kami saling melekat, lalu ia melepaskan bibirku. Ia tersenyum, aku menelan ludah dan ia kembali mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa kecuali diam saja merasakan ia mengulum bibir bawahku dengan pelan dan lembut. Ia berpindah-pindah mengulum bibir bawah dan atasku, dan lama kelamaan, aku pun mulai menjadi santai dan menikmati kenikmatan yang baru kali ini kurasakan sepanjang hidupku ini, dan penisku pun mulai bereaksi dengan perlahan-lahan menegang. Tante Tetty melepas bibirku, lalu tersenyum dan berkata, &#8220;Buka mulut kamu, Mas.&#8221;</p>
<p>Aku hanya bisa menuruti perintahnya dan sekali lagi mulut perjakaku merasakan kenikmatan baru yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Ia memasukkan lidahnya ke dalam mulutku dan menggerayangi seluruh bagian dalam mulutku dengan lidahnya. Aku tidak melakukan apa pun untuk membalas gerakan lidah dan bibirnya ini. Aku diam saja menikmati semua ini, sementara air liur kami menetes dari pojok bibirku. Akhirnya setelah puas berciuman denganku, Tante Tetty pun melepas ciumannya pada mulutku dan mengecup bibirku lalu melepas pelukannya pada pinggangku. Oh ya, sepanjang kejadian itu, kedua lenganku hanya menggantung saja di sebelah tubuhku, tanpa melakukan apa pun.</p>
<p>Aku terbengong-bengong merasakan pengalaman itu, dan hanya diam di depannya melihat Tante Tetty kembali duduk dan tersenyum genit kepadaku. Ia lalu berkata kepadaku, &#8220;Tante tahu Mas Andre sering nakal sama Tante kalo Tante lagi tidur di sini. Iya kan?&#8221;<br />
Kerongkonganku serasa tercekat, tapi entah dengan kekuatan dari mana, aku berhasil melepas jawaban terbata-bata, &#8220;Ab.. ab.. abis Tante merangsang sih. Andre.. ehm.. Andre nggak tahan.. Uuhhhm..&#8221;<br />
&#8220;Sekarang Mas Andre udah nikmatin kan, ciuman ama Tante?&#8221;<br />
Kali ini aku hanya bisa mengangguk pelan tanpa bisa menjawab. Tante Tetty kembali tersenyum genit.<br />
&#8220;Ya udah, pergi main sana.&#8221;</p>
<p>Aku pun pergi dengan perasaan setengah melayang. Tak lama keadaan rumah kembali normal dengan kembalinya ibu dan saudara-saudaraku. Aku mandi sore lebih awal hari itu dan memuncratkan maniku begitu banyak dan jauh dengan khayalan indahku saat bermasturbasi. Kusimpulkan bahwa ternyata sejak pertama kali kuraba, Tante Tetty kemungkinan sudah tahu namun pura-pura terus tidur. Setelah kupikir-pikir, aku memang tolol sekali mengira orang bisa tidur begitu lelapnya sementara tubuhnya digerayangi. Entah ia memang baik hati saja padaku dan membiarkan aku menikmati tubuhnya atau ia juga menikmati itu, aku tak pernah tahu. Namun sejak kejadian ia menciumku itu, aku tak pernah lagi nakal padanya, meskipun aku sangat terangsang bila berdekatan dengannya dan mencium bau parfumnya yang khas ataupun bau badannya yang menggairahkan. Entah kenapa, sejak itu aku mampu mengendalikan diri, tidak pernah menggerayanginya lagi, walaupun frekuensi masturbasiku meningkat bila ia sering berada di dekatku.</p>
<p>Beberapa tahun berlalu dan ia bercerai dengan ayahku dan aku pun semakin jarang bertemu dengannya. Apalagi aku kuliah di pinggir kota Jakarta dan jarang di rumah. Lalu beberapa tahun kemudian, ayahku wafat dan ia menikah lagi dengan seorang keturunan Arab yang hanya bertahan beberapa tahun dan suaminya itu pun wafat. Pada titik itu, aku hampir tak pernah lagi bertemu dengannya hingga pada suatu hari.</p>
<p>sumber: duniasex.com</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/anak-tiriku-pemuas-nafsu-birahiku.html" rel="bookmark" class="crp_title">Anak Tiriku Pemuas Nafsu Birahiku</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/pengalaman-sex-saat-kuliah.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pengalaman Sex Saat Kuliah</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/nikmatnya-tubuh-molekmu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakim Cabul Bejat</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/hakim-cabul-bejat.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/hakim-cabul-bejat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 18:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sidang diskors sampai besok!&#8221; Dan, Bambang mengetok palu tanda sidang ditunda. Sidang rencananya akan dilanjutkan besok untuk mendengarkan saksi-saksi lainnya. Sidang ini membahas dakwaan terhadap Irsan, seorang pengusaha yang terbukti melakukan tindakan suap untuk mendapatkan proyek triliunan rupiah yang tentu saja merugikan negara puluhan miliaran rupiah. Meskipun termasuk kasus besar yang sedang menjadi cover story [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sidang diskors sampai besok!&#8221; Dan, Bambang mengetok palu tanda sidang ditunda. Sidang rencananya akan dilanjutkan besok untuk mendengarkan saksi-saksi lainnya. Sidang ini membahas dakwaan terhadap Irsan, seorang pengusaha yang terbukti melakukan tindakan suap untuk mendapatkan proyek triliunan rupiah yang tentu saja merugikan negara puluhan miliaran rupiah. Meskipun termasuk kasus besar yang sedang menjadi cover story di media tanah air, dari sidang ke sidang rasanya Bambang semakin tidak bisa mengalihkan matanya dari sosok wanita berumur 40-an tahun. Terlihat sangat cantik dan dibalut dengan keanggunan dan kemewahan penampilannya. Dari informasi anak buahnya, Bambang mengetahui nyonya cantik itu adalah isteri Irsan. Nyonya Nia, namanya. Di samping Nyonya Nia, adalah Tyas puteri sulungnya yang beranjak dewasa. Sama-sama cantik dan mempesona.</p>
<p>Sebagai Hakim, Bambang dengan mudah mendapatkan informasi tentang keluarga Irsan ini. Nyonya Nia, mantan seorang fotomodel yang cukup terkenal di zamannya. Pantas dia memiliki semua kecantikan itu. Si pemilik kulit putih ini menyukai olahraga senam yoga. Beberapa kali Bambang malah sudah mengintip Nyonya Nia saat latihan. Sangat menggairahkan ketika melihat tubuhnya yang masih langsing basah oleh peluh. Pakaian senamnya memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat sempurna.</p>
<p>&#8220;Beruntung sekali Si Irsan ini,&#8221;Gumam Bambang dalam hati. Hampir seminggu ini, Hakim ini tidak mampu melupakan setiap lekuk tubuh Nyonya Nia. Tinggi semampai 175 cm, dengan tonjolan buah dada 34 D yang membuat gairah Sang Hakim begitu menggelora. Dan, aku harus bisa merasakan nikmatnya tubuh Nia ini, kata Bambang dalam hati sambil masuk ke ruang kerjanya.<span id="more-946"></span></p>
<p>Dan waktunya tiba. Besok isterinya dan anak-anaknya akan berangkat ke Yogya untuk mengunjungi rumah mertuanya, sambil liburan sekolah. Artinya, ada waktu seharian untuk merancang semuanya&#8230;..</p>
<p>Dalam perjalanan pulang dari airport usai mengantar keluarganya, Bambang menelpon Nyonya Nia lewat no hp baru yang sengaja dia siapkan untuk operasi ini.&#8221;Selamat siang Nyonya Nia. Saya Bambang, Anda pasti kenal. Saya punya cara untuk menyelamatkan Irsan Maulana,suami nyonya. Kalau nyonya tertarik datang ke Mall Taman Anggrek sekarang. Datang di depan lobi masuk. Jangan cerita siapa-siapa,termasuk keluarga Nyonya. Kejahatan suami ibu berat. Polisi pasti sedang membuntuti Nyonya sekarang. Nanti Nyonya saya kalau sudah sampai sana.&#8221;</p>
<p>Terlihat dari nada suara Nyonya Nia yang kaget karena tidak menyangka peristiwa ini. Bambang sengaja tidak memperpanjang percakapan. Dan perhitungan Bambang tidak meleset, selang beberapa lama kemudian, terlihat Nyonya Nia sudah di lobi, sendirian.</p>
<p>&#8220;Sekarang, naik taksi nyonya. Jalan sampai ke tempat yang saya perintahkan. Nanti Nyonya akan saya jemput.&#8221; Perintah Bambang lagi. Dan, Nyonya Nia pun menurut. Hehehehe, isteri yang baik, tapi akan ku rusak kesucianmu sebentar lagi, kata Bambang dalam hati.</p>
<p>Sesampai di sebuah taman kecil yang cuma berjarak 15 menit dari perumahan miliknya. Nyonya Nia diperintahkan lagi untuk turun dari taksi. Selang 10 menit kemudian, Bambang pun menghampiri dengan BMW kesayangannya.</p>
<p>&#8220;Saya hakim Bambang yang menangani kasus suami Nyonya. Maaf membuat Anda bingung,Nyonya. Tapi ini demi keamanan Nyonya, saya dan suami Nyonya sendiri.&#8221; Kata Bambang berakting begitu sang mangsa sudah duduk di sampingnya.</p>
<p>&#8220;Apa yang mau Pak Hakim katakan? Bagaimana cara menyelamatkan suami saya?&#8221; Tanya Nyonya Nia.</p>
<p>Amboi&#8230;.bibir milik Nyonya ini sungguh seksi. Pikiran Bambang membayangkan betapa nikmatnya tongkolnya dikulum oleh bibir yang seksi ini. Tapi buru-buru Bambang mengendalikan dirinya. &#8220;Sabar Nyonya. Anda harus sabar. Kita harus ke tempat yang aman dulu. Siapa tahu ada polisi yang menguntit Nyonya.&#8221;</p>
<p>Dengan hati tak sabar menahan semua keinginannya selama ini, Bambang pun melarikan mobilnya ke rumah mewah miliknya. Setelah mangsanya sudah berada di ruang tamunya, Bambang sudah tidak mampu mengendalikan tongkolnya yang sudah mulai menegang karena terbakar hasrat.</p>
<p>&#8220;Mengapa rumah Anda sepi,Pak Hakim? Apa yang mau Bapak katakan?&#8221; Sang Nyonya mulai tampak begitu tidak sabaran.</p>
<p>&#8220;Kasus suami Anda berat Nyonya. Hukumannya paling ringan adalah penjara 20 tahun dan bisa sampai seumur hidup. Tapi saya punya kuncinya. Dalam map ini ada semua data yang bisa melepaskan suami Nyonya&#8230;.&#8221; Kata Bambang mempermainkan emosi Sang Nyonya.</p>
<p>&#8220;Baik, cepatlah. Berapa saya harus bayar Pak Hakim?&#8221;Tangan Nyonya Nia berusaha meraih map itu.</p>
<p>&#8220;Sabar sedikit,Nyonya. Uangnya tidak banyak, tapi harus cash. Satu miliar rupiah. Dan itu jumlah kecil bukan? Suami Anda dapat seratus kali lebih banyak&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ok, saya bayar besok. Tapi apa solusi untuk suami saya&#8230;.&#8221; Sang Nyonya ini terlihat nampak sangat cantik ketika sedang panik seperti ini, batin Bambang.</p>
<p>&#8220;Nyonya, saya tidak cuma meminta uang yang tidak seberapa itu sebagai imbalannya&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu apa lagi&#8230;.mobil&#8230;rumah&#8230;Pak Hakim tinggal sebutkan saja.&#8221;Kata Nyonya Nia lagi.</p>
<p>&#8220;Saya inginkan tubuh seksi Nyonya malam ini!!!!&#8221; Kata Bambang sambil menyeringai penuh kemenangan.</p>
<p>&#8220;Anda gila. Anda pikir wanita macam apa saya. Tidak. Saya bisa cari pengacara mahal untuk membebaskan suami saya&#8230;.&#8221;Bentak Nyonya Nia dengan wajah memerah sambil membalikkan badan.</p>
<p>Hmmm&#8230;ternyata tidak gampang digertak. Berarti saatnya skenario berikutnya. Ga bisa baik-baik, ya diperkosa saja,pikir Bambang. Secepat kilat tangan Bambang meraih pinggul Nyonya Nia. Dan membantingnya ke sofa ruang tamunya.</p>
<p>&#8220;Apa-apaan ini&#8230;&#8221;Belum sempat ucapan Nyonya Nia habis. Bibir tebal Sang Hakim melumat bibir seksi Sang Nyonya.</p>
<p>&#8220;Terpaksa saya main kasar,Nyonya&#8230;&#8221;Teriak Bambang dengan nafas terengah menahan rontaan Sang Nyonya. Tangannya dengan kasar menarik pakaian Sang Nyonya. Kain sutera tipis itu pun robek dalam sekali sentakan, memperlihatkan BH hitam yang kontras dengan kulit putih bersih Sang Nyonya.</p>
<p>&#8220;Kurang ajar kam&#8230;..&#8221;Sebelum tangan Nyonya mencakar wajah Bambang. Dengan sigap Bambang menangkap tangan mungil itu dengan tangan kiri. Tangan kanan Bambang mengayun menampar pipi kiri Sang Nyonya hingga memerah dan bibirnya meneteskan setetes darah.</p>
<p>&#8220;Diam,atau ku bunuh kamu. Percuma teriak. Rumah ini terlalu sepi.&#8221;Ancam Bambang yang tidak menyurutkan perjuangan Sang Nyonya untuk melawan.</p>
<p>Sambil memegang kedua tangan Nyonya Nia ke atas, tangan kanan Bambang menarik BH yang melekat di dada montok mangsanya sambil melempar sisa sobekan baju yang masih melekat ke lantai. Bibir Bambang dengan rakus menjilati puting Sang Nyonya yang membusung dengan indahnya.</p>
<p>Kepala Nyonya Nia menoleh ke kiri kanan sambil terlihat tetesan air mata mulai menggenangi kedua matanya. Badan, Pinggul dan Kakinya terus meronta melawan, dan membuat Bambang semakin kewalahan. Maklum Sang Nyonya rajin berolahraga sehingga punya daya perlawanan yang luar biasa.</p>
<p>Harus segera diakhiri,Pikir Bambang. Sambil tak tahan menahan gelora birahinya lagi, tangan Bambang meraih celana dalam Sang Nyonya ke bawah lutut. Sebelum sempat Nyonya Nia menutup rapat kedua kakinya, Bambang menubruk tubuh Nyonya Lia sambil meletakkan badannya di antara kedua paha mulus mangsanya.</p>
<p>&#8220;Hentikan&#8230;Pak Hakim,tolong hentikan&#8230;.&#8221;Pinta Nyonya Nia sambil berurai air mata. Namun, Bambang sama sekali tidak menggubris. tongkolnya yang hitam besar dengan urat-urat menonjol di sekelilingnya lebih penting untuk disalurkan ketimbang mendengar rengekan itu.</p>
<p>Dengan tetap memegang kedua tangan Nyonya Nia dengan tangan kirinya. Jemari tangan Bambang mengusap-usap klitoris vagina Nyonya Nia yang masih belum terangsang maksimal. Isteri yang setia ini masih terus meronta dengan sisa-sisa perlawanan terakhirnya. Namun justru lenggokan tubuh Nyonya Nia bagaikan tarian erotis yang semakin membakar birahi Bambang. Dan membuat Hakim cabul ini semakin tidak sabar untuk mengakhiri perlawanan mangsanya.</p>
<p>Lewat gerakan kasarnya, sambil menggigit puting Sang Nyonya, Bambang mengarahkan kepala tongkolnya tepat di bibir vagina Nyonya Nia. Gerakan yang membuat Nyonya Nia semakin histeris,menyadari kesuciannya tinggal sedikit lagi terenggut oleh jahanam yang sedang di atas tubuhnya ini.</p>
<p>Bambang menghujamkan tongkolnya dengan segenap kekuatannya. Vagina yang belum sempurna terangsang ini tidak siap dengan serangan kasar dari tongkol berukuran ekstra. Membuat Nyonya Nia berteriak kesakitan.</p>
<p>&#8220;Aaaaaaaach&#8230;ampun,Pak.Sakiiiiiiiit.&#8221; Gerakan Nyonya Nia terhenti karena sakit dari gerakan penetrasi Sang Hakim. 1/3 dari tongkol Bambang sudah terbenam di dalam vagina Nia.</p>
<p>&#8220;Gila&#8230;.kamu seperti masih perawan,sayang&#8230;&#8221;Geram Bambang sambil meneruskan dorongannya.</p>
<p>&#8220;Papa&#8230;.maafkan aku.&#8221;Terdengar isak lirih Nia saat batang tongkol Bambang hampir separohnya tertancap.</p>
<p>&#8220;Kamu akan lupakan Irsan,Nia. Koruptor itu tak sebanding dengan nikmatnya tongkolku&#8230;.Ggggrrrrgghh&#8230;aaaachh..hh&#8221; Ucapan Bambang terhenti karena sensasi luar biasa yang diterima tongkolnya dari vagina Nia yang masih terasa sempit ini. Seluruh tongkol Bambang saat ini sudah tertanam dengan sempurna.</p>
<p>Setelah menikmati 10 detik merasakan denyutan hangat vagina Nia. Bambang mulai menggerakkan pinggulnya dengan gerakan memutar untuk memancing rangsangan pada vagina Nia. Teriakan dan rontaan Nia semakin melemah, selain lelah juga karena semakin tidak kuasa menahan gerakan-gerakan tongkol Bambang keluar masuk vaginanya.</p>
<p>&#8220;Kamu suka,sayang&#8230;&#8221;Sebuah pertanyaan yang tidak memerlukan lagi jawaban bagi Bambang. Bibirnya kemudian sibuk menjilati leher menawan Nia. Tangan kirinya tidak lagi menahan dua tangan Nia, melainkan ikut dengan lembut meremas dan memainkan puting Nyonya Nia. Air mata Nyonya Nia terus menetes, seiring tetesan peluh keduanya yang sedang bersenggama.</p>
<p>Setelah 10 menit menggent*t Nia, vagina Nia mulai banjir dengan cairan vagina, membuat gerakan Bambang semakin lancar naik turun tubuh langsing yang lama diidamkannya ini. Meskipun hatinya masih konsisten dengan penolakannya, tubuh Nia tidak kuasa menghadapi penaklukan Sang Hakim. Secara alamiah, akhirnya tubuh Nia memberikan reaksi menerima. Apalagi Bambang ternyata sangat tahan lama, dan genjotan bertenaganya juga disertai gerakan-gerakan memutar,menyodok seakan mengaduk-aduk vagina Nia.</p>
<p>&#8220;oooooh..&#8221;Tak terasa Nyonya Nia pun mengeluarkan rintihan terangsang setelah menerima sodokan Bambang yang kesekian ratus kalinya.</p>
<p>&#8220;Kamu enjoy bukan,Nia-ku.&#8221;Kata Bambang dengan senyum kemenangan. Masuk setengah jam bersetubuh, hentakan-hentakan Bambang akhirnya membuat seluruh tubuh Nia tidak kuasa menahan kenikmatan yang luar biasa, dan tidak pernah didapatkannya dari Irsan suaminya setelah 18 tahun menikah ini. Tubuh Nyonya Nia pun menunjukkan tanda-tanda menuju orgasme.</p>
<p>&#8220;Tahan,sayang. Kita nyampe bareng yah.&#8221;Geram Bambang sambil mempercepat gerakan pinggulnya.</p>
<p>Plok&#8230;plok&#8230;plok&#8230;.suara antara kulit dan kulit dua insan ini terdengar semakin kencang. Secara refleks, tangan Nia memeluk punggung Bambang dengan kuku-kukunya yang terawat.</p>
<p>&#8220;Aaaaaaaaach&#8230;&#8221;Pertahanan Bambang jebol seiring lenguhan panjang Nia. Cairan sperma Hakim Cabul ini muncrat deras seperti berebut mendapatkan dinding rahim Nia. Dan, tubuh Bambang ambruk di atas tubuh Nia. Kedua-duanya dengan peluh yang masih mengalir deras, menyisakan basah pada sofa ruang tamu Sang Hakim. Air mata Nia pun kembali mengalir deras dengan penuh penyesalan dirinya.</p>
<p>&#8220;Suamimu akan bebas,sayang. Pengorbananmu tidak akan sia-sia. Asal, kamu memuaskanku lagi malam ini. Tidak dengan perlawanan konyol itu. Aku mau kamu melayaniku dengan mesra. Semesra kamu melayani Irsan.&#8221; &#8220;Kata Bambang sambil bangkit duduk di sofanya. Matanya tidak berkedip menyaksikan lekuk tubuh Nia yang masih menawan di usianya. Membangkitkan kembali seluruh birahinya kembali.</p>
<p>Tentu saja dengan senyum kemenangan atas penaklukan sensasionalnya malam ini&#8230;.</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/tattoo-artis-nia-ramadhani.html" rel="bookmark" class="crp_title">Tattoo Artis Nia Ramadhani</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/lisa-mahasiswi-model-bugil.html" rel="bookmark" class="crp_title">Lisa Mahasiswi Model Bugil</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/hakim-cabul-bejat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Bugil SMA Lamongan</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/foto-bugil-sma-lamongan.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/foto-bugil-sma-lamongan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 14:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cewek Bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek sma]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[Bugil Foto Yang Tanjung Indonesia Bugil Video Mesum Anak Smu &#8230;
Liat Aja Tuh Friendster Sekarang Ini Bugil Foto Yang Tanjung Indonesia Bugil Video Mesum Anak Smu Lamongan Sepasang Kekasih Lagi Ml 9 We Shout Tatu 2005 1 &#8230;
3gp katanya sih videonya anak lamongan &#124; 17tahun, Cerita Dewasa &#8230;
17tahun, Cerita Dewasa Seks, Sex Cerita 17tahun, 3gp [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bugil Foto Yang Tanjung Indonesia Bugil Video Mesum Anak Smu &#8230;<br />
Liat Aja Tuh Friendster Sekarang Ini Bugil Foto Yang Tanjung Indonesia Bugil Video Mesum Anak Smu Lamongan Sepasang Kekasih Lagi Ml 9 We Shout Tatu 2005 1 &#8230;</p>
<p>3gp katanya sih videonya anak lamongan | 17tahun, Cerita Dewasa &#8230;<br />
17tahun, Cerita Dewasa Seks, Sex Cerita 17tahun, 3gp porno, Foto Bugil. video mesum / video bokep – Skandal SMU Lamongan Part 1 &#8230;</p>
<p>Siswa Sma Lamongan<br />
siswa sma lamongan di film bebas, koleksi lengkap siswa sma lamongan ada disini download &#8230; Tags; bokep; video bokep; film bokep; video bugil; foto bugil &#8230;</p>
<p>Mega SMA Lamongan Bugil | Artikel Indonesia Kirim Tulis Submit<br />
Hasil Pencarian dari Search Engine &#8220;Mega SMA Lamongan Bugil&#8221; &#8230; Bugil Marshanda, Belahan-toket-tante-begitu-menggiurkan-Foto-foto-Telanjang-Artis-artis &#8230;</p>
<p>Lamongan Bergoyang: lost in the first cage fight second round &#8230;<br />
Siswi SMU Bugil Gambar Cewek SMP SMA Telanjang Foto Bugil Artis Indonesia Gadis &#8230; Ini yang hot :lamongan bokep, video bokep smu lamongan, bokep lamongan, &#8230;</p>
<p>video mesum pasundan 3 | Foto Gadis Montok Bugil Telanjang Bulat<br />
3 Bandung Bugil Bugil Foto Gadis Gadis Indonesia Pasundan Smu Smu … &#8230; Siswi SMA ICB Hilang 3 Minggu informasi foto video kasus skandal &#8230; sex anak pasundan, video mesum porno smu lamongan, sma pasundan sex vidio, youpron pelajur &#8230;</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/skandal-sex-cewek-sma.html" rel="bookmark" class="crp_title">Skandal Sex Cewek SMA</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/cerita-bokep-anak-muda.html" rel="bookmark" class="crp_title">Cerita Bokep Anak Muda</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/foto-bugil-sma-lamongan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Bugil Janda Cantik</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/foto-bugil-janda-cantik.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/foto-bugil-janda-cantik.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 11:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cewek Bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[janda cantik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Memek Janda muda seks Ngentot foto telanjang memek perawan
janda cantik yang mau berpose bugil memperlihatkan gambar memek yang siap buat &#8230; situs bokep bugil telanjang foto gosip artis video. Featured Articles &#8230;
no telpon janda cantik butuh kehangatan : Gadis Bugil Cewek Telanjang
janda seksi bugil sedang ngentot di kos tante girang kesepian mau making love. … [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memek Janda muda seks Ngentot foto telanjang memek perawan<br />
janda cantik yang mau berpose bugil memperlihatkan gambar memek yang siap buat &#8230; situs bokep bugil telanjang foto gosip artis video. Featured Articles &#8230;</p>
<p>no telpon janda cantik butuh kehangatan : Gadis Bugil Cewek Telanjang<br />
janda seksi bugil sedang ngentot di kos tante girang kesepian mau making love. … gallery photo model gadis bugil cantik SMU 17 tahun foto cewek telanjang … &#8230;</p>
<p>Hasil Pencarian Janda Cantik Sexy Ngentot di situs www.ngaceng.info<br />
4 Jan 2010 &#8230; Tante Foto cewek cantik bugil gambar sexy gadis telanjang, situs porno hot Koleksi Video Bokep Cerita Sex 7 … ngaceng. Janda Cantik Sexy &#8230;</p>
<p>Gadis Idola &#8211; Sexy Slowgirls: Janda Cantik Suka Ngesek<br />
Koleksi Foto Bugil, Telanjang, Artis Bugil, XXX, SMU Bugil, 3gp Porno, &#8230; Tante Mirna, Mulan Kwok -Janda Cantik, Just Party, Erica Beautiful Asian, &#8230;</p>
<p>Janda Cantik | Cewek Bispak<br />
Janda Ngentot | Foto Artis Telanjang Indonesia Cewek Cantik Bugil … Cerita panas ngentot janda seksi Wayne s scotting foto bugil anak smu poto … bispak &#8230;</p>
<p>Janda Cantik &#8211; Gadis Seksi Cewek Telanjang Bugil<br />
Janda Cantik Krisdayanti Cantik Bugil Telanjang &#8230; Foto Model Seni Bugil Kajian kes aplikasi model rekabentuk instr 20552 views antara foto bugil elizabeth &#8230;</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/memek-janda-gatel.html" rel="bookmark" class="crp_title">Memek Janda Gatel</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/janda-muda-telanjang.html" rel="bookmark" class="crp_title">Janda Muda Telanjang</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/foto-bugil-janda-cantik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Muslimah Ngentot</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/foto-muslimah-ngentot.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/foto-muslimah-ngentot.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 16:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cewek Bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto ngentot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Jilbab Ngentot Muslimah File Download From Easy-share -
Jilbab Ngentot Muslimah Download &#8211; Software, Movie, Music, Mp3, Free, &#8230; Jilbab Ngentot Muslimah From Easy share 4 3 nbsp Visit 4 3 Video Bokep dan Foto &#8230;
Foto Abg Lagi Ngentot &#8211; Gadis Seksi Cewek Telanjang Bugil
Toket Gadis Abg Bandung Gambar ABG Seksi Fotofoto Abg Lagi Ngentot Foto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jilbab Ngentot Muslimah File Download From Easy-share -<br />
Jilbab Ngentot Muslimah Download &#8211; Software, Movie, Music, Mp3, Free, &#8230; Jilbab Ngentot Muslimah From Easy share 4 3 nbsp Visit 4 3 Video Bokep dan Foto &#8230;</p>
<p>Foto Abg Lagi Ngentot &#8211; Gadis Seksi Cewek Telanjang Bugil<br />
Toket Gadis Abg Bandung Gambar ABG Seksi Fotofoto Abg Lagi Ngentot Foto &#8230; cakep, centil, muslimah, kerudung, akhwat, sholehah, arab, jupe, julia [. &#8230;</p>
<p>Foto Bugil: Pondok Putri Ngentot<br />
Jilbab Cantik Ekslusive Portal Jilbab Muslimah Online Nikmati koleksi jilbab cantik &#8230; bispak bugil cewek foto, indonesia ngentot, cewek bogel , cewek cina &#8230;</p>
<p>Kumpulan Cerita Dewasa XXX 17, 18, 21 tahun ngentot pengantin terbaru<br />
19 Jan 2010 &#8230; berikut cuplikan cerita dewasa ini Xxx gambar ngentot free printable christmas scrapbook paper cerita abg sexy foto abg ngentot gambar puting susu koleksi fesyen pengantin muslimah resep tahu humor christmas. &#8230;</p>
<p>Gadis Muslim Diperkosa Bergilir | Cerita Bugil Ngentot<br />
13 Apr 2007 &#8230; Information about Gadis Muslim Diperkosa Bergilir from NamaDomain.Com. &#8230; &#8220;Info Foto photo Artis indonesia Gadis Cewek Cantik Girls,Gals, &#8230;</p>
<p>Foto Cewek Tudung Bugil &#8211; Koleksi Foto Bugil<br />
Groups Discussing foto muslimah berjilbab seks | Yahoo! Groups. Berjilbab ngentot dan bugil ada di sini. gambar foto berjilbab telanjang tudung bertudung &#8230;</p>
<p>Cerita Ngentot Dengan Jilbab « Search Results « Video Bokep Foto Bugil<br />
&#8230; mp Ngentot cerita panas ngentot ngeh national geographic ngentot muslimah &#8230; Koleksi Foto Bugil | Cerita Dewasa Sex. Cerita ngentot dengan jilbab Kak &#8230;</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/foto-cewe-jilbab-bugil.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Cewe Jilbab Bugil</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/nafsu-binal-cewek-berjilbab.html" rel="bookmark" class="crp_title">Nafsu Binal Cewek Berjilbab</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/foto-muslimah-ngentot.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Payudara Bugil Gita Gutawa</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/payudara-bugil-gita-gutawa.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/payudara-bugil-gita-gutawa.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 16:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artis Telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gita gutawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/payudara-bugil-gita-gutawa.html</guid>
		<description><![CDATA[Foto Bugil Artis Sexy Telanjang Dengan Payudara Terbuka Cerita &#8230;
FOTO GITA GUTAWA LAGI PAMER PAYUDARA BEREDAR · Indonesia Sexy Model Chef -Farah Quinn Cahaya Must. Foto Hot Mey Chan Pakai Underwear &#124; Oktavita artis bugil &#8230;
Foto Bugil Gita Gutawa Hot Banget &#124; Cerita Mesum 17Tahun
17 Apr 2010 &#8230; Artis panas bugil hot pamer payudara Payudara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Foto Bugil Artis Sexy Telanjang Dengan Payudara Terbuka Cerita &#8230;<br />
FOTO GITA GUTAWA LAGI PAMER PAYUDARA BEREDAR · Indonesia Sexy Model Chef -Farah Quinn Cahaya Must. Foto Hot Mey Chan Pakai Underwear | Oktavita artis bugil &#8230;</p>
<p>Foto Bugil Gita Gutawa Hot Banget | Cerita Mesum 17Tahun<br />
17 Apr 2010 &#8230; Artis panas bugil hot pamer payudara Payudara Artis Putih Montok Banget … &#8230;&#8221;. &#8230; Foto bugil Gita Gutawa sedang mandi itu beredar luas di &#8230;</p>
<p>Heboh foto gita gutawa pamer payudara berdedar di internet<br />
bugil. Comments closed—Trackbacks closed. You are currently reading &#8220;Heboh foto gita gutawa pamer payudara berdedar di internet&#8221; and posted by Chika. &#8230;</p>
<p>Besar Payudara Gita Gutawa &#8211; Download Lagu Mp3 Indonesia<br />
Elektronik Murah Cinema XXI Kanker Rahim Kanker Payudara Gita Gutawa Cari &#8230; bogel bugil telanjang awek artis lucah rahma azhari julia perez gita gutawa &#8230;</p>
<p>Video Ngentot Memek Gadis Bugil Payudara Gede/page/10 &#8211; Gadis &#8230;<br />
Azhari Julia Perez Gita Gutawa Video Klik Lagu Indonesia Panas Bugil Telanjang Bokep Ngentot &#8230; Memek Ngentot Bugil Telanjang Payudara Kamus Malesbanget &#8230;</p>
<p>Model Model Payudara | Foto Artis Telanjang Indonesia Cewek Cantik &#8230;<br />
Foto cewek ngliatin payudaranya, cinta panas, Foto cantik Gita Gutawa, … Bunga-Citra-Lestari-pake-Bikini-bersama-pacar—Deddy-Corbuzier … Artis bispak bugil. &#8230;</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/foto-bugil-soraya-larasati.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Bugil Soraya Larasati</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/payudara-cewek-jepang.html" rel="bookmark" class="crp_title">Payudara Cewek Jepang</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/payudara-bugil-gita-gutawa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)
Database Caching 23/61 queries in 0.663 seconds using disk

Served from: cewek.jepun.info @ 2010-09-06 19:56:02 -->