Category: Cerita Dewasa

Bercinta di Warnet

Sejak aku posting pengalaman sexku dalam bentuk crita dibeberapa situs, aku sering mendapatkan message melalui situs2 tersebut dan kemudian berlanjut menjadi chatting lewat internet. Salah satu temen chat aku adalah Memey, amoy yang baru menyelesaikan kuliahnya dan sekarang dimodalin almarhum bapaknya untuk mengelola warnet di cafe milik ibunya. Jadi warnetnya nyambung dengan cafe yang udah ada duluan. Memang di cafe ada fasilitas Wifi gratis tapi terbatas jumlah pengaksesnya, sehingga yang ingin terus brosing internet dapat melanjutkan aktivitasnya di warnet yang menyatu dengan gedung cafe. Satu ide bagus untuk mendapatkan peluang bisnis sekaligus upaya memperbanyak pengunjung cafe. Satu usaha sinergistik yang baik.

Kembali ke Memey (gak ke laptop, ntar disangka niru2 tukul lagi). Dia memang anak orang kaya. Tinggal disatu kota di jatim, tidak sebesar Malang sih, tapi cukup punya potensi. Almarhum bapaknya punya diler mobil, yang sekarang diteruskan kokonya Memey. Ibunya mengelola cafe dan satu supermarket. Kebetulan kota dimana Memey tinggal belon diserbu hypermarket2 besar yang pelan2 akan membunuh semua supermarket yang kecil karena kalah bersaing dalam soal harga jual. Karena ada warnet, pengelolaan cafe diserahkan ke Memey. Masih ada adik lelaki yang masih di smu. Karena dah punya usaha Memey katanya sibuk sekali, tetapi dia masih bisa chat dengan aku dengan menggunakan fasilitas warnetnya. Cafenya karena sudah jalan maka pengelolaannya diserahkan kepada manajer yang selama ini mengelola cafe itu, sehingga Memey bisa lebih konsentrasi ke warnetnya. Dia senang baca cerita2 dewasa, dan itu juga yang memperkenalkan aku dengan dia. Karena sudah lama chatting, dia sudah mulai open ke aku. Kita chat macem2, dari yang umum2, terus ke soal minta advis mengelola bisnisnya sampe soal ngesex. Dia pernah ngesex dua kali dengan cowoknya yang sekarang dah jadi mantan. Cowok itu juga yang memrawani dia dan memperkenalkan dia ke nikmatnya ngesex.

Ketika aku nanya, kok dah diprawani terus udahan, dia jawab abis cowoknya gak mo usaha, maunya nyender ke Memey terus. Aku tanya lagi, gak nyesel dah diprawanin terus putus. Dia bilang enggak, malah dia bilang dia terlambat diprawaninnya dibanding temen2nya. Temen2nya umumnya sejak smu dah gak pada prawan sedang dia setelah lulus kuliah. Read more »

Asmara Yang Tertunda

Fitri, nama gadis itu. Pertama kali kami berjumpa, ia nampak lugu, santun dan sederhana, baik dalam sikap maupun kata-kata. Dia telah lulus SMA di kotanya Padang, dua tahun sebelum tiba di Jakarta untuk bergabung dalam sebuah program study-banding mengenai pengorganisasian masyarakat di dalam dan di luar negeri. Selama itu ia hanya diam di rumah, meningkatkan kemampuan komputer dan bahasa Inggerisnya. Aku tak tahu persis apakah dia masih perawan atau tidak. Yang aku tahu, dia anak tunggal, ayahnya bankir di kotanya, sedang ibunya pernah bekerja sebagai pengacara selama 10 tahun. Usianya 21 tahun, tinggi 168cm, dengan tubuh proporsional dan padat. Dadanya tidak besar. Pinggangnya ramping sekali. Di kemudian hari ketika aku memeluknya, pinggangnya terangkul habis hanya oleh pelukan satu lengan saja. Pinggulnya padat dan terkesan seksi kalau ia mengenakan celana jeans yang selalu membungkus rapat belahan pantatnya yang bercelah agak dalam. Kulitnya sawo matang tapi bersih. Itu membuatnya parasnya manis apalagi mata hitamnya yang bulat itu selalu terlihat cerah. Fitri bergabung ke dalam kelompok yang aku fasilitasi. Sebelum ke lua negeri, semua peserta program ini berkumpul di Jakarta untuk beberapa lokakarya bersama dan sosialisasi semangat kelompok. Sebagian besar peserta belum pernah ke luar negeri sedang setengahnya baru untuk pertama kali keluar dari kotanya. Tiga hari menjelang keberangkatan kami ke Canada, ayah-ibu Fitri datang ke Jakarta. Setiap malam keduanya datang menjenguk putri tunggalnya di pusat persiapan kami, sebuah gedung di Cempaka Putih. Seluruh peserta dibagi dalam lima kelompok. Aku menjadi fasilitator salah satu kelompok yang terdiri dari 7 orang; masing-masing 4 perempuan dan tiga laki-laki dengan usia sekitar 20 s/d 25 tahun.

Di kelompok ini Fitri memang tidak bisa menandingi kecantikan Shira (campuran Bugis-Jerman) , atau kelincahan Irma (puteri asli Timtim berdarah Porto), atau wajah hangat Ratih (gadis periang campuran Sumba-Jawa). Tapi Fitri menarik perhatian. Ia cerdas dan tekun. Kalau melihat punggungnya, pantatnya yang bulat berisi itu selalu nampak merangsang. Sedang dari depan, matanya yang bulat dan hitam di tambah warna kulitnya yang tidak pucat selalu membuat orang kerasan memandangnya berlama-lama. Apalagi Fitri suka mengenakan kemeja dan blue-jeans dan selalu melepas satu kancing bagian atas kemejanya. Gayanya tenang tapi penuh perhatian jika bercakap-cakap dengan orang lain. Ia suka menatap mata lawan bicaranya penuh-penuh. Selama dua minggu berada di Jakarta bersama-sama, kelompok ini kubina agar memiliki spirit sebuah keluarga. Aku sering mencari waktu berbicara dengan mereka, orang-perorang atau orang tuanya yang menjenguk mereka untuk mengetahui pribadi mereka masing-masing. Mungkin karena itu aku dianggap sebagai kakak mereka yang paling sulung. Kami punya waktu sekali dalam dua hari, selama tiga jam untuk bicara dari hati ke hati tentang hal-hal di luar fokus study banding. Dalam banyak kesempatan Fitri membantu saya dalam pengorganisasian kelompok. Ia cepat memahami apa yang harus dikerjakan, tanggap dan mampu melakukan persuasi kepada anggota kelompok lainnya maupoun kepada saya. Dari orang tuanya aku mengetahui Fitri sebagai seorang yang dibiasakan menjadi penurut, disiplin dan santun oleh ibunya. Read more »

Bercinta di Kamar Kost

Kisah ini memang sangat dramatis dan sampai sekarang masih menyisakan kenangan bagiku sehingga aku tidak bisa melupakannya. Gadis itu sebut saja bernama Ayu Farida campuran Sunda dan Cina. Perkenalanku dengan Ayu sebatas antara kakak kelas dan adik kelas. Dia angkatan 96 sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Jogja, di jalan Kaliurang.

Suatu hari, saya terserang flu berat. Dia datang ke kost-ku. Setelah masuk kami ngobrol bareng dan pintu setengah tertutup. Selama ngobrol itu saya melihat dadanya yang besar dan wajahnya tampak cantik peranakan Sunda-Cina. Perlahan-lahan saya memegang tangannya. Dia juga merespon. Dia mulai duduk dan langsung kupeluk. Dia tidak berontak. Ketika mulai kurebahkan ke tempat tidur, dia tidak memberontak. Saya mulai memegang dadanya yang tampak sudah tegang. Ukurannya BH-nya sekitar 34 dengan merk triumph. Saya mainkan lidah dan tangan saya. Waktu tanganku memegang liang kewanitaannya, tangannya menepis. Karena senjataku sudah tidak kuat maka saya paksa. Dia terus memberontak. Read more »

Model Seksi Bugil ML

Aku, seorang model yunior, diperkenalkan oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal. Temanku ngasi tau bahwa om Andi, demikian dia biasanya dipanggil, doyan daun muda. Bagiku gak masalah, asal benar2 dia bisa mendongkrak ratingku sehingga menjadi ternama.

Om Andi membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. Pagi2 sekali, pada hari yang telah ditentukan, om andi menjemputku. Bersama dia ikut juga asistennya, Joko, seorang anak muda yang cukup ganteng, kira2 seumuran denganku.

Tugas Joko adalah membantu om Andi pada sesi pemotretan. Mempersiapkan peralatan, pencahayaan, sampe pakaian yang akan dikenakan model. Om Andi sangat profesional mengatur pemotretan, mula2 dengan pakaian santai yang seksi, yang menonjolkan lekuk liku tubuhku yang memang bahenol. Pemotretan dilakukan di luar.

Bajunya dengan potongan dada yang rendah, sehingga toketku yang besar montok seakan2 mau meloncat keluar. Joko terlihat menelan air liurnya melihat toketku yang montok. Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Aku hanya membayangkan berapa besar kontolnya, itu membuat aku jadi blingsatan sendiri. Read more »

Nikmatnya Tubuh Molekmu

Namaku (sebut saja) Andre. Kejadian bermula sekitar 20 tahun lalu, saat itu aku masih berusia sekitar 18 tahun, baru gede, istilahnya. Saat itu ayahku mempunyai istri muda yang berusia sekitar 25 tahun. Namanya (sebut saja) Tetty. Hanya sedikit lebih tua dari kakak sulungku yang berusia 23 tahun. Wajahnya tidak terlalu cantik, tapi sangat eksotis dan kulitnya hitam namun bertubuh seksi. Langsing dan tinggi seperti peragawati, namun mempunyai buah dada dan pantat yang besar dan montok kenyal menggairahkan.

Suatu hari aku diajak oleh ayahku menginap di rumah Tante Tetty. Aku tidur di lantai hanya dengan karpet dan bantal, di satu-satunya kamar tidur yang ada di rumah kecil itu. Tengah malam, entah pukul berapa, aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara-suara aneh yang masih asing di telingaku. Dalam kegelapan, aku melongokkan kepala ke atas ranjang dan kulihat hanya dalam bentuk silhuet, dua orang yang sedang bergumul penuh birahi, saling memagut dan saling memompa sehingga suara decak, erangan, desahan dan kadang jeritan kecilnya terdengar jelas olehku. Karena takut ketahuan, aku kembali berbaring di karpet, namun jelas tak bisa tidur lagi. Bahkan ada yang bangun, tepatnya di antara kedua pahaku, mendengar suara-suara penuh birahi yang membuat khayalanku melayang ke mana-mana itu.

Akhirnya mereka pun selesai dan hanya terdengar suara kecupan-kecupan saja, lalu Tante Tetty turun dari ranjang dan keluar kamar, mau ke kamar mandi kurasa. Saat ia membuka pintu, aku mengintip dari posisiku yang tidur tengkurap. Cahaya dari ruang depan menerangi tubuh telanjang Tante Tetty yang menggairahkan itu. Kulihat dada dan pantatnya yang seksi itu mengkilat oleh keringat. Saat itu aku benar-benar sudah tegang dan bernafsu, namun tak bisa melakukan apa-apa. Setelah sekian lama gelisah, akhirnya aku pun tertidur. Read more »