<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cewek Telanjang &#187; Search Results  &#187;  film paha mulus</title>
	<atom:link href="http://cewek.jepun.info/?s=film%20paha%20mulus&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cewek.jepun.info</link>
	<description>foto cewek telanjang, gadis bugil, perawan ngentot</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 02:44:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Nikmatnya Oral Seks dengan Gadis Cina</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/nikmatnya-oral-seks-dengan-gadis-cina.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/nikmatnya-oral-seks-dengan-gadis-cina.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 02:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cewek cina]]></category>
		<category><![CDATA[gadis cina]]></category>
		<category><![CDATA[oral seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=1010</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman seks kali ini menceritakan sebuah pengalaman seks yang susah sekali aku lupakan yaitu kenikmatan oral seks bersama dengan gadis chinese yang cantik dan aduhai bernama mei-mei. Jadi begini cerita pengalaman seksku.
Mei-Mei temen kostku mau pinjam film dvd Lord of the Ring 2 milikku. Aku perbolehkan, tapi nanti malam saja, kataku kepadanya. Sebagai gambaran, Mei-Mei [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman seks kali ini menceritakan sebuah pengalaman seks yang susah sekali aku lupakan yaitu kenikmatan oral seks bersama dengan gadis chinese yang cantik dan aduhai bernama mei-mei. Jadi begini cerita pengalaman seksku.</p>
<p>Mei-Mei temen kostku mau pinjam film dvd Lord of the Ring 2 milikku. Aku perbolehkan, tapi nanti malam saja, kataku kepadanya. Sebagai gambaran, Mei-Mei tuh anak SMU kelas 3, lumayan facenya, supel, rada kurus, tapi dadanya proporsional, kencang dan indah. Malamnya, aku tuh lupa mau pinjamin dia film, tapi malah nonton BF yang barusan kupinjam tadi siang dari temanku. Kubuka pakaianku sampai telanjang bulat, karena badanku jadi panas atas bawah karena BF. Dengan posisi duduk, kukocok pelan-pelan penisku yang sudah berdiri tegak, sambil nonton BF. Dalam film tersebut, diperlihatkan, cewek bule cakep sedang mengoral penis lawannya dengan sangat menggairahkan dan sangat menikmatinya, seperti makan ice cream.</p>
<p>Sedang asyik-asyiknya mengocok, tiba-tiba kamarku terbuka dan Mei-Mei, dengan sedikit berteriak “Mana filmnya? Ihh gila, ngapain Ko? Jorok banget”<br />
Kontan aku langsung terloncat dari dudukku sambil menutupi penisku yang berdiri, “Akh..aku aku..” kataku tergagap.<br />
Mei-Mei langsung masuk kamarku dan menguncinya, “Hayo, nonton BF kok sambil telanjang? Ngapain saja tuh?”<br />
Kataku “Akh, kegiatan rutin cowok kok”<br />
Lalu dengan cueknya dia juga akhirnya ikutan melihat film BF, sementara pinggang ke bawahku kututupi selimut. Tontonan BF saat itu yaitu 2 manusia berlawanan jenis sedang mengoral kelamin lawannya. Lalu Mei-Mei tanya padaku,”Ko, emang enak gituan? Kok mereka tidak jijik ya?”<span id="more-1010"></span></p>
<p>Jawabku,”Kamu pernah terangsang belum? Masa belum pernah?”.<br />
“Pernahlah, aneh kamu Ko”, katanya.<br />
“Lalu rasanya seperti apa? Apakah kamu merasakan sensasi aneh dibagian-bagian tertentu tubuhmu? Pernah tidak masturbasi?”, tanyaku.<br />
“Ya ada rasa geli-gelinya, masturbasi? Maksa keluar sel telur wanita? Belum pernah tuh, sakit kan?”, jawabnya.<br />
“Gila, justru tidak sakit, tapi malah sangat nikmat, itulah salah satu hal yang paling nikmat di dunia, namanya sex! Apapun bentuknya, masturbasi, onani, oral, anal, senggama, dll.”<br />
“Lalu diantara semua kegiatan tadi, yang paling enak yang mana Ko?”<br />
“Ya, kalau dari urutan terbawah, masturbasi/onani karena sendirian melakukannya, lalu oral sex dan yang paling nikmat tiada tara adalah senggama”, jawabku dengan enteng.</p>
<p>“Aku yakin Ko Tedi pernah senggama kan? Ngaku aja deh!” protesnya.<br />
“Sayang sekali tebakanmu salah, justru belum pernah! Milikku hanya kuberikan untuk istriku kelak, yee!” balasku dengan bangga, “Tapi kalau oral sex sih pernah, dengan Leni.”<br />
“Hah? Dengan Ci Leni? Teman satu kost kan? Masa sih? Kapan? kok aku tidak pernah tahu, gila loe, lalu kamu ambil kesuciannya dan tidak tanggung jawab?”<br />
“Masa aku main dengan Leni harus omong sama kau? Lagipula dia sudah tidak perawan karena pernah senggama dengan pacarnya waktu SMA. Kami melakukannya atas sama-sama saling suka kok, kami tidak senggama lho, cuma oral sex. Hampir tiap hari kami melakukannya, enak lho, nikmat sekali, lagipula aman karena tidak merusak selaput dara cewek, nyesel deh kamu tidak pernah merasakannya,” godaku.<br />
“Emang bener nikmat? Serius nih tidak sakit atau selaput daraku, eh mak.. maksudku selaput dara tidak pecah?” tanyanya dengan malu karena salah ucap. Aku mengangguk mengiyakan, aku yakin sekali, Mei-Mei pasti mau diajak oral sex. Film BF yang kupause tadi lalu kuresume lagi. Melihat ekspresi wajahnya yang putih itu, kelihatan bahwa dia mulai terangsang, napasnya berat dan wajahnya memerah. Penisku yang setengah tegang, akhirnya jadi tegang lagi.</p>
<p>Kami dalam keadaan duduk saat itu. Kupeluk Mei-Mei dari belakang pelan-pelan lalu kugerai rambut yang menutupi pipi kanannya dan kudaratkan ciumanku di pipi kanannya. Mei-Mei masih tegang karena tidak pernah dipegang cowok. Apalagi penisku yang sudah ereksi dari tadi, menempel di pantatnya, walau pinggangku masih terlilit selimut. Kugenggam tangan kirinya dengan tangan kananku, tangan kiriku memeluknya, sementara bibirmu mulai menciumi pipi, leher, dan telinganya.<br />
“Ohh..sstt” desisnya. Aku cium bibirnya yang mungil, pelan saja dan dia mulai menanggapinya. Kupermainkan lidahku dengan lidahnya, sementara kuputar pelan-pelan tubuhnya sampai menghadapku (masih dalam keadaan duduk). Dengan cukup cepat, kuganti film BF tersebut, dengan lagu mp3 barat yang romantis. Kupeluk mesra dia, kedua tanganku mengelus-elus punggungnya dan terkadang kuremas lembut kedua pantatnya. Aku sangat suka pantat cewek, begitu menggairahkan, apalagi yang padat berisi, ingin rasanya meremas dan menciuminya. Penisku yang tegak lurus terkadang kugesekkan keperutnya. Bingung dia harus memperlakukan penis seperti apa. Langsung kubimbing tangannya untuk mengelus-elus dan mengurut seluruh bagian penis dan kedua bijinya. Memang kalau cewek yang pegang penis, sungguh berbeda jauh nikmatnya apalagi sudah beberapa minggu penisku ini mendambakan kocokan dan emutan cewek lagi.</p>
<p>Kurebahkan Mei-Mei pelan-pelan, bibirku semakin bergerilya di bibirnya, leher dan telinganya.<br />
“Ohh, sst..” desahnya, yang semakin membuatku bernafsu. Dengan bibirku yang tetap aktif, tangan kananku mulai menelusuri badannya, kuelus-elus pundaknya, lalu turun ke dada kanannya. Kuraba pelan, lalu mulai remasan-remasan kecil, dia mulai menggeliat (geliatnya sangat sexy). Wah gila, kenyal dan kencang, semakin kuperlama remasanku, dengan sekali-kali kuraba perutnya. Tanganku mulai masuk didalam bajunya, mengelus perutnya dan Mei-Mei kegelian. Tanganku yang masih di dalam bajunya, mulai naik kedadanya dan meremas kedua gunung kembarnya, jariku keselipkan dibranya agar menjangkau putingnya untuk kupermainkan. Mei-Mei mulai sering medesah,<br />
“Sst.. ahh.. ohh” Karena branya sedikit kencang dan mengganggu aktivitas remasanku, maka tanganku kulingkarkan ke belakang punggungnya.</p>
<p>Kait branya kubuka, sehingga longgarlah segel 2 bukit kembar itu. Bajunya kusingkap keatas, wah indah sekali dadanya, putih mulus, kedua putingnya mencuat mengeras ingin dijilati. Sudah saatnya nih beraksi si lidah. Kujilati, kusedot-sedot, kucubit, kupelintir kecil kedua putingnya. Mei-Mei mulai meracau tidak karuan manahan nikmatnya permainan bibirku di kedua dadanya. Kubuka baju dan branya sehingga tubuh atasnya bugil semua. Tubuhnya yang putih, dua bukit ranum dengan 2 puting mencuat indah, wajahnya memerah, keringat mengalir, ditambah desahan-desahan yang menggairahkan, sungguh pemandangan yang tidak boleh disia-siakan. Kuciumi bibirnya lagi, dengan kedua tanganku yang sudah bebas bergerilya di kedua bongkahan dadanya. Nafas kami menderu menyatu, mendesah, ruangan kamarku menjadi semakin hangat saja.</p>
<p>Dengan adanya lagu yang sedang mengalun rada keras, kami memberanikan diri mendesah lebih keras. Kuciumi dan kujilati badannya, mulai dari lengan atas, naik ke pundak dan leher, turun ke dadanya. Sengaja kujilati bongkahan dadanya berlama-lama tanpa menyentuh putingnya, kupermainkan lidahku disekitar putingnya. Tiba-tiba lidahku menempel ke puting kanannya dan kugetarkan cepat, tangan kiriku mencubit-cubit puting kirinya, Mei-Mei semakin kelojotan menahan geli-geli nikmat. Enak sekali menikmati bukit kembar cewek,<br />
inginnya nyusu terus deh. Tangan kananku mulai merayap ke pahanya, kuelus naik turun, terkadang sengaja menyentuh pangkal pahanya.</p>
<p>Terakhir kali, tanganku merayap ke pangkal paha, dengan satu jariku, kugesek-gesekkan ke vaginanya yang ternyata sudah basah sampai membekas keluar di celana pendeknya. Kedua kakinya langsung merapat menahan geli. Tanganku mengelus pahanya dan membukanya, menjalar ke kemaluannya, lalu semua jariku mulai menggosokkan naik turun ke bukit kemaluannya.<br />
“Ah gila..uhh hmm”, geliatnya sambil meremas bantalku. Kulumat bibirnya, tanganku mulai menyusup kedalam celananya, menguak CD-nya, meraba vaginanya. Mei-Mei semakin terangsang, dengan desisan pelan serta gelinjang-gelinjang birahi. Tak lama kemudian dia mendesis panjang dan mengejang, lalu vaginanya berdenyut-denyut seperti denyutan penis kalau melepas mani. Mei-Mei lalu menarik nafas panjang. Basah mengkilap semua jariku, mungkin tidak pernah terasang seperti ini, lalu kujilat sampai kering<br />
“Lebih enak dan gurih, perawan mungkin memang paling enak,” kata hatiku.</p>
<p>“Koko nakal, ” katanya sambil memelukku erat. Sudah saatnya penisku dipuaskan. Kucium bibirnya lembut, kubimbing lagi tangannya untuk meremas dan mengurut penisku. Gantian aku yang melenguh dan mendesis, menahan nikmat. Posisiku berbaring di bawah dan Mei-Mei mulai menyerbu tubuhku sambil tetap memijat penisku, mencium dan menjilat dadaku, putingku, perutku dan akhirnya sampai tepat didepan tonjolan penisku. Mei-Mei lalu membuka balutan selimut yang melingkari pinggangku, dan penisku melompat keluar. Kaget dan tertawa tertahan Mei-Mei melihat penisku.<br />
“Ih lucu deh, gemes aku jadinya, harus digimanain lagi nih Ko?”, tanyanya bingung sambil tetap mengelus-elus batang kejantananku. Terlihat disekitar ujung penisku sudah basah mengeluarkan cairan bening karena ereksi dari tadi.<br />
“Ya diurut-urut naik turun gitu, sambil dijilat seperti menikmati es krim” sahutku. Ditimang-timangnya penisku, dengan malu-malu lalu dijilati penisku, ekspresi wajahnya seperti anak kecil.</p>
<p>Mulai dimasukkan penisku ke mulutnya dan “Ahh Mei, jangan kena gigi, rada sakit tuh, ok sayang?”<br />
“Hmm, ho oh”, mengiyakan sambil tetap mengulum penisku. Nah begini baru enak, walaupun masih amatir.<br />
“Yess..” desahku menahan nikmat, terlihat semakin cepat gerakan naik turun kepalanya.<br />
“Ko, bolanya juga?” tanyanya lagi sambil menunjuk ke zakarku.<br />
“Iya dong sayang, semuanya deh, tapi jangan kena gigi lho”.<br />
Dijilati dan diemutnya zakarku, setiap jengkal kemaluanku tidak luput dari jilatannya, hingga kemaluanku basah kuyup.<br />
“Ahh..ohh..yes..” desahku dengan semakin menekan-nekan kepalanya. Dimasukkannya batangku pelan-pelan ke mulutnya yang mungil sampai menyentuh tenggorokannya, penisku dikulum-kulum, divariasikan permainan lidahnya dan aku semakin menggeliat. Terkadang dia juga menjilati lubang kencingku, diujung kepala penis, sehingga aku hampir melompat menahan nikmat dan geli yang mendadak.<br />
“Nah, ketahuan sekarang!” katanya sambil melirik padaku dengan tatapan nakalnya. Diulanginya perbuatan tadi dengan sengaja sampai aku berontak liar ke kiri kanan karena geli sekali.<br />
“Jangan Mei, jangan diterus lagi di sana, aku tidak kuat”, kataku sambil ngos-ngosan, “Itu kepala penis juga daerah sangat sensitif lho,” lanjutku untuk mengalihkan perhatiannya agar tidak diserang lubang kencingku terus.</p>
<p>Dilanjutkannya lagi kocokan ke penisku dengan mulutnya. Pelan-pelan kubelai rambutnya dan aku mengikuti permainan lidah Mei-Mei, kugoyangkan pantatku searah. Enak sekali permainan bibir dan lidahnya, Mei-Mei sudah mulai terbiasa dengan kejantanan cowok.<br />
Akhirnya, badanku mulai mengejang, “Mei, aku mau keluar.. ohh ahh..” dan sengaja dipercepat kocokan penisku dengan tangannya.<br />
Croott crot crot creet.. air maniku berhamburan keluar banyak sekali, sebagian kena wajahnya, ada yang muncrat sampai monitorku, dan sebagian lagi meluber di tangan Mei-Mei dan penisku. Mei-Mei sempat terpesona melihat pemandangan menakjubkan itu.<br />
“Wow, kok bisa ya Ko? Rasanya seperti apa ya?”<br />
Lalu dia menjilat air maniku yang meluber di penisku.<br />
“Asin dan gurih, enak juga ya Ko?”, katanya sambil menelan semua spermaku sampai habis bersih dan kinclong.<br />
“Sperma baik lho untuk cewek, bisa menghaluskan kulit, obat awet muda dan menambah stamina dan tenagamu”, jelasku padanya.<br />
“Wah, kalau gitu koko sayang, tiap hari Mei-Mei bolehkan meminumnya?” tanyanya mesra sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.<br />
“Tentu saja sangat boleh sayangku,” sahutku.</p>
<p>Badanku menindih badannya, bibirnya mencium bibirku, kurasakan dia mulai terangsang lagi. Kuremas-remas dadanya yang sudah menunggu dari tadi untuk dinikmati lagi. Kuraba-raba lagi vagina si Mei-Mei, pinggangnya menggeliat menahan nikmat sekaligus geli yang demikian hebat sampai pahanya merapat lagi. Kupelorotkan celana pendeknya, sengaja tidak dengan CD-nya, karena aku ingin melihat pemandangan indah dulu. Wow, CD-nya pink tipis berenda dan mungil, sehingga dalam keadaan normal kelihatan jelas bulu-bulunya.</p>
<p>Lalu kujilati kedua pahanya dari bawah sampai ke pangkalnya, lalu kucium aroma lembab vaginanya, oh sungguh memabukkan, membuat laki-laki manapun semakin bernafsu. Kujilat sekitar pangkal paha tanpa mengenai vaginanya, yang membuat Mei-Mei semakin penasaran saja. Kupelorotkan CD-nya pelan-pelan sambil menikmati aroma khas vaginanya, lalu kujilat CD bagian dalam yang membungkus kemaluannya. Sesaat aku terpesona melihat vaginanya, bulunya yang tertata rapi tapi pendek-pendek, bibirnya yang gundul mengkilap terlihat jelas dan rapat, di tengah-tengahnya tersembul daging kecil.</p>
<p>Vagina yang masih suci ini semakin membuatku bergelora, penisku mulai berontak lagi minta dipijat Mei-Mei. Mulutku sudah tidak sabaran untuk menikmati sajian paling lezat itu, lidahku mulai bergerilya lagi. Pertama kujilati bulu-bulu halusnya, rintihan Mei-Mei terdengar lagi. Terbukti titik lemah Mei-Mei ada di vaginanya, begitu dia menggerakkan pantatnya, dengan antusias lidahku menari bergerak bebas di dalam vaginanya yang sempit (masih aman karena selaput dara berada lebih ke dalam).</p>
<p>Begitu sampai di klitorisnya (yang sebesar kacang kedelai), langsung kukulum tanpa ampun<br />
“Akhh.. sstt.. ampun enaknya.. stt” racaunya sambil menggeleng-geleng kepalanya menahan serbuan kenikmatan yang menggila dari lidahku. Dengan gerakan halus, kuusap-usap klitorisnya dan dia makin kelojotan dan tidak begitu lama terjadi kontraksi di vaginanya. Aku tau Mei-Mei akan klimaks lagi, makin kupercepat permainan lidahku. Kemudian diraihnya bantalku dan ditutupnya ke mulutnya, dan dia menjerit sambil badannya meregang. Mengalirlah dengan deras cairan cintanya itu, tentu saja yang telah kutunggu-tunggu itu. Kujilati semua cairan yang ada sampai vaginanya mengkilap bersih, nyam nyam segarnya, enak sekali.</p>
<p>Beberapa saat, kubiarkan Mei-Mei istirahat sambil mengatur napas. Kuhangati badannya, kupeluk erat (sambi menggesek gesekkan penisku yang sudah ereksi lagi dari tadi ke bibir vaginanya), dan kupeluk erat dengan mesra, kukecup keningnya, dan kedua pipinya. Sambil memandangku, wajahnya tersenyum bahagia sekali, baru kali ini dia merasakan nikmat begitu dasyat, sampai lemas sekujur tubuhnya. Setelah nafasnya mulai normal, kuciumi bibirnya dengan lembut.<br />
“Nikmat sekali kan say? Ingin lagi? Masih kuat kan?” kataku dengan mencium bibirnya lagi (aku memang suka ciuman).<br />
“Lho masih bisa lagi toh?” tanyanya sambil mengharapkan jawaban iya dariku. Kucium rada lama bibirnya dengan lembut.<br />
“Iya dong, selama kita masih kuat, kenapa nggak?” balasku sambil masih menggesekan penisku ke vaginanya.</p>
<p>“Oh..hmm..” desahnya.<br />
Sekarang show time untuk posisi 69. Dengan badanku di atas, kepalaku ke gundukan kemaluannya dan penisku kuarahkan ke mulutnya. Sergap sekali dia menangkap penisku dengan bibirnya. Langsung dijilati penisku tanpa dikulumnya, seperti tadi dia menghisap bijiku dan bahkan sampai lubang pantatku dijilatinya. Aku menahan nikmat sambil tak mau kalah untuk menggempur habis vaginanya. Kusapu habis seluruh vaginanya dengan lidah dan bib<br />
irku, kubuka vaginanya sedikit, lalu kumasukkan lidahku di sana sambil menggetar-getarkannya. Reaksi Mei-Mei pun langsung menjepit kepalaku, berhenti sesaat mengulum penisku menikmati serangan lidahku. Mei-Mei dengan sengaja juga menyerang kepala penisku, dinaik turunkan mulutnya disekitar kepala penisku sambil sesekali lidahnya sengaja menjilati lubang kencingku.<br />
“Gila nikmatnya..uhh..ahh..” rintihku. Kami mulai seirama bergoyang badan bersama. Aku mulai merasakan bahwa vagina Mei-Mei mulai mengejang, sementara penisku belum mau keluar.</p>
<p>Lalu kuhentikan sementara, memandang dengan takjub lubang kemaluannya dan menghirup aroma khas wanitanya.<br />
Mei-Mei protes, “Uhh..Ko kok dihentikan, mau keluar nih.”<br />
Jawabku,”Jangan dulu sayang, mau kan kita keluar bersama-sama? Lebih nikmat lho, ok?”<br />
Dipercepat kocokan mulutnya di batangku, sementara aku meremas-remas pantatnya. Mulai nih terasa panas penisku, dan kuterkam lagi vaginanya tanpa ampun. Semakin cepat aku melahap vaginanya, makin cepat pula kocokkannya. Aduh duh enaknya, kami sama-sama mendesah, merintih dan pada akhirnya badan kami tegang dan lidahku sudah bersiap-siap di depan vaginanya untuk menampung semua cairannya, sedangkan Mei-Mei mengeluarkan penisku dari emutannya dan mengocoknya dengan tangannya.</p>
<p>“Aah.. oh.. yes.. croot.. crot..”<br />
Badan kami sesaat seperti tersetrum listrik kenikmatan yang tiada taranya. Banyak sekali cairan cinta yang dikeluarkan vaginanya dan tentu saja harus habis kujilati, tanganku masih tetap meremas-remas bongkahan pantatnya. Air maniku bermuncratan di wajah, leher dan dadanya Mei-Mei. Dikulum dan diurutnya penisku dari pangkal sampai kepala penis sampai yakin air maniku habis, lalu diambilnya ceceran spermaku di tubuhnya untuk ditelan. Aku membantunya, dengan menjilati badannya yang terkena siraman spermaku lalu kuberikan ke bibirnya agar ditelan olehnya.</p>
<p>Setelah habis semua, kupeluk mesra dan kucumbu dia, kunikmati setiap jengkal tubuhnya dengan tanganku.<br />
“Sayang, kamu mau kan tidur denganku malam ini? Besok kan minggu.” tanyaku lalu mencium bibirnya yang lembut itu. Mei-Mei cuma mengangguk tanpa melepaskan bibirku. Malam itu kami tidur bersama dengan masih tetap telanjang bulat, sambil kudekap erat tubuhnya.</p>
<p>Keesokan paginya sekitar jam 5.30-an, seperti biasa penisku selalu ereksi. Mei-Mei sudah bangun duluan sebelum aku, dan kurasakan kocokan-kocokan nikmat di penisku. Aku yang masih ngantuk, jadi tidak bisa berkonsentrasi apalagi aku mencium aroma khas kewanitaannya, sehingga gairahku meningkat cepat. Ternyata Mei-Mei sudah dengan posisi 69, mengoral penisku yang selalu ereksi tiap pagi. Pantas saja vaginanya di depan hidungku, makanya baunya lezat sekali, pagi-pagi sudah diberi suguhan yang menaikkan gairah laki-laki. Aku membutuhkan sesuatu yang segar dan enak untuk membasahi tenggorokanku di pagi hari. Vaginanya yang sudah lembab itu, langsung kujilati dengan ganas. Tanganku memilin-milin putingnya dan dia semakin meningkatkan kecepatan mulutnya. Yes.. pagi-pagi, dua kemaluan sudah berolahraga, walaupun cuma oral sex, tapi nikmatnya luar biasa. Aku tau kalau aku akan klimaks, karena itu, goyangan lidahku pun harus sering menggapai sasarannya yaitu klitorisnya yang indah.<br />
Dan..<br />
Ahh.. oohh.. crott..<br />
Penisku mengeluarkan lahar panasnya dan vaginanya pun membanjir. Sekali lagi kami berdua saling membersihkan kemaluan lawan masing-masing dari banjir cairan kenikmatan. Lalu kupeluk dan kucium dia dan kami melanjutkan tidur sampai jam 10-an.</p>
<p>Sejak saat itu, hampir tiap malam atau sore, kami sering melakukan oral sex sampai berlanjut tidur telanjang bersama melepas kenikmatan dengan menghangati badan. Terutama pada saat menjelang Ebtanas, untuk menambah kesehatan, stamina dan pikirannya, tiap sore dan malam, Mei-Mei pasti meminum air maniku. Dan hasil ujiannya pun bagus, kami sama-sama senang dan merayakannya dengan oral sex sepanjang hari.</p>
<p>Kelak kalau aku punya istri, kami akan sering olahraga agar tubuh tetap bugar, fit, bentuk badan tetap terjaga. Tentu saja juga harus minum air maniku tiap beberapa hari sekali agar awet muda, bergairah dan kulitnya senantiasa halus mulus terpelihara.</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/kirani-mahasiswi-bugil-ngeseks.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kirani Mahasiswi Bugil Ngeseks</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/bercinta-di-kamar-kost.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bercinta di Kamar Kost</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/nikmatnya-oral-seks-dengan-gadis-cina.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta di Warnet</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/bercinta-di-warnet.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/bercinta-di-warnet.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 01:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[warnet mesum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Sejak aku posting pengalaman sexku dalam bentuk crita dibeberapa situs, aku sering mendapatkan message melalui situs2 tersebut dan kemudian berlanjut menjadi chatting lewat internet. Salah satu temen chat aku adalah Memey, amoy yang baru menyelesaikan kuliahnya dan sekarang dimodalin almarhum bapaknya untuk mengelola warnet di cafe milik ibunya. Jadi warnetnya nyambung dengan cafe yang udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak aku posting pengalaman sexku dalam bentuk crita dibeberapa situs, aku sering mendapatkan message melalui situs2 tersebut dan kemudian berlanjut menjadi chatting lewat internet. Salah satu temen chat aku adalah Memey, amoy yang baru menyelesaikan kuliahnya dan sekarang dimodalin almarhum bapaknya untuk mengelola warnet di cafe milik ibunya. Jadi warnetnya nyambung dengan cafe yang udah ada duluan. Memang di cafe ada fasilitas Wifi gratis tapi terbatas jumlah pengaksesnya, sehingga yang ingin terus brosing internet dapat melanjutkan aktivitasnya di warnet yang menyatu dengan gedung cafe. Satu ide bagus untuk mendapatkan peluang bisnis sekaligus upaya memperbanyak pengunjung cafe. Satu usaha sinergistik yang baik.</p>
<p>Kembali ke Memey (gak ke laptop, ntar disangka niru2 tukul lagi). Dia memang anak orang kaya. Tinggal disatu kota di jatim, tidak sebesar Malang sih, tapi cukup punya potensi. Almarhum bapaknya punya diler mobil, yang sekarang diteruskan kokonya Memey. Ibunya mengelola cafe dan satu supermarket. Kebetulan kota dimana Memey tinggal belon diserbu hypermarket2 besar yang pelan2 akan membunuh semua supermarket yang kecil karena kalah bersaing dalam soal harga jual. Karena ada warnet, pengelolaan cafe diserahkan ke Memey. Masih ada adik lelaki yang masih di smu. Karena dah punya usaha Memey katanya sibuk sekali, tetapi dia masih bisa chat dengan aku dengan menggunakan fasilitas warnetnya. Cafenya karena sudah jalan maka pengelolaannya diserahkan kepada manajer yang selama ini mengelola cafe itu, sehingga Memey bisa lebih konsentrasi ke warnetnya. Dia senang baca cerita2 dewasa, dan itu juga yang memperkenalkan aku dengan dia. Karena sudah lama chatting, dia sudah mulai open ke aku. Kita chat macem2, dari yang umum2, terus ke soal minta advis mengelola bisnisnya sampe soal ngesex. Dia pernah ngesex dua kali dengan cowoknya yang sekarang dah jadi mantan. Cowok itu juga yang memrawani dia dan memperkenalkan dia ke nikmatnya ngesex.</p>
<p>Ketika aku nanya, kok dah diprawani terus udahan, dia jawab abis cowoknya gak mo usaha, maunya nyender ke Memey terus. Aku tanya lagi, gak nyesel dah diprawanin terus putus. Dia bilang enggak, malah dia bilang dia terlambat diprawaninnya dibanding temen2nya. Temen2nya umumnya sejak smu dah gak pada prawan sedang dia setelah lulus kuliah.<span id="more-963"></span></p>
<p>Umurnya baru 22, masi abege juga sih. Aku tanya lagi nikmat gak ngesex, dia bilang yang kedua nikmat banget. Terus gak pengen lagi sekarang, karena dah lama juga dia putus sama cowoknya. Dia bilang pengen banget. Aku tanya lagi terus kalo pengen gitu gimana nyalurinnya. Dia bilang pake dildo, temennya di spore yang beliin. Aku to the point aja ma dia, aku nanya mo ngerasain aku punya, gede dan panjangnya gak kalah ma dildonya. dia terkejut mendengarnya, bukan karena tawaranku, tapi karena aku bilang punyaku sebesar dildonya. Dia gak percaya. aku buktikan dengan mengirimkan foto punyaku yang sedang ngaceng sempurna. Dia bilang pengen deh ngerasain kemasukan yang gede kaya aku punya. Dia ngundang aku dateng kekotanya, ntar mau diajak ke vilanya. Di vila itu dia kehilangan keprawanannya dan yang ekdua dia melakukan dengan cowoknya di hotel diluar kota. Wah memang tajir ya keluarganya, punya usaha banyak, ada vila juga lagi. aku jadi kepengen banget ketemu dia. Dia cuma mengirimkan fotonya pake baju pesta model kemben, kelihatannya sih toketnya montok. Dia cantik, kulit putij dan matanya sipit, maklum ja amoy.</p>
<p>Ketika aku minta foto nudenya dia bilang gak punya, liat langsung ja di vilanya. Aku jadi penasaran deh ma ajakannya yang agresif itu. Aku bilang mesti cari waktu kalo aku tugas ke Surabaya, nanti diusahakan untuk mampir ke kotanya.</p>
<p>Sampe akhirnya kesempatan itu datang. Aku bilang mo mampir ke warnetnya saja. Dia bilang menjelang tutup aja, jadi bisa langsung jalan ke vilanya. Malem2 gitu gak apa, tanyaku. Gak apa, kan ada aku, itu jawabnya. Agresif banget kan. Aku drive sendiri dari Surabaya menuju kekotanya, jauh juga sih, palagi kluar Surabaya dah macet. Baiknya aku dah dikasi arahan oleh temenku gimana keluar kota surabaya menghindari macet parah di Lumpindap di Porong itu. Ada 4 jam dengan berhenti2 baru aku nyampe di depan cafenya. Dah ampir jam 9 malem. Aku langsung menuju ke warnetnya. Lumayan besar warnetnya, mungkin ada 20an komputer disana, dipojok aku liat sesosok prempuan cantik bermata sipit. Pasti itu Memey, dia lagi asik brosing rupanya.</p>
<p>&#8220;Ci, mo internetan&#8221;. Dia menoleh ke aku, trus menunjuk ke komputer no 20, yang posisinya deket dengan mejanya. Dia gak nyangka bahwa itu aku. Aku liat fasilitas komputernya, ada fasilitas ngobrol sesama pengguna warnet. aku coba klik yang judulnya komputer utama yang aku duga yang dipake Memey. Kusapa dia: Malem cantik. Dia menoleh ke arahku, kemudian mengirim message balik ke komputerku: Om siapa. Wah dah lupa ya, jawabku, kan kita dah lama janjian mo ke vila. Dia berbinar2 memandangku, O om&#8230;. (dia menyebut namaku). bentar lagi tutup kok om. Gak masalah, jawabku, aku drive dari surabaya. Nanti jalan pake mobilku aja ya, kamu yang unjukin jalannya. Oke om, ntar mobil Memey biar dibawa pulang ma sopir, jawabnya. Gak pulang gak ditanyain mamanya, tanyaku lanjut. Gak, Memey dah bilang kok mo ke vila ma temen2. kan weekend. Ma temen2, tanyaku, perginya ramean? Ya gak lah om, itu kan alesan ke mama ja. Berdua ja ma om, asik kan. Memang selama ini dia memanggil aku om kalo chatting, maklum usiaku jauh diatas umurnya. Setelah dia menutup warnetnya pada waktunya, dia mengajak aku makan dulu di cafe disebelah warnetnya. Cafenya masi rame, maklum deh saat itu weekend. &#8220;Aku bayar ya&#8221;. &#8220;Gak usah lah om&#8221;. &#8220;Janganlah, masak gratisan. Vilanya dah gratis&#8221;. &#8220;ya terserah om deh&#8221;. Karena aku mo bayar dan aku memang laper banget, aku pesen ja semua yang aku pengen makan, termasuk mionuman energi yang dicampur es batu. &#8220;Buat doping ya om&#8221;, aku tersenyum ja mendengarnya. Memey juga pesen makanan dan minuman. &#8220;Mey, bener nih mo ajak aku ke vila kamu&#8221;. &#8220;Ya bener lah om, Memey dah pengen banget ngerasain punya om. Ampir saben malem Memey make dildo sembari ngebayangin dienjot ma om&#8221;. &#8220;O gitu ya, ntar deh di vila kamu bisa ngerasain nikmatnya maen ma aku&#8221;. Eh lupa Lumpindap itu Lumpur Indah Permai.</p>
<p>Selesai makan, kita berangkat ke vilanya. Mampir di supermarket 24 jam (bukan ibunya punya) deket cafe untuk beli makanan dan minuman ringan. Di vila gak ada persediaan makanan apa2 katanya. Aku juga isi full tank supaya mobil siap dipake kemana aja. Dia memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, tokednya ngintip dari belahan dada tank topnya yang rendah. &#8220;Wow, seksi sekali kamu Mey, belum apa2 aku sudah mulai ngaceng nih&#8221;, katanya ketika aku masuk kemobil, dia duduk disebelahku. mobil pun meluncur ke arah luar kota. waktu dah mendekati tengah malam. Tadi aku menikmati sekali makanan di cafenya, sehingga tak terasa waktu lewat begitu cepat. &#8220;Vilanya jauh mey?&#8221; tanyaku. &#8220;Kenapa, udah nggak sabar ya. Nggak jauh kok paling sejam lebih sudah nyampe&#8221;, jawabnya menggodaku. Sepanjang perjalanan aku ngobrol saja dengan dia. Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. &#8220;udah gak tahan ya om&#8221;, godanya lagi sambil membiarkan tanganku mengelus2 pahanya. Rabaanku rupanya semakin lama membuat dia semakin napsu. Dibukanya pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tangganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Aku mulai mengelus selangkangannya dari luar. &#8220;Wow rasanya, Memey sudah gak sabar lagi untuk dien tot. CD Memeylangsung lembab nih om&#8221;. Rupanya baru dielus dari luar celananya aja, cairan no noknya dah membanjir. &#8220;Udah napsu banget ya Mey, aku juga sudah napsu, masih jauh gak&#8221;. &#8220;sebentar lagi sampe kok om&#8221;. Kami sampe ke vilanya, Memey memberi aku kunci gembok pager vilanya. Aku turun dari mobil, membuka gembok dan pintu pagernya. Balik ke mobil dan mobil memasuki gerbang vilanya. vilanya tidak terlalu besar, sebuah vila yang sangat asri. Halamannya mengelilingi bangunan vila model country. &#8220;Gak ada yang nungguin Mey&#8221;. &#8220;ada om, setan he he&#8221;. &#8220;Setannya pasti dah pergi, aku kan rajanya setan dan mau pesta disini ma ratu segala setan&#8221;. &#8220;Ih&#8230;&#8221; katanya sembari mencubit pinggangku.</p>
<p>Aku langsung menurunkan tas2 belanjaan di supermarket, memey menurunkan tas kecil dari mobil. &#8220;Bawa apaan sih&#8221;. &#8220;Keperluan prempuan lah om, baju ganti buat besok pulang&#8221;. &#8220;O, cuma semalem toh, kirain mo seminggu disini&#8221;. &#8220;Ntar lagi deh om, om sering2 ja nengokin Memey, ntar bisa sering2 ke vila bareng Memey&#8221;.</p>
<p>Setelah beristirahat sejenak Memey mengajakku melihat2 vilanya. Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada. Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam.&#8221;Mau berenang?&#8221; tanyanya. &#8220;Malem gini, apa gak dingin, besok aja ya&#8221;, jawabku. &#8220;Ya udah dikamar aja ya&#8221;, dia menggandengku masuk ke kamar. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian kulepas celana ketatnya. Pakaian diletakkan di kursi rias yang ada didepan meja rias. Ranjangnya besar. Aku melotot memandangi tubuhnya yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yang lebat berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya. aku membuka pakeanku, sehingga hanya memakai CD. kon tolku sangat menonjol, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku. &#8220;Om gede banget ya punya om, pantes om pake id di situs konged, baru ngeh Memey sekarang artinya konged&#8221;, katanya membelalak melihat tonjolan di cd ku. &#8220;Mang artinya apa?&#8221; &#8220;kon tol gede, punya om bener2 gede, panjang lagi&#8221;. Aku menghampiri dia dan memeluknya.<br />
Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit. ikatan branya kulepas, kemudian meremas2 tokednya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras. &#8220;tokedmu kenceng ya Mey, pentilnya gede.&#8221;, kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasan tanganku. kon tolku yang keras menekan perutnya. &#8220;om, ngacengnya sudah keras banget&#8221;, kataku. Dia langsung telentang diranjang, aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 tokednya sambil memlintir2 pentilnya. &#8220;Isep dong om..&#8221; pintanya sambil menyorongkan tokednya itu ke wajahku. Langsung tokednya kuisep dengan penuh napsu. pentilnya kujilatinya. &#8220;Ohh.. Sstt..&#8221; erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yang nongol keluar dari CDnya, jari kususupkannya ke dalam CDnya. Jariku langsung menyentuh belahan bibir no noknya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas. Gesekannya selalu berakhir di it ilnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. no noknya langsung berlendir. &#8220;Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!&#8221; desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas tokednya. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi, &#8220;om, Memey udah gak tahan nih&#8221;. Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggangnya kugigit dan kutarik dengan gigi sehingga terlepas. Kedua kakinya kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus no noknya. Aku menyelipkan jariku ke belahan no noknya yang sudah basah dan menyentuh dinding dalam no noknya. &#8220;om..! Aduuh! Memey sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin&#8221;, pintanya. Bukannya langsung memenuhi permintaannya malah aku beralih menggosok-gosok it ilnya. &#8220;Aduuh! om..nakal!&#8221; serunya. Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kon tolku yang sudah keras sekali dari luar CDku. tokednya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya. &#8220;Ayo dong om dimasukin, Memey sudah benar-benar enggak kuu.. at!&#8221; rengeknya lagi. Kemudian kumasukkan jariku ke dalam no noknya yang sudah basah kuyup.</p>
<p>Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam no noknya. no noknya masih terasa sempit sekali, namun dalam kondisi basah seperti ini, no noknya menjadi mudah dimasuki jariku. no noknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang no noknya kumainkan dengan ujung jari hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti permainan ujung jariku. Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum bibir no noknya. Cairan yang membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir no noknya. Kemudian giliran it ilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Jari tanganku kembali menyeruak masuk ke dalam no noknya, dia benar-benar hampir pingsan dibuatnya. Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe, cairan no noknya yang banjir kutampung dengan mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya. Dia menghela napas panjang, aku masih dengan lahapnya melumat no noknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali. no noknya terus kuusap2, demikian juga it ilnya sehingga napsunya bangkit kembali. &#8220;Terus om.. Enak..&#8221; desahnya. &#8220;Ayo dong om.. Memey udah nggak tahan&#8221;. tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap it ilnya sambil meremas2 toked<br />
dan pentilnya.</p>
<p>Aku melepaskan CDku, kon tolku yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Dia kunaiki dan segera aku mengarahkan kon tolku ke no noknya. Perlahan kumasukkan kepala kon tolku. &#8220;Enak om..&#8221; katanya dan aku sedikit demi sedikit meneroboskan kon tolku ke no noknya yang sempit. no noknya terasa sesek karena kemasukan kon tol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kon tolku mulai kuenjot keluar masuk. &#8220;Terus om.. kon tol om enak&#8221; erangnya keenakan. &#8220;Cuma enak Mey&#8221;. &#8220;enak buanget om&#8221;. Aku terus mengenjot no noknya, dia menyorongkan dadanya ke mulutku. Pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi.</p>
<p>Sekarang dia yang diatas, diarahkannya no noknya ke kon tolku yang tegak menantang. Dengan liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun. tokednya yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya. Aku meremas tokednya dan menghisap pentilnya dengan rakus. &#8220;om.. kon tol om besar, keras banget..&#8221;, dia terus menggelinjang diatas tubuhku. &#8220;Enak Mey?&#8217; tanyaku. &#8220;Enak om..en totin Memey terus om..&#8221; Aku memegang pinggangnya yang ramping dan menyodokkan kon tolku dari bawah dengan cepat. Dia mengerang saking nikmatnya. Keringatnya menetes membasahi tubuhku. Akhirnya, &#8220;Memey nyampe om&#8221; jeritnya saat tubuhnya menegang merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku. Aku mengusap-usap rambutnya sambil mencium bibirnya.</p>
<p>Setelah beberapa saat, kon tolku yang masih ngaceng kucabut dari dari no noknya. Dia kutelentangkan, dan aku naik ke atasnya. Kembali no noknya kujilati. Kedua lututnya kudorongkan sedikit ke atas sehingga bukit no noknya lebih menungging menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan lidah kujulurkan menyapu celah-celah no noknya. Lidah kujulurkan dan kugesekkan naik turun diujung it ilku. Dia hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas-remas kon tolku dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari no noknya dengan lahap kuhisap. Aku terus mencium dan melumat habis bibir no noknya. lidahku menjulur masuk ke dalam no noknya dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutku menekan no noknya, hidungku yang mancung menempel dan menekan it ilnya. Dia kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah dengan sengaja kugeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidungku tetap menempel di it ilnya dan bibirku tetap mengulum bibir no noknya sambil lidahku terus mengorek no noknya. Dia tak kuasa membendung napsuku. &#8220;Oocch! om.. Teruu.. Uus! Memey nyampe lagi om&#8221;, suaranya semakin parau saja. Digoyangkan pantatku mengikuti irama gesekan wajahku yang terbenam di selangkangannya. Dijepitnya kepalaku dengan pahanya, badannya menggigil hebat bagaikan orang kejang. Dia menarik nafas panjang sekali, semua cairan no noknya kuhisap dan kutelan dengan rakus sekali hingga habis semua cairan yang ada di sekitar no noknya. Aku tetap dengan asyiknya menjilati no noknya. Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perutnya. Lidahku bermain-main dipusarnya, sambil meraba dan meremas kedua tokednya, jilatanku juga semakin naik menuju tokednya. Jengkal demi jengkal jilatanku semakin naik. Mulutku sudah sampai ke dadanya. Kini giliran tokednya kujilati, lidahku kini menari-nari di ujung pentilnya. Aku meraba-raba selangkangannya juga, menggesek-gesek it ilnya hingga no noknya basah lagi, nafsunya naik kembali.</p>
<p>Sementara tangan kiriku tetap meremas tokednya dan tangan kanan tetap bergerilya di no noknya, aku kini mencium dan melumat bibirku. Dibalasnya lumatan bibirku dengan penuh nafsu, dijulurkannya lidahnya masuk ke rongga mulutku. kuhisap lidahnya, secara bergantian aku juga menjulurkan lidah ke dalam mulutnya dan dibalas dengan hisapan pula.<br />
Aku membetulkan posisi sehingga berada di atasnya, kon tolku sudah mengarah ke hadapan no noknya. Dia merasakan sentuhan ujung kon tolku di no noknya, kepala kon tol ku terasa keras sekali.</p>
<p>Dengan sekali dorongan, kepala kon tolku langsung menusuk no noknya. Kutekan sedikit kuat sehingga kepala kon tolku terbenam ke dalam no noknya. Walau kon tolku belum masuk semua, aku merasakan getaran-getaran dari otot no noknya berdenyut, cairan yang membasahi no noknya membuat kon tolku yang besar mudah sekali masuk ke dalam no noknya hingga dengan sekali dorongan lagi maka kon tolku masuk kedalam sarangnya, blee.. ess.. Begitu merasa kon tolku sudah memasuki no noknya,<br />
kubalik badannya sehingga kembali dia berada di atas tubuhku, didudukinya batang kon tolku yang cukup panjang itu. Digoyangkannya pantatnya dan diputar-putarkan, dikocok naik turun hingga kon tolku keluar masuk no noknya, aku meremas- remas kedua tokednya. &#8220;Goyanganmu asik banget Mey, katanya baru dien tot 2 kali&#8221;. &#8220;Iya om, nyontoh yang di film bokep. Lebih nikmat rasanya ngen tot dengan posisi Memey diatas karena Memey bisa mengarahkan gesekan kontok besar om ke seluruh bagian no nok Memey termasuk it ilnya&#8221;. Kini giliranku yang tidak tahan lagi dengan permainannya, aku menggelengkan kepalaku menahan nikmat, dan sebentar lagi rasanya akan ngecret. Aku ngasi tau dia bahwa aku dah ampir ngecret. &#8220;Kita nyampe sama-sama..om&#8221;, rintihnya sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatnya. &#8220;Aa.. Aacch!&#8221; diapun nyampe lagi, bibir no noknya berkedutan hingga meremas kon tolku. Bersamaan dengan itu pejuku menyembur dengan dahsyatnya dan bercampur menjadi satu dengan lendir no noknya. Karena posisinya berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kon tolku sehingga membasahi selangkangannya, banyak sekali dan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi. Kami berdua akhirnya terkulai lemas. &#8220;om, pinter banget sih ngerangsang Memey sampe berkali2 nyampe, udah gitu kon tol om kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih&#8221;, katanya. &#8220;no nokmu juga nikmat sekali Mey, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya kekon tolku&#8221;, jawabku sambil memelukku.</p>
<p>Setelah deru napas mereda aku mengajaknya mandi. &#8220;Kita mandi sama-sama yuk!&#8221; ajakku, &#8220;Badanku lengket karena keringat&#8221;. Kami menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat. Kamar mandinya tidak besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca.</p>
<p>Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut. Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan tanganku berpindah ke tokednya.</p>
<p>Kuremas-remasnya tokednya yang mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Diapun tidak mau kalah, diraihnya kon tolku yang kembali sudah berdiri tegak dan dikocok-kocok lembut. Ujung kon tolku sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahanya. &#8220;Om kuat banget sih, barusan selesai ngecret di no nok Memey sudah ngaceng lagi&#8221;. Kuarahkan kon tolku ke belahan bibir no noknya. kugesek- gesekkan ujung kon tolku ke belahan bibir no noknya. Kutempelkan ujung kon tolku ke ujung it ilnya dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini no noknya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower lalu duduk di toilet.</p>
<p>Dia kupangku dengan posisi memunggungiku. kon tolku yang sudah ngaceng keras kembali kumasukkan ke dalam no noknya. Awalnya agak sulit juga kon tolku masuk kedalam no noknya. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kon tolku berhasil menyeruak ke dalam no noknya yang dibantu dengan sedikit menekan badannya kebawah, dan diangkatnya kembali pantatnya hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kon tolku amblas semua ke dalam no noknya. Dengan posisi begini membuatnya harus aktif mengocok kon tolku dengan cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatnya, sehingga no noknya bisa meremas dan mengocok-ngocok kon tolku. kon tolku terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam no noknya. Saat dia duduk terlalu ke bawah, kon tolku terasa sekali menusuk keras no noknya, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi. no noknya semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kon tolku dalam no noknya sudah tidak sesesak tadi. Kini dia pun sudah tidak kuat lagi menahan napsunya. Dia tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti tadi, kini dia hanya bisa terduduk dalam posisi kon tolku masih tertancap di dalam no noknya. Digoyang-goyangkannya saja pantatnya sambil duduk di pangkuanku. Aku sedari tadi asyik meremas kedua tokednya. pentilnya kucubit dan kupilin-pilinnya sehingga menimbulkan sensasi tersendiri baginya.</p>
<p>Aku tidak mampu bertahan lama merasakan goyangan yang dia lakukan. &#8220;Aduuh..! Mey, hebat banget empotan no nok kamu! Aku hampir ngecret nich!&#8221; seruku sambil tetap memilin pentilnya. &#8220;Kita keluarin sama-sama yuk!&#8221; sahutnya sambil mempercepat goyangannya. Aku sudah benar- benar tidak mampu bertahan ebih lama lagi hingga kudorong dia sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging membelakangiku, tetapi kon tolku masih menancap di dalam no noknya. Aku berdiri sambil mengambil alih permainan, aku mengocok-ngocokkan kon tolku keluar masuk no noknya dalam posisi doggy style sambil memegangi pinggulnya. &#8220;Aa.. Aacch!&#8221; kini gilirannya yang menyeracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam no noknya, sehingga akhirnya pejuku rupanya langsung muncrat keluar memenuhi no noknya. Bersamaan dengan itu, dia pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan no noknya berkali- kali saat dia nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga no noknya kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah no noknya dan merembes keluar. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.</p>
<p>Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami maSing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ranjang. Karena lelah, akhirnya kamipun tertidur.</p>
<p>Tidak tahu berapa lama aku tertidur, tiba2 aku terbangun karena merasa kon tolku<br />
ada yang mengelus2 sehingga mulai mengeras lagi. Aku terbangun dan melihat Memey sedang duduk disebelahku dan sedang mengelus2 kon tolku. &#8220;Belon puas ya Mey&#8221;. &#8220;Subuh2 gini bangun Memey pengen lagi deh om&#8221;. Luar biasa ni amoy, napsunya gak ada matinya. Bener juga kata orang, pempuan yang jembutnya lebat banget gak puas2, pengennya berkali2 baru terkapar. Aku gak mau kalah, lalu meremas2 tokednya. &#8220;Om, aah&#8221;, napsunya makin meninggi. Sambil meremas tokednya, aku menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari dahi sampai ujung kaki.</p>
<p>Kujilati pula tokednya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar saking napsunya. kedua pahanya yg mulus itu kubuka sambil kuelus2 dengan satu tangan masih meremas tokednya. Setelah itu no noknya kujilatin dengan lidahku yg kasar. Bukan hanya bibir no noknya aja yang kujilati, tapi lidahku juga masuk ke no noknya, dia jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak keatas. Melihat napsunya sudah naik, aku minta dia mengocok kon tolku, &#8220;Dikocok Mey&#8221;. Dia nurut saja dan mengocok kon tolku dengan gemas, makin lama makin besar dan panjang. &#8220;Mey diemut dong&#8221;, kataku keenakan. Dia mencoba memasukkan kedalam mulutnya dengan susah payah, karena besar sekali. jadi dijilati dulu kepala kon tolku. Aku mendesah2 sambil mendongakkan kepala. &#8220;Kenapa om&#8221;. &#8220;Enak banget, terusin Mey, jangan berhenti&#8221;, ujarku sambil merem melek kenikmatan. Dia teruskan aksinya, dia jilatin kon tolku mulai dari kepala kon tolku sampai ke pangkal batang, dia terusin ke biji pelirku, semua dia jilatin. Dia coba untuk memasukkan kedalam mulutnya lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahnya.</p>
<p>Aku memegangi kepalanya dengan satu tangannya sambil memaju-mundurkan pantatnya, mengen toti mulutnya. gerakannya semakin lama semain cepat. Tiba2 dia menghentikan gerakannya. kon tolku dikeluarkan dari mulutku. Dia menaiki tubuhku dan mengarahkan kon tolku ke tokednya. &#8220;Om, mo ngerasain breast fucking gak&#8221;. Apaan tuh&#8221;. &#8220;Dijepit pake toked Memey&#8221;. Aku iyakan aja usulnya. dia kemudian menjepit kon tolku di antara tokednya sambil digerakkan maju mundur. &#8220;Ahh.. Enak Mey. Diemut enak, dijepit toked juga enak&#8221;. Dia terus menggoyang tokednya sambil meremas kon tolku maju mundur merasakan kekenyalan tokednya. Sampai akhirnya &#8220;Aduh Mey, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut kamu ya&#8221;. &#8220;Jangan om, di no nok Memey saja, lebih nikmat kan&#8221;, jawabnya.<br />
Memey kutelentangkan, akupun naik keatasnya sambil mengarahkan kon tolku ke no noknya. Aku mulai memasukkan kon tolku yang besar dan panjang itu ke no noknya. kon tol semakin kudorong masuk, sampai dia merem melek keenakan ngerasain no noknya digesek kon tolku. Aku mulai menggerakkan kon tolku keluar dan masuk dino noknya yang sempit itu. Dia gerakkan pantatnya kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kon tolku yang keluar masuk, wuihh tambah nikmat. Tubuhku berada diatas tubuhnya yang putih mulus, bergoyang-goyang maju mundur, aku memperhatikan kon tolku sendiri yang sedang keluar masuk di no noknya. Selang beberapa saat, aku mengajak ganti posisi, dia pasrah aja. Dia kusuruh nungging dan aku menyodokkan kon tolku dari belakang ke no noknya. &#8220;Ennngghh&#8230;&#8221; desahnya tak keruan. Sambil menggoyang pantatku maju mundur, aku memegangi pinggulnya dengan erat, aku merasa nikmat yang luar biasa. Aku menggenjot no noknya dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya dia nyampe lagi &#8220;Om, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya&#8221;, jeritnya. Aku mengenjot kon tolku lebih cepat lagi dan kemudian pejuku muncrat didalam no noknya berulang-ulang, tetep aja banyak. &#8216;crottt, croooth.., crooootttthh&#8230;&#8217; Setelah istirahat beberapa saat, aku bertanya, &#8220;Gimana Mey? tetep enak kan?&#8221;. &#8220;Enak sekali om, ruar biasa deh rasanya, nikmat sekali, no nok Memey sampe sesek kemasukan kon tol om, abis gede banget sih&#8221;, jawabnya. Aku mencabut kon tolku yang sudah lemes dari no noknya. kon tolku berlumuran pejuku dan cairan no noknya. saking banyaknya ngecretin pejuku dino noknya. aku yang kelelahan dan terkapar diranjang, dia juga gitu. Tak lama kami berdua terlena kembali.</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/bercinta-di-kamar-kost.html" rel="bookmark" class="crp_title">Bercinta di Kamar Kost</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/kenikmatan-di-air-terjun.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kenikmatan di Air Terjun</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/bercinta-di-warnet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asmara Yang Tertunda</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/asmara-yang-tertunda.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/asmara-yang-tertunda.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 14:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[Fitri, nama gadis itu. Pertama kali kami berjumpa, ia nampak lugu, santun dan sederhana, baik dalam sikap maupun kata-kata. Dia telah lulus SMA di kotanya Padang, dua tahun sebelum tiba di Jakarta untuk bergabung dalam sebuah program study-banding mengenai pengorganisasian masyarakat di dalam dan di luar negeri. Selama itu ia hanya diam di rumah, meningkatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fitri, nama gadis itu. Pertama kali kami berjumpa, ia nampak lugu, santun dan sederhana, baik dalam sikap maupun kata-kata. Dia telah lulus SMA di kotanya Padang, dua tahun sebelum tiba di Jakarta untuk bergabung dalam sebuah program study-banding mengenai pengorganisasian masyarakat di dalam dan di luar negeri. Selama itu ia hanya diam di rumah, meningkatkan kemampuan komputer dan bahasa Inggerisnya. Aku tak tahu persis apakah dia masih perawan atau tidak. Yang aku tahu, dia anak tunggal, ayahnya bankir di kotanya, sedang ibunya pernah bekerja sebagai pengacara selama 10 tahun. Usianya 21 tahun, tinggi 168cm, dengan tubuh proporsional dan padat. Dadanya tidak besar. Pinggangnya ramping sekali. Di kemudian hari ketika aku memeluknya, pinggangnya terangkul habis hanya oleh pelukan satu lengan saja. Pinggulnya padat dan terkesan seksi kalau ia mengenakan celana jeans yang selalu membungkus rapat belahan pantatnya yang bercelah agak dalam. Kulitnya sawo matang tapi bersih. Itu membuatnya parasnya manis apalagi mata hitamnya yang bulat itu selalu terlihat cerah. Fitri bergabung ke dalam kelompok yang aku fasilitasi. Sebelum ke lua negeri, semua peserta program ini berkumpul di Jakarta untuk beberapa lokakarya bersama dan sosialisasi semangat kelompok. Sebagian besar peserta belum pernah ke luar negeri sedang setengahnya baru untuk pertama kali keluar dari kotanya. Tiga hari menjelang keberangkatan kami ke Canada, ayah-ibu Fitri datang ke Jakarta. Setiap malam keduanya datang menjenguk putri tunggalnya di pusat persiapan kami, sebuah gedung di Cempaka Putih. Seluruh peserta dibagi dalam lima kelompok. Aku menjadi fasilitator salah satu kelompok yang terdiri dari 7 orang; masing-masing 4 perempuan dan tiga laki-laki dengan usia sekitar 20 s/d 25 tahun.</p>
<p>Di kelompok ini Fitri memang tidak bisa menandingi kecantikan Shira (campuran Bugis-Jerman) , atau kelincahan Irma (puteri asli Timtim berdarah Porto), atau wajah hangat Ratih (gadis periang campuran Sumba-Jawa). Tapi Fitri menarik perhatian. Ia cerdas dan tekun. Kalau melihat punggungnya, pantatnya yang bulat berisi itu selalu nampak merangsang. Sedang dari depan, matanya yang bulat dan hitam di tambah warna kulitnya yang tidak pucat selalu membuat orang kerasan memandangnya berlama-lama. Apalagi Fitri suka mengenakan kemeja dan blue-jeans dan selalu melepas satu kancing bagian atas kemejanya. Gayanya tenang tapi penuh perhatian jika bercakap-cakap dengan orang lain. Ia suka menatap mata lawan bicaranya penuh-penuh. Selama dua minggu berada di Jakarta bersama-sama, kelompok ini kubina agar memiliki spirit sebuah keluarga. Aku sering mencari waktu berbicara dengan mereka, orang-perorang atau orang tuanya yang menjenguk mereka untuk mengetahui pribadi mereka masing-masing. Mungkin karena itu aku dianggap sebagai kakak mereka yang paling sulung. Kami punya waktu sekali dalam dua hari, selama tiga jam untuk bicara dari hati ke hati tentang hal-hal di luar fokus study banding. Dalam banyak kesempatan Fitri membantu saya dalam pengorganisasian kelompok. Ia cepat memahami apa yang harus dikerjakan, tanggap dan mampu melakukan persuasi kepada anggota kelompok lainnya maupoun kepada saya. Dari orang tuanya aku mengetahui Fitri sebagai seorang yang dibiasakan menjadi penurut, disiplin dan santun oleh ibunya.<span id="more-961"></span></p>
<p>Sedang dari ayahnya, Fitri berlatih menjadi seorang yang mengenal kehangatan kasih-sayang dan perhatian. Tapi pengasuhan kedua orang tuanya menjadikan Fitri seorang gadis belia yang tahu banyak dari buku, banyak membaca, cerdas, tekun tapi berpengalaman sangat sedikit Ia tahu banyak tentang USA, Italia dan Australia atau suku Asmat di Papua tetapi inilah kesempatan pertama ia meninggalkan kota dan lingkungan rumahnya yang hangat. Ia mengerti istilah masturbasi, ejakulasi, penis, vagina, clitoris dan yang sejenis tapi belum pernah tahu bagaimana nikmatnya jiga clitoris mengalami kontraksi misalnya karena rangsangan penis.</p>
<p>Kontingen kami (lima kelompok) berangkat ke Canada malam hari, November 2006. Sangat kebetulan, perjalanan panjang itu kulewatkan di pesawat terbang dengan duduk disamping kiri Fitri yang mendapat tempat dekat jendela. Ia nampak exited memulai perjalanan ini. Sehingga kadang-kadang ia berbicara sangat banyak tapi kadang-kadang juga diam tertegun lama. Karena kelelahan mengurus persiapan kelompokku sebelum berangkat, aku tertidur ketika pesawat &#8220;take-off&#8221; meninggalkan Cengkaren menuju Bangkok.. Ketika makan malam dibagi pramugari, Fitri membangunkanku dengan cara menggaruk-garuk dadaku. Setelah beberapa kali dilakukannya, aku terbangun dengan rasa setengah terangsang.</p>
<p>Garukan lemah tangan kanan Fitri itu berkali-kali menyentuh puting susuku. Fitri mungkin belum mengenal tubuh laki-laki dengan baik. Ia tak tahu akibatnya kalau dada seorang laki-laki digaruki persis di bagian susunya. Selesai makan, aku masih ngantuk tapi sebelum tertidur lagi, aku iseng memberitahu Fitri bahwa garukannya tadi menimbulkan rasa enak pada syaraf-syaraf sensorisku. Dia agak terkejut. Semula dia merasa bahwa yang bisa bergairah kalau puting susu disentuh berulang-ulang adalah perempuan. Karena itu sambil senyum-senyum ia menggodaku dengan kembali mengaruk-garuk dadaku pada wilayah putting susuku Lama- lama rasa kantukku lenyap. Aku kembali melayani obrolan Fitri tentang macam-macam hal. Jelas sekali bahwa perjalanan pertamanya ke luar negeri ini membuat perasaanya meluap-luap, dan aku menjadi sasarannya.</p>
<p>Aku cerita tentang buruknya musim dingin bulan November di bagian tengah atau pedalaman sebelah timur Canada. Tapi matanya bersinar- sinar kalau aku ceritera tentang hangatnya dan indahnya kota Vancouver di pantai barat Canada. Ia sendiri berceritera misalnya tentang Padang, dan tentang percobaan pacarannya dulu yang menjemukan. Maklum pacarnya dulu adalah jenis anak kompleks perumahan pejabat yang masih hijau tapi bergaya salon, boros dan tak tahu cara berciuman yang menyenangkan. Sejak lulus SMA dua tahun lalu ia tidak berhubungan lagi dengan pria itu. Aku dan Fitri kemudian ngobrol tentang pekerjaan-pekerjaan LSM yang kutekuni, tentang kegiatan renangku, tentang pacar-pacarku, dan tentang pengalaman seksualku yang dimulai sejak usia 14 tahun. Fitri mendengarkannya dengan rasa ingin tahu yang besar.</p>
<p>Malam beranjak larut ketika lampu kabin pesawat mulai meredup dan layar televisi menayangkan film Titanic. Perhatian kami berdua terfokus ke layar sambil kadang-kadang bertukar-kalimat- kalimat pendek. AC kabin pesawat lama-lama menyemburkan hawa sangat dingin. Fitri tidak membawa satupun baju hangat. Kemeja putihnya yang agak tipis membuat bahunya kedinginan. Lalu ketika selimut dinaikan ke bahu, kakinya kedinginan. Akhirnya selimutku ku berikan untuk menutupi kakinya yang telah dilipat naik ke atas kursi. Lalu aku tiba-tiba ingin merokok. Aku pamit ke kursi paling belakang meninggalkan Fitri.</p>
<p>Tapi lima belas menit kemudian ia menyusulku. Katanya ia tak mau tidur melewatkan pengalaman terbang malam ini begitu saja karena itu ia ingin punya teman bicara. Pembicaraan antar kami terjadi sambil berbisik karena di barisan depan kursi kami ada sepasang kakek dan nenek serta sepasang muda-mudi bule yang nampaknya ingin tidur. Karena berbisik, mulut kami sering mampir dekat sekali ke kuping masing- masing. Ada saja yang ingin Fitri katakan atau komentari. Tiba-tiba pasangan muda bule di depan kami nampak berangkulan sambil berciuman di bawah satu selimut, sedang pasangan kakek-nenek itu mulai mendengkur. Ini jadi bahan pembicaraan Fitri. Ia menyuruhku menebak apakah pasangan muda bule itu sekedar berangkulan atau melakukan keintiman lain. Aku tak begitu tahu dan pantang mengintip mereka.</p>
<p>Karena itu aku menjawab Fitri dengan membangun imajinasiku tentang mereka. Kataku: &#8220;Mereka pasti berciuman dengan bibir, saling memagut lidah, kemudian saling menjilati kuping masing-masing&#8221; . Kata Fitri, ia tak tahu kalau gairah bisa timbul kalau kuping dijilati. Karena itu aku suka memberi penjelasan yang diikuti Fitri dengan serius. Kadang- kadang aku melucu. Fitri gemas dan bergerak refleks menggaruk dadaku tepat di radius sekitar puting susuku sebelah kanan kemudian bergantian ke kiri. Ia senang melihat aku menggelinjang. Baginya, aku berhasil dikerjain. Aku ingin membalasnya tapi sungkan melakukannya langsung. Terlalu kekanak-kanakan rasanya. Fitri tahu aku agak menjaga perilaku sebagai fasilitator kelompok. Karena itu Fitri tampak tidak waspada. Padahal aku sedang menunggu kesempatan yang baik. Ketika Fitri mencoba mengenakan penutup yang dibagi parmugari, aku gunakan kesempatan itu. Setelah menunggu beberapa menit aku mencolek dadanya. Aku sengaja, dan melihat gelinjangnya. Sejauh itu Ia tak marah ketika beberapa kali aku menggodanya dengan cara itu. Tiba-tiba posisi duduk pasangan muda bule di depanku berubah. Kepala sang perempuan yang duduk itu tampak lebih tinggi dari kepala pasangannya. Rupanya ia pindah duduk ke atas paha laki-lakinya. Fitri menyuruhku menebak apa yang mereka lakukan. Kataku, mereka pasti sedang berpangkuan. Mereka &#8220;coitus&#8221;. Ia memaksa aku menjelaskan arti &#8220;coitus&#8221;. Aku bicara terus terang. Coitus itu sanggama. Perempuan bule di depan itu sedang memasukan kemaluan laki-lakinya ke dalam lobang vaginanya sambil duduk di pangkuan sang laki-laki, kadang-kadang menegakan badannya, kadang- kadang menyandarkan punggungnya ke dada sang laki-laki. Keduanya tetap menatap ke depan, tapi tangan sang laki-laki berada di pangkal paha bagian dalam sang perempuan, mengusap-usap pinggiran bibir kemaluan sang perempuan dan menimbulkan rangsangan tambahan bagi sang perempuan. Fitri mendengarkan serius ketika aku mengatakan bahwa itu posisi yang enak bagi keduanya. &#8220;Mengapa&#8221;, tanya Fitri polos</p>
<p>Dikiranya aku mengarang. Tapi lama-lama suara lenguhan lembut sang perempuan terdengar. Lalu perempuan itu bergerak antara duduk dan setengah berdiri. Kepalanya terdongak setengah ke arah langit-langit kabin. Fitri mengintip dan ia sempat melihat pinggang perempuan bule itu telanjang sampai ke kaki, ketika selimut yang tak kuasa melindungi gerakan mereka tersibak. Pas di bawah paha dan pantat perempuan bule itu terlihat bagian pinggang laki-laki yang juga telanjang hingga ke kaki. Fitri menggambarkannya kepadaku, lalu aku menafsirkannya sebagai senggama dengan kenikmatan terbanyak pada laki-laki. &#8220;Bagaimana enaknya Mas ?&#8221;, tanya Fitri. &#8220;Ya, karena batang kemaluan sang lelaki yang keras itu diayun ke arah bawah lalu ke atas lagi. Sedang tangan sang laki-laki bebas meraba-rasa putting payudara perempuan dan mengusap-usap pinggir kemaluannya. &#8221; &#8220;Terus Mas ?&#8221;, tanya Fitri lagi. &#8220;Akibatnya, penis laki-laki yang diayun itu bertambah keras dan terasa dibelit-belit vagina perempuan yang pasti hangat. Sementara sang perempuan menerima banyak rangsangan luar pada payudara maupun pada bibir kemaluannya&#8221; . Ia nampak kurang mengerti sehingga aku mencontohkan posisi penis dalam kemaluan perempuan itu dengan menggunakan jari-jari kedua tanganku, kemudian menunjukan bagaimana dengan posisi duduk berpangkuan, tangan sang laki-laki leluasa beroperasi. Ia senyum-senyum sambil sekali-sekali melipat kedua tangannya dengan ketat ke dada. Atau bersikap hendak tidur tapi ketika sudut mataklu melihat mata Fitri terpejam, aku menggodanya dengan menyentuh puting susunya dengan garukan lemah. Ia menggeliat, mencubit pangkal lenganku, kemudian pahaku. Beberapa kali itu terjadi sehingga aku merasa terangsang; bukan karena cubitannya, tetapi karena jariku mendapati puting susunya mengeras. Untuk menghindari godaanku, Fitri melipat tangan kursi yang memisahkan &#8220;seat&#8221; kami, lalu menyandarkan dadanya rapat-rapat ke lenganku. Aku tahu, bahwa posisi ini lebih memudahkan aku menggodanya. Apalagi kemudian posisi pasangan bule di depan kami berubah lagi. Sang perempuan kembali duduk lalu berbaring di kursinya, sedang sang lelaki menundukan kepalanya agak dalam ke arah selangkangan perempuan itu. Tak terlihat apa-apa kecuali kepala sang laki-laki yang bergerak naik-turun. Tapi suara lenguhan mereka yang tertahan dan sengaja dipelankan itu tetap terdengar. Nampaknya Fitri bergairah ketika mendengar penjelasan imaginatifku tentang apa yang mereka lakukan. Ia bersandar lebih rapat ke lenganku sehingga aku merasa kekenyalan bukit payudaranya yang tidak besar itu, tepat tersandar di lenganku. Aku heran, payudaranya kecil tetapi putingnya agak gede dan berdiri tegak meninggalkan tanda bulat di dada kemejanya. Tapi aku tahu persis bahwa semua ceritera intim dan gesekan tubuh kami merupakan fore-play yang effektif. Di kemudian hari Fitri berceritera bahwa akulah lelaki pertama yang bicara padanya terus- terang mengenai hal-hal yang membuat jantungnya berdebar, perutnya menegang, putting susunya mengeras dan selangkangannya dibasahi oleh cairan kental vagina yang hangat. Akulah lelaki pertama yang digaulinya tanpa rasa kuatir atau perlu menutup diri. Tapi dia merasa aku tidak agresif dan itulah yang membuatnya amat penasaran. Putting susunya selalu aku sentuh pada saat yang tepat dan antara sengaja dan tidak sengaja; sehingga rasa takut atau malunya berganti dengan rasa gatal yang menebar diujung-ujung syaraf tubuhnya.</p>
<p>Malam terus mendaki, sementara lengan tangan kananku telah berada di tengah-tengah susu Fitri. Kepalanya bersandar di bahuku, setengah tertidur. Lalu jari-jari tangan kananku sering hinggap mengelus rambut di atas dahi atau keningnya. Berat badannya Fitri hampir jatuh seluruhnya di lengan kananku sehingga ketika bagian bawah lengan kananku bergerak ke atas mengusap rambutnya, lengan kanan bagian atas akan menggeser buah dadanya. Kalau aku agak menekan-nekan buah dadanya, jari-jari tangan kiri Fitri meremas paha kananku. Aku tahu, Fitri sedang menikmati susunya terusap-usap. Aku mencoba melakukannya dengan sangat lembut sehingga Fitri tidak menolak. Nampaknya Fitri memilih menikmati perasaan gairah dan gatal, ketimbang menyingkirkan lenganku dari bidang dadanya. Gesekan itu terus kulakukan berulang- ulang dan semakin terasa tekanan dada Fitri semakin rapat ke lenganku.</p>
<p>Kugamit tangan kanannya yang semula disandarkan ke lututnya yang sedang ditekuk di atas tempat duduk, kugenggam dengan jemari tangan kiriku, kemudian secara refleks kubawa ke bibirku, kukecup lembut lalu kusandarkan kembali di dadaku. Beberapa kali jari-jari Fitri kutarik masuk dan menggeser perlahan putting susuku. Ia hanya mengikuti tutunan tangan kiriku saja. Lalu aku menggelinjang. Fitri berbisik: &#8220;Rasanya seperti apa Mas ?&#8221; Aku tak menjawab tapi aku menggeser lengan kananku persis di atas putting susunya. &#8220;Seperti ini Mas ?&#8221; tanyanya sambil senyum. Wajahku menoleh ke kanan, mendekat ke kupingnya, lalu aku berbisik beberapa milimeter dari daun kupingnya : &#8220;Rasanya merangsang&#8221;. Napasku terasa menggelitik di rongga kupingnya tapi karena lengan kirinya berada di balik lengan kananku sedang lengan kanannya berada di dadaku dan didekap tangan kiriku, Fitri tak bisa menghalangiku dengan tangannya, sedangkan badannya tak juga bisa digerakan bebas. Ketika Fitri tak bisa menghindari semburan nafas hangatku yang mengusik rongga kupingnya, kepalanya ditekan ke bahuku,<br />
&gt;<br />
Aku tahu, gairahnya muncul dari puting susunya yang ketekan dan keusap-usap oleh lengan kanan-ku bagian atas. Sebelum kepalanya tiba di bahuku, kupingnya bersentuhan bibirku. Lidahku kujulurkan ke arah telinga Fitri lalu kujilat dua kali. Aakh, suara Fitri tertahan. Tangan kanannya bereaksi meremas dadaku, menggeser putting susuku kembali. Malam terus merangkak naik. Tangan kananku berpindah ke lutut Fitri sambil bergerak turun membelai paha bagian dalamnya. Fitri terpejam. Aku terus melakukannya dengan sangat lembut. Dan ketika tangan kiriku yang mengenggam tangan kanannya kubawa turun hingga punggung jari-jari tangan kanannya berhenti tepat di atas selangkanganku, Fitri yang setengah tertidur agak tersentak. Bersamaan dengan itu jari-jari tangan kananku mengelus pahanya hingga turun menyentuh bagian atas vaginanya dari luar celana panjang. Fitri secara refleks merapatkan jarak pahanya sambil menggumam lemah : &#8220;Mmmm, nakal ya Mas&#8221;. Aku lebih menekan punggung tangan Fitri ke atas posisi penisku yang semakin mengeras, menegang. Dan reaksi Fitri terasa pada bagian atas lengan kananku yang menyandar di buah dadanya. Ia terkadang menjepit bagian bawah lengan kananku yang kini bertumpu di atas posisi vaginanya, dengan pahanya. Aku agak terkejut ketika ruas jari tengahku terasa menyentuh satu titik yang basah di celana panjang Fitri, tepat di daerah mulut kemaluannya. Sementara itu film di layar televisi telah berakhir, cahaya dalam kabin semakin meredup. Perempuan bule di depan tempat duduk kami kini nampak duduk mengangkang di atas paha lelakinya sambil menekuk lututnya yang bertumpu ke atas tempat duduk sang lelaki. Mereka nampak sambil saling melumat bibir. Fitri menangkap pandanganku dan menuruti arah tatapanku ke pasangan bule itu. Sementara itu aku menekan permukaan celananya dengan telapak tangan kananku. Fitri meremas dadaku sampai hampir seperti mencubit.</p>
<p>Mas..&#8221; Katanya, Aku menolehkan kepala hingga mulutnya sangat dekat ke pipiku. Lalu ia berbisik. &#8220;Aku belum pernah begini Mas. Malu, aku&#8221;. Aku lalu memindahkan tanganku dari permukaan jeansnya di tengah selangkangannya lalu tanganku berpindah ke rambutnya. Aku ingin menenangkan dirinya sambil mengusap rambutnya. Tapi beberapa menit kemudian tanganku kembali ke selangkannya. Aku menekan perlahan sambil mengusap. &#8220;Kamu mau ke toilet Fit&#8221; tanyaku. Ia menggeleng : &#8220;Sebentar lagi Mas.&#8221; Aku tahu Fitri hendak menikmati suasana ini yang baru pertama kalinya dirasakannya. Lalu aku terus memijat sambil merasakan reaksinya dari tangan kanannya yang mencubit dadaku dan pahanya yang menjepit-jepit tanganku. Tanganku lalu naik ke arah retsleiteng celananya memberi isyarat. Ia tidak berreaksi apa-apa lalu tangan kiriku bergerak cepat membantu menemukan retsleitingnya. Dari posisi restleiting, tangan kiriku langsung ke kancing celananya. Sambil mengangkat kepala menoleh kiri-kanan, Fitri menurunkan kakinya yang semula melipat ke atas kursi. Good &#8230; Lalu aku berbisik, &#8220;Fit, aku ambil selimut ya !&#8221;. Ia mengangguk. Lalu aku berdiri. Fitri berkesempatan merenggangkan tubuhnya. Aku pikir itu baik sebagai selingan. Aku mengambil dua selimut di kursi kami. Kutebar pandanganku ke sekeliling dan mendapat semua penumpang sedang tertidur. Hanya satu-dua orang yang sedang membaca dengan bantuan lampu baca di atas tempat duduknya. Kedua selimutnya kami pakai menutupi bagian bawah tubuh kami. Ketika tanganku menebar selimut di atas paha Fitri, aku mendapati kancing dan retsleiting celananya telah terbuka. Fitri menyambut ujung selimut dari tanganku dan menariknya ke arah perutnya.</p>
<p>Aku menangkap moment itu lalu jari-jari kananku yang terlepas dari selimut singgah di permukaan celananya yang telah terbuka. Jari tengahku menangkap permukaan celana dalamnya yang halus. Kulebarkan jari-jariku dan mulai mengusap bagian rambut kemaluan Fitri. Usapan itu tidak langsung menyentuh vaginanya sehingga tubuh Fitri tidak menegang, tapi ia nampak menunggu. Lalu setelah lima menit jari tengahku turun bebera senti ke arah klitorisnya. Kedua tangan Fitri saat itu memeluk bagian atas lengan kananku. Payudaranya terasa menekan lenganku. Rupa ia hanya memakai semacam singlet, tanpa kutang sehingga bentuk payudaranya yang asli dan belahannya terasa langsung di lengan kananku. Jari tengah tangan kananku lalu menekan klitorisnya dengan tekanan lemah tapi aku sudah merasa denyut klitorisnya satu- dua kali. Fitri betul-betul terangsang. Jariku kemudian bergeser agak kebawah. Klitorisnya terusap tapi tidak ditekan. Ujung jari tengah tangan kananku meluncur hingga ke bagian bawah kemaluan Fitri yang masih terbungkus celana dalam. Terasa basah di bagian ini. Aku memainkan ujung jariku sejenak dengan gerakan memutar. Akibatnya, cairan kemaluan Fitri tersapu agak merata di bagian bawah vaginanya, mendekat ke wilayah sempit antara vagina dan anus. Ketika tanganku kutarik lagi ke tas perlahan, jari tengahku dengan sendirinya mengusap irisan vaginanya. Sementara jari telunjuk dan jari manis-ku agak menekan pinggiran kemaluannya. Aku menarik jari-jariku ke atas sangat perlahan sehinngga jari-jariku berkesempatan merasakan bentuk vaginanya hingga ke pangkal selangkangannya. Lalu ketika jari tengahku tiba di atas klitorisnya, aku kembali menekan tiga kali berturut- turut dan terasa clitorisnya berdenyut. Fitri berreaksi dengan menggigit bagian atas punggungku. Lalu ia berbisik ; Mas, aku nggak enak, rasanya penuh getah, antar aku dong ke toilet.&#8221; Aku tidak menjawab tapi terus menekan-nekan klitorisnya beberapa kali. Fitri kembali meggelinjang dan berbisik : &#8220;Mas aku mau ke toilet&#8221;. Aku tahu ia sukar menahan rangsangan vaginal yang meningkat itu lalu aku menoleh kepadanya sambil jari-jariku mengusap bagian atas kemaluannya yang masih terbungkus celana dalam itu dengan empat lima kali usapan.</p>
<p>&#8220;Ayo, ke toilet Fit&#8221; Aku melepas tanganku, dan Fitri menarik retsleiteng celananya. Kemejanya di biarkan menggantung di luar celananya. Fitri berdiri lalu memeluk tubuhku dari belakang. Kami berjalan perlahan menuju toilet yang jaraknya dekat dengan tempat duduk kami. Seorang pramugari yang duduk di kursinya menatap kami lalu tersenyum. Aku menjulurkan tanganku kepadanya. Ia berdiri dan menyambut tanganku; kami bersalaman lalu aku memperkenalkan Fitri kepadanya : &#8220;Ini isteriku&#8221;. Fitri menjulurkan tangannya tanpa sungkan, lalu kembali mendorongku ke pintu toilet. &#8220;Mbak, punya pembalut&#8221; aku bertanya kepada pramugari. Pasti sang pramugari menduga, isteriku sedang haid. Fitri menggaruk punggungku. &#8220;Ada pak dalam lemari bagian atas, di toilet&#8221; katanya. &#8220;Tapi tak tahu cocok untuk ibu apa tidak&#8221; sambungnya. Aku mengangguk dan langkahku bergerak memasuki toilet bersama Fitri yang masih memeluk tubuhku dari arah belakang. Nampaknya lutut Fitri agak lemas. Dan itu dikatakannya sambil tersenyum di dalam toilet. &#8220;Mas, kakiku gemetar&#8221; ucapnya sambil tersenyum. Aku lalumenyandarkannya ke dinding toilet sambil meletakan jari telunjuk kananku di bibir. &#8220;jangan keras-keras suaranya, Fit&#8221; kataku. Aku kemudian memeluknya..</p>
<p>Aku lalu memeluk dan menyandarkan tubuhnya ke dinding ruang toilet. Kami saling merangkul. Tangannya melingkar dipinggangku erat sekali, lalu kepalanya disandarkan ke dadaku. Lengan kiriku melingkar ke bagian punggung atasnya sambil mengusap turun-naik perlahan. Sedang telapak tangan kananku mengusap sisi kiri atas kepalanya. Kami saling mengunci diri dengan rangkulan selama beberapa menit. Saat itu, hanya perasaan kami yang bicara. Aku merasa mulai terangsang. Ujung kemaluanku mulai basah.</p>
<p>Setelah mengecup dahinya agak lama, pelukanku kukendurkan. Entah mengapa, kepala Fitri kemudian mendongak ke atas dengan mata terpejam. Aku tak membiarkan momentum ini berlalu. Kutundukan kepalaku lalu bibirku mencari bibirnya. Dicium tiba-tiba saat itu, bibir Fitri tidak bereaksi apa-apa, padahal sat itu aku telah mulai mengecup dan mengulum bibirnya. Sambil mengecupnya kueratkan pelukanku sambil sekali-sekali mengusap punggungnya. Lambat-laun Fitri berreaksi. Ia mengatupkan bibirnya lalu mulai mengisap bibir atasku. Ketika lidahku menyapu bibirnya, lidah Fitri terasa juga bergerak mengelus bibirku.</p>
<p>Tubuh Fitri yang merapat ke tubuhku memungkinkan dadaku merasakan kekenyalan buah-dadanya. Lama aku mengisap bibir bawahnya dengan lembut, sambil menggeser dadaku ke tonjolan buah-dadanya. Fitri pasti merasakannya sebab kulihat ia memejamkan matanya. Makin lama kami saling memeluk dan mengulum bibir, makin terasa ada rangsangan seksual tertentu yang menjalar di tubuh kami. Ketika lidahku menggeser bagian dalam bibirnya, Fitri memberikan respons yang seimbang. Sambil mereguk kehangatan sapuan lidahnya, telapak tanganku kugerakan ke arah depan tubuhnya dan tiba di atas bukit payudaranya. Kurasa lidah Fitri menjilat cepat sambil sesekali menekan bibirku. Mengetahui ia terangsang, telapak tangan kananku bergeser ke bawah lagi hingga jari- jariku tiba tepat di atas ujung puting susunya, Gesekan pada puting susunya membuat Fitri menggigit bibir atasku. Mula-mula perlahan tetapi lama-lama menimbulkan sedikit rasa perih. Lalu, ketika kedua jariku kembali meremas puting susunya, Fitri menarik bahunya agak ke belakang. Mungkin dengan begitu rasa geli di ujung puting susunya dapat diatasi. Tapi karena bibirnya masih dipagut bibirku gerakan itu tidak membuat dadanya menjauh. Setelah telapak tanganku merasakan bentuk buah dadanya beberapa saat, kugeser tanganku sedikit lagi ke arah bawah hingga ruas jari tengah tangan kananku tiba di atas putting susunya. Fitri menggigit bibirku, lalu menggumam : &#8220;Mmh &#8230;&#8221; kemudian menghembuskan napasnya. Semburan keras nafasnya itu membuatku menahan sapuan jariku sejenak, tapi tak pindah dari ujung bukit payudaranya.</p>
<p>Bunyi hembusan nafas Fitri itu merangsangku sehingga jempolku ku geser menuju putting susunya, menekan sisi kanan puting susunya sementara ruas jari tengahku menahan sisi kiri. Fitri berhenti mengisap bibirku. Lidahnya seperti tertarik ke belakang, mulutnya setengah terbuka, matanya terpejam. Aku membiarkannya menarik nafas dan sejenak mengalami rangsangan yang terpusat di payudaranya. Sesudah itu jariku bergerak kembali, memilin-milin ujung puting susunya. Nafas Fitri terasa memburu seiring pilinan jariku di puting susunya. &#8220;Mas.. akh&#8221; suaranya lirih. &#8220;Aku mau pipis&#8221; katanya. Aku mengerti rasa itu tapi aku membiarkan Fitri mengetahuinya langsung. Kuhentikan pilinan jari pada puting susunya. Kedua lenganku pindah melingkari punggungnya. Fitri merapatkan tubuhnya ke tubuhku dengan melingkarkan kedua lengannya ke leherku. Ia memelukku erat sekali, seakan berharap dengan begitu gejolak yang memenuhi dada dan perutnya bisa teredam. Beberapa saat kemudian kuregangkan pelukanku dan bergeser sedikit ke kiri, memberi isyarat agar ia ke toilet di sebelah kanan kami. Fitri melepas rangkulannya di leherku lalu mengarahkan pandangannya ke tempat buang- air. Kesempatan ini kugunakan sekaligus untuk memperbaiki posisi penisku. Kumasukan tangan ke dalam celanaku, memegang kepala penisku dan menariknya ke atas, ke arah pusar, hingga rasa perih yang dari tadi menyertai rasa nikmat di batang kemaluanku terhenti. Kini hanya tinggal rasa nikmat di sekujur batang kemaluanku yang mengeras itu.</p>
<p>Sebetulnya terpikir untuk melucuti saja celanaku biar lebih enak. Tapi kemudian aku berpikir, biarlah saja Fitri yang melakukannya jika ia mau. Sejenak, kedua pikiran itu saling berlawanan. Bukankah kalau aku telanjang, Fitri bisa semakin terangsang ? Aku sendiri tak begitu pasti. Sebab sedari tadi ketika gairah datang berulang melecut-lecut syarafnya, Fitri tak menunjukan tanda ingin melepas bajunya, atau menuntun tanganku ke balik kemejanya yang masih utuh terkancing. Ahirnya kuputuskan biarlah tangan halus Fitri yang melakukannya jika ia mau. Dengan begitu, aku tentu akan lebih memahami apa yang sedang dialaminya.</p>
<p>Fitri bergerak mendekati toilet, tapi kemudian berhenti. Tubuhnya sedikit membungkuk seperti ingin menahan sesuatu yang bergejolak di bagian bawah perutnya. Aku tahu, tubuhnya baru mulai berlatih mengenal gejolak seksual yang beberapa saat lalu sempat membuatnya melayang. Aku lalu memeluknya dari belakang dan menariknya ke arah tubuhku. Bongkahan pantatnya lebih dulu tiba, menekan batang penisku di balik celana yang telah mengeras. Lalu ketika tubuhnya menegak, telapak tanganku kembali menjamah bukit payudaranya. Ia menyandar ke tubuhku dengan nafas terengah. Matanya terpejam. Bagian atas pantatnya kembali menekan penisku. Aku suka merasakan sensasi yang ditimbulkan oleh tekanan pantatnya ke batang kemaluanku. Tak sadar aku mendesah : &#8221; Aghhh&#8230;&#8230; !&#8221; ketika terasa ada gerakan kecil di balik kulit bagian bawah batang kejantananku. Kelelakianku memang mengeluarkan cairan yang terus membasahi bagian kepala penisku. Inilah saatnya bagiku untuk melakukan penetrasi ke dalam liang kewanitaan Fitri, jika kami berdua telanjang. Tapi gerakan tubuh Fitri membuatku melepas lagi pelukanku. Ia bergerak ke toilet. Lalu kubalikan tubuhku menghadap ke cermin. Dari cermin kulihat Fitri membuka celana panjangnya, menurunkan bagian atas celananya sekaligus dengan celana dalamnya hingga ke tengah pahanya. Bukit pantatnya yang putih terlihat pertama kali ketika celana diturunkan. Ada dua tahi lalat terlihat di bongkahan kanan pantatnya. Satu yang agak besar terletak agak ke atas mendekat ke garis pinggang. Sedang bulatan yang lebih kecil dibawahnya, mendekat ke lekukan pantat. Fitri lalu membalikan badan dan duduk di toilet. Aku membasuh tangan dengan air dingin tanpa tujuan; seperti orang tolol. Melihat bagian bawah tubuh Fitri yang telanjang itu, aku semakin ingin memasuki ruang kemaluannya yang pasti sedang basah itu dengan batang kelelakianku. Dengan bantuan cermin, mataku bergerak menyapu sudut-sudut ruang sempit itu, seakan mencari tempat yang memadai untuk melengkapi pikiranku tentang persetubuhan. Tanpa sadar, Fitri mengamatiku. Lalu ketika melalui cermin mataku kembali hinggap pada tubuh setengah telanjang di balik punggungku, Fitri menangkap pandanganku. &#8220;Ha&#8230; ngintip ya !&#8221; katanya. &#8220;Nggak&#8221;, jawabku, sambil senyum dan kembali membuka kran wastafel.</p>
<p>Hampir dua menit berlalu, aku tidak mendengar bunyi orang buang air kecil. Memang, Fitri tadi tidak sedang menahan rasa kencing. Ia sedang sangat bernafsu. Pijaran nafsunya itu menjalari vaginanya, membangkitkan rasa gatal yang disertai denyut-denyut pendek, yang dipahaminya sebagai rasa ingin kencing. Vaginanya sebenarnya sedang mengalami rasa rindu dijejali batang penis laki-laki yang belum disadarinya. Dengan pikiran itu aku membalik tubuhku lalu bergerak menghampirinya. Fitri terkejut mendapati diriku tiba-tiba jongkok di hadapannya. Ia sadar bahwa bagian bawah perutnya yang telanjang itu kini terpampang di depan mataku&#8230; dekat sekali. Dalam keadaan normal ia pasti merasa malu. Tapi gerakanku yang tiba-tiba itu menghilangkan kesempatan munculnya rasa malunya. Celana panjang dan celana dalamnya masih diposisi tengah paha dan dari jarak dekat kusaksikan pinggang dan pahanya yang telanjang itu benar-benar mulus. Tepat di antara pangkal pahanya, bulu-bulu kemaluannya tampak lebat, hitam. Di bagian pahanya nampak bulu-bulu panjang dan halus. Lalu, kedua telapak tanganku bergerak menjamah kedua pipinya. Matanya memandangku. Bibirku maju mendekat ke bibirnya lalu aku mengecupnya. Kedua lengan Fitri kembali melingkari leherku. Aku berhenti mengecup seketika lalu memandanginya sambil tersenyum. Dan ketika aku kembali mengecupnya, tangan kiriku kutarik dari pipi kanannya lalu kumasukan ke celah pahanya. Segera saja jari tengahku telah berada pada irisan kemaluan Fitri. Kurasa bibirku diisap keras oleh Fitri. Pasti jariku merangsangnya. Lalu jari tengahku bergerak menekan klitorisnya. Fitri menggeram panjang. Jariku terus menggosok klitorisnya. Pantat Fitri sedikit terangkat dari dudukan toilet dan tangannya yang melingkar di leherku terasa menarik kepalaku. Lalu dengan suara menggeram yang semakin keras, Fitri tiba di puncak gairahnya. Aku menariknya berdiri, sementara jemari tangan kiriku masih tertempel di vaginanya. Kulakukan gerakan menekan pada vaginanya, tapi kali ini seluruh permukaan vaginanya mengalami tekanan. Aghhh&#8230;. Fitri kembali mengeluarkan suara tertahan. Aku terus mengecupnya. Tubuhnya masih menegang ketika ia tegak dan merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Kukecup terus kehangatan di bibirnya, sementara jemari lengan kiriku masih di jepitan bagian dalam pahanya. Fitri tiba-tiba menarik kepala dengan keras ke belakang. Ciumanku terlepas. Lalu ia memandangku dengan wajah yang tak bisa kumengerti. Aku memandangnya dengan rasa tidak paham. Lalu ia mendorong kepalanya ke dadaku. Tangan kanannya mencubiti lenganku keras sekali. &#8220;Massss&#8230;&#8221; hanya itu yang bisa ia katakan. &#8220;Aku nggak apa-apa kan?&#8221; tanya Fitri sambil terus menyandarkan kepalanya di dadaku. Aku menjawab dengan memeluknya agak erat. Ia membalas pelukanku. Lalu kepalanya menengadah, bibirnya mencari bibirku, kami saling memagut. Fitri mengisap bibir bawahku sangat keras. Sementara itu celananya dibiarkan tetap di bawah lututnya. Perut dan pahanya yang telanjang menempel di tubuhku lalu pada saat yang sama Fitri merasakan tonjolan batang penisku yang masih tetap berada di balik celanaku. &#8220;MMmmmm&#8221; ia menggumam. Aku tak tahu artinya. Tapi suara itu membuat jemari lengan kananku kembali mencari payudara kirinya. Fitri mendesah sebab aku kembali menekan putingnya dengan keras. Kedua lengannya kemudian terjatuh ke kedua sisi tubuhnya. Kupindahkan lengan&gt; kiriku dari vaginanya ke bawah ketiaknya dan kurasakan sebagian berat tubuhnya menggantung di lenganku. Tapi bibirnya tetap mengulum bibirku. Lengan kananku kemudian melepas payudaranya dan bergerak ke arah punggungnya, menggantikan fungsi lengan kiri menopang sebagian berat tubuhnya. Kemudian lengan kiriku secara refleks mencari jemari lengan kanannya. Jemari kami saling memagut lalu birahi kami menggerakannya memasuki sedikit celah di antara bagian bawah tubuh kami. Punggung jemari Fitri kini berada di depan celanaku. Beberapa saat tangannya menetap di sana, merasakan seluruh gejolak rangsangan yang tanpa henti menahan ketegangan otot-otot kemaluanku. Ketika kutarik lengan kiriku aku merasa pangkal jemari Fitri bergerak menyapu permukaan celanaku, ke kiri dan ke kanan. Setiap gerakan menimbulkan senggolan pada batang kemaluanku. Oh nikmatnya gerakan itu. Lengan kiriku bereaksi segera ke arah pantatnya dan bergerak menyapu permukaan bukit yang padat itu beberapa kali sebelum kubiarkan berlabuh di sana dalam posisi meremas.</p>
<p>Fitri kemudian berdiri tegak lagi di atas kedua kakinya. &#8220;Mas!&#8221;. Aku memandangnya sejenak. &#8220;Itunya keras ya !&#8221; kata Fitri.&#8221;Mmm.. &#8221; hanya itu jawabku sambil terus memilin puting payudaranya. &#8220;Mas, boleh Fitri liat ?!&#8221; ujarnya dengan raut wajah ingin tahu. Aku mengangguk dan dengan segera kuturunkan restleting celanaku, kutarik celana dalamku ke bawah sehingga seluruh batang kelelakianku menyembul keluar. Kuraih jemari Fitri lalu kutuntun ke arah kumpulan otot kelelakianku yang telah sangat tegang itu. Fitri mengenggamnya. Rasanya sangat enak.</p>
<p>Seluruh jari dan telapak tangan Fitri menggenggam erat batang penisku. Kupejam mataku, biar sensasi ini tak lalu begitu saja. Kulit harus telapak tangan dan jari-jari Fitri yang sedang menggenggam erat penisku terasa mengalirkan rasa hangat. Mula-mula Fitri hanya menggenggam erat tapi kemudian ketika pantatnya kuremas, genggaman jari-jari Fitri terasa berubah menjadi remasan berulang-ulang di batang kemaluanku. Lengan kirinya kemudian naik merangkul kembali leherku, lalu kami berciuman. Bibirnya masih basah dan udara dari rongga mulutnya terasa hangat di ujung-ujung bibirku yang dikulumnya.</p>
<p>Sementara itu semakin diremas, batang penisku semakin mengeras seakan hendak meledak. Aku tak tahan lalu kutarik tubuhnya merapat ke tubuhku. Batang kelelakianku terasa menyentuh bagian bawah pusarnya. Kulit ujung kemaluanku seakan bisa merasakan kehalusan kulit perutnya. Buah pelirku juga terasa menyentuh bulu-bulu kemaluan Fitri yang lebat. Aku kemudian menekan batang kemaluanku ke perutnya sambil mempererat rangkulanku di pinggang Firi. Tekanan itu membuatku tubuhku bergetar, hangat dan rasa gatal di bagian dalam kemaluanku bagai teratasi ketika batang kejantananku yang diremas jemari Fitri itu kutekan-tekan keperutnya. Jemari lengan kiriku kemudian berpindah dari bongkahan pantatnya setelah kuremas beberapa kali dengan sangat bernafsu. Kini jemariku meremas jemari Fitri sekaligus meremas batang kelelakianku. Aku berbisik, &#8220;Fit&#8230;. Aku ajarin cara kocoknya ya !&#8221;.</p>
<p>Ia mengangguk. Lalu aku menggenggam jemarinya yang melekat di batang penisku. Kutarik jemarinya agak ke arah kepala kemaluanku sampai jarinya menyentuh bagian tanpa kulit di ujung kemaluanku yang berbatas lekukan itu Aku merasa ada cairan yang mengalir lagi keluar dari irisan mulut penisku oleh gerakan itu. Lalu kugeser lagi jemari Fitri ke arah pangkal batang kelelakianku. Fitri menyandarkan kepalanya di dadaku. Ia nampak terangsang ketika kurasa dadaku digigitnya. Tangan kananku kemudian meremas pantatnya, beberapa kali, sementara Fitri mengocok kemaluanku perlahan. Agak kaku dan lambat, tapi remasan jarinya yang keras di batang kemaluanku mampu mengirim lebih banyak sinyal gairah keujung-ujung saraf tubuhku.</p>
<p>Ding-dong.. ding-dong&#8230; . tiba-tiba terdengar bunyi bel yang biasanya mengawali pengumuman pilot atau pramugari pesawat. Pelukan Fitri mengendor. Ciuman kami terlepas tetapi jemari lengan kiriku segera membungkus jemari Fitri yang sedang meremas batang kelelakianku. Aku memperkeras remasannya dan tak mau bagian ini terlepas dari tangannya sambil mempercepat gerakan mengocok. Kepalaku mendongak ke atas merasakan gairah, lalu jemari kananku kembali mengusap pentil susu Fitri. Secara perlahan genggaman jemari kami berdua yang sedang membungkus batang kemaluanku itu bergerak menyapu bagian bawah pusar Fitri. Kulepas genggaman jemari lengan kiriku dan kini Fitri yang menggeser penisku ke kulit bagian bawah perutnya, sambil sesekali mengocok. Lantai pesawat terasa bergoyang. Tiba-tiba terdengar ketukan tiga kali di pintu toilet. &#8220;Mas..&#8221; kata Fitri perlahan. Aku melepas jemariku dari puting susunya. Aku lupa bahwa kami berdua sedang di toilet pesawat. Tanpa sadar Fitri telah melepas genggamannya dari batang penisku, yang otomatis mulai kehilangan ketegangan. Aku segera memasukannya kembali, menarik retsletingku ketika kulihat Fitri menunduk dan menarik celana panjang dan celana dalam cream-nya ke atas. Kami berdua merapikan pakaian lalu membuka pintu. Pramugari berdiri di luar pintu sambil memberi tahu cuaca buruk sehingga penumpang harus kembali ke tempatnya. Aku tak ingat lagi apakah tadi lampu isyarat &#8220;fasten seat belt&#8221; menyala di toilet atau tidak. Aku tahu pramugari menangkap air muka kami yang baru saja terlepas dari belitan gairah di setiap sudut vital tubuh kami berdua. Untung cahaya lampu di kabin sangat redup. Aku mengangguk kepadanya sambil mengucapkan terima kasih. Sudut mataku menangkap wajah Fitri yang masih dipenuhi gelora birahi. Ia menunduk. Kugenggam tangannya lalu kami berdua menuju seat kami di bagian belakang. Kami menebar selimut menutupi tubuh kami berdua dari bawah leher hingga ke lutut. Aku duduk agak menyamping ke arah Fitri lalu lengan kiriku kuselip ke balik kemejanya. Fitri merebahkan kepalanya ke pundakku sambil terpejam.</p>
<p>Tangannya kirinya baru tiba ke selangkanganku, menemukan penisku yang tidak menonjol karena lemas, ketika lampu kabin tiba-tiba menyala.Terdengar suara pramugari, beberapa menit lagi kita akan mendarat di lapangan terbang internasional Honolulu, Hawai. Kami saling memandang dan tersenyum. Gairah yang mengelegak itu baru saja kami bagi bersama menjelang memasuki pintu gerbang USA. Aku membisikannya ke Fitri lalu ia tersenyum, sementara goncangan kecil terasa ketika roda-roda pesawat keluar secara otomatis. Aku baru ingat, bahwa kami harus mengisi formulir keimigrasian. Aku duduk tegak, melepas selimut dan merapikan bajuku, lalu mengajak Fitri mengisi formulir itu. Sepintas lalu kulihat bajunya agak kusut terutama di bagian dada. Aku berbisik, &#8220;Fit, maafkan aku !&#8221;.Ia memandang tajam mataku langsung seperti biasanya, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke formulir imigrasi USA yang harus diisinya, sambil menggumam : &#8220;Sekarang ajarin aku Mas, bagaimana baiknya mengisi formulir ini&#8221;.</p>
<p>sumber: duniasex.com</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/kirani-mahasiswi-bugil-ngeseks.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kirani Mahasiswi Bugil Ngeseks</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/nikmatnya-tubuh-molekmu.html" rel="bookmark" class="crp_title">Nikmatnya Tubuh Molekmu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/asmara-yang-tertunda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paha Mulus Denada</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/paha-mulus-denada.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/paha-mulus-denada.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 04:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artis Telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[artis seksi]]></category>
		<category><![CDATA[denada]]></category>
		<category><![CDATA[paha mulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[Paha-mulus&#8212;Delon-Elus-memek&#8212;Denada-Tambunan-Foto-Bugil-Pribadi &#8230;
Paha-mulus&#8212;Delon-Elus-memek&#8212;Denada-Tambunan-Foto-Bugil-Pribadi&#8212;Gaya-di-depan-HP-Rini-Idolaku &#8211; CewekIdaman.info &#8211; Adult website contains Indonesian &#8230;
Denada Telanjang Paha Memek Bali &#124; Cerita Dewasa Cerita Panas
adegan film ngentot, foto memek, model bugil, model telanjang dedy delia delima della den denada video bugil amatir toket gede paha mulus cewek cantik bugil &#8230;
Gossip Denada Telanjang Paha Memek Bali &#124; Terlalu.com
Keyword: &#8216;denada telanjang paha memek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Paha-mulus&#8212;Delon-Elus-memek&#8212;Denada-Tambunan-Foto-Bugil-Pribadi &#8230;<br />
Paha-mulus&#8212;Delon-Elus-memek&#8212;Denada-Tambunan-Foto-Bugil-Pribadi&#8212;Gaya-di-depan-HP-Rini-Idolaku &#8211; CewekIdaman.info &#8211; Adult website contains Indonesian &#8230;</p>
<p>Denada Telanjang Paha Memek Bali | Cerita Dewasa Cerita Panas<br />
adegan film ngentot, foto memek, model bugil, model telanjang dedy delia delima della den denada video bugil amatir toket gede paha mulus cewek cantik bugil &#8230;</p>
<p>Gossip Denada Telanjang Paha Memek Bali | Terlalu.com<br />
Keyword: &#8216;denada telanjang paha memek bali&#8217;. gadis lugu toket gede &#8230; dwi putrantiwi bugil dwi putrantiwi telanjang paha mulus dwi putrantiwi belahan dada &#8230;</p>
<p>Artis dan Model Seksi: Montoknya Denada<br />
Montoknya Denada. Thursday, March 18, 2010 by jose. Ni&#8217; cewek wajahnya makin cantik aja, &#8230;.. Foto Sexy paha mulus Qory Sandioriva Putri Indones. &#8230;</p>
<p>HIDUP ITU INDAH: Soal Per Susu an Denada Ngak Kalah<br />
Mulan Jamila Pahanya Mulus · Mulan Jamila Ketahuan Berciuman dengan Dani &#8230; Denada Menurutmu gimana sip ngak · Denada ada apa di balik kaos yang melembung &#8230;</p>
<p>aura kasih bugil: Foto Denada Tambunan Seksi<br />
Foto Denada Tambunan Seksi &#8211; : Tapi yang pasti kalo favorit gue, sihmdashselaen tentunya &#8230; Aura Kasih Mulus · Aura Kasih Paha Mulus · Facebook Aura Kasih &#8230;</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/abg-pamer-paha.html" rel="bookmark" class="crp_title">ABG Pamer Paha</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/paha-mulus-celana-dalam.html" rel="bookmark" class="crp_title">Paha Mulus Celana Dalam</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/paha-mulus-denada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngintip CD Julie Estelle</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/ngintip-cd-julie-estelle.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/ngintip-cd-julie-estelle.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 05:12:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artis Telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[artis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Julie Estelle]]></category>
		<category><![CDATA[ngintip artis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[pemerkosaan artis julie estelle &#124; Zona Bokep Indonesia &#124; 3gp bokep &#8230;
26 Nov 2009 &#8230; Smentara itu , boncel melepas turun celana dalam Julie . sempat gadis itu melakukan &#8230;. video bokep ngintip cd siswi SMA di halte bus
Indonesian Sexy Celebritis: Ngintip Celana Dalam Cewek Bispak
Paling Asik kalau sedang ngintip .. Lihat nih gaya Cewek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>pemerkosaan artis julie estelle | Zona Bokep Indonesia | 3gp bokep &#8230;</strong><br />
26 Nov 2009 &#8230; Smentara itu , boncel melepas turun celana dalam Julie . sempat gadis itu melakukan &#8230;. video bokep ngintip cd siswi SMA di halte bus</p>
<p><strong>Indonesian Sexy Celebritis: Ngintip Celana Dalam Cewek Bispak</strong><br />
Paling Asik kalau sedang ngintip .. Lihat nih gaya Cewek Bahenol ini asyik abis kan &#8230; Julie Estelle · Memek, ngentot, bugil, telanjang, toket gede, tante</p>
<p><strong>Julie-Estelle-Kebelet-Vivis | Cewek Idaman &#8211; Bugil, Artis Bugil &#8230;</strong><br />
Julie Estelle Kebelet Vivis &#8211; Ngintip cd cewek di mall Kopdar Geng Mesum. Jadi ga enak nih. sebenernya orang-orang yang ngajakin nonton bareng&#8211;yaitu geng</p>
<p><strong>Blog Bugil Ku: </strong><strong>Ngintip Celana Dalam Cewek ABG Horny Basah &#8230;</strong><br />
Cewek Bugil Blog Bugil Ku: Ngintip Celana Dalam Cewek ABG Horny Basah Memeknya ! &#8230; Aktris Julie Estelle kembali berakting di film bergenre horor</p>
<p><strong>Foto Cewek Putih Paha Mulus Pakai Rok Mini | Search Results Foto &#8230;</strong><br />
Ngintip Rok Celana Dalam Cewek TamanRia.com Kaskus Archieve: lumayan imut dan &#8230; Julia Perez * Julie Estelle * Karenina * Kirana Larasati * Luna Maya</p>
<p><strong>Memek Perawan Julie Estelle | Video Bokep dan Foto Bugil</strong><br />
Information about Memek Perawan Julie Estelle from Video Bokep Cewek Foto Bugil Gadis &#8230; Video ngintip cewek mandi · Agnes bugil kelihatan celana dalam</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/paha-mulus-celana-dalam.html" rel="bookmark" class="crp_title">Paha Mulus Celana Dalam</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/cewek-rok-mini-hot.html" rel="bookmark" class="crp_title">Cewek Rok Mini Hot</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/ngintip-cd-julie-estelle.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video Bokep India Film 3gp India Memek Cewek India Toket Gadis Seksi</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/video-bokep-india-film-3gp-india-memek-cewek-india-toket-gadis-seksi.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/video-bokep-india-film-3gp-india-memek-cewek-india-toket-gadis-seksi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 15:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[bokep india]]></category>
		<category><![CDATA[memek cewek india]]></category>
		<category><![CDATA[toket gadis india]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/video-bokep-india-film-3gp-india-memek-cewek-india-toket-gadis-seksi.html</guid>
		<description><![CDATA[Video Bokep India Film 3gp India Memek Cewek India Toket Gadis Seksi7 Agu 2009 &#8230; Video Bokep India Film 3gp India Memek Cewek India Toket Gadis Seksi &#8230; video video 3gp Lemmefindblogs bokep cewek smu adegan film ngentot
Kumpulan-3gp-bokep-india.html &#124; Kumpulan Foto Bugil dan Video &#8230;Kumpulan Foto Bugil dan Video Bugil Gadis SMA Mahasiswa Cewek Cantik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Video Bokep India Film 3gp India Memek Cewek India Toket Gadis Seksi<br /></strong>7 Agu 2009 &#8230; Video Bokep India Film 3gp India Memek Cewek India Toket Gadis Seksi &#8230; video video 3gp Lemmefindblogs bokep cewek smu adegan film ngentot</p>
<p><strong>Kumpulan-3gp-bokep-india.html | Kumpulan Foto Bugil dan Video &#8230;<br /></strong>Kumpulan Foto Bugil dan Video Bugil Gadis SMA Mahasiswa Cewek Cantik Bugil Gratis Gambar Bugil &#8230; download 3gp smu bokep full porno bokep india film bokep dpr foto &#8230; Koleksi Memek Bugil ABG Gratis. Enter your email address</p>
<p><strong>Cewek Bugil Esek: Film bokep 3gp India seks ngentot artis india bugil</strong><br />
video bokep 3gp India. bokep india . » film bokep dpr &#8230; selingkuh foto seks sma | foto perkosaan memek cewek | agnes monika bugil | video cewek diperkosa</p>
<p><strong>Video Bokep India Film 3gp India Memek Cewek India Toket Gadis &#8230;<br /></strong>SEKSI, CEWEK &#8230; toket montok ayam kampus bugil memek indo cantik gambar bugil india &#8230; Video Porno Bokep 3gp MP4 | SEO Cewek Arab Telanjang film bokep</p>
<p><strong>Lezatnya Memek Psk Semarang 1 Download Video Bokep 3gp Film Toket<br /></strong>Video Bokep India Film 3gp India Memek Cewek India | Toket Gadis Seksi &#8230; tante pamer paha yang putih mulus &#8211; Lezatnya Memek PSK Semarang 1 | Download</p>
<p><strong>Free Mp3 Cewek Bugil Film Bokep Artis Bugil Wanita Seksi | Cewek &#8230;<br /></strong>Video Bokep Video Sex Video Hot | Free Hot Video.Info. &#8230; Cewek Seks Telanjang Bugil Sma Artis: memek budak smu dientot rame . &#8230; Bokep: Koleksi film 3gp bokep ngentot gratis dan foto gambar telanjang bugil serta . &#8230; 3gp Download Free</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/upskirt-artis-india.html" rel="bookmark" class="crp_title">Upskirt Artis India</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/download-video-sexy.html" rel="bookmark" class="crp_title">Download Video Sexy</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/video-bokep-india-film-3gp-india-memek-cewek-india-toket-gadis-seksi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paha Mulus Celana Dalam</title>
		<link>http://cewek.jepun.info/paha-mulus-celana-dalam.html</link>
		<comments>http://cewek.jepun.info/paha-mulus-celana-dalam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 02:59:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cewek Bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek sma bugil]]></category>
		<category><![CDATA[memek perawan]]></category>
		<category><![CDATA[ngintip cewek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.jepun.info/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Paha Mulus Cewek Bispak
Video bugil amatir toket gede paha mulus cewek . Muda Video SMA Tegal . &#8230; Swimsuit Ratna Galih, Celana Dalam Ratna Galih, Bra Seksi Ratna Galih
Paha Mulus Petugas Kasir &#124; Cerita Panas
Karena rok yang di pakai 10 cm di atas lutut, maka paha mulusnya pun &#8230;. saya mulai membuka celana pendek Sheilla [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Paha Mulus Cewek Bispak</strong><br />
Video bugil amatir toket gede paha mulus cewek . Muda Video SMA Tegal . &#8230; Swimsuit Ratna Galih, Celana Dalam Ratna Galih, Bra Seksi Ratna Galih</p>
<p><strong>Paha Mulus Petugas Kasir | Cerita Panas</strong><br />
Karena rok yang di pakai 10 cm di atas lutut, maka paha mulusnya pun &#8230;. saya mulai membuka celana pendek Sheilla dan membuka celana dalam warna kremnya</p>
<p><strong>Celana Dalam Krisdayanti | Photo Gallery Artis Indonesia Azhari &#8230;</strong><br />
Celana Dalam Krisdayanti. Paha Mulus Marshanda. Komentar Terakhir &#8230; syafriadi di Celana Dalam Krisdayanti. pelbis di Paha Mulus Marshanda</p>
<p><strong>sally marcelina pamer paha mulus &#8211; video foto artis Indonesia</strong><br />
sally marcelina pamer paha mulus. kalau sedang tidur pakai baju tidur atau emang &#8230; ngintip cd celana dalam wulan guritno · film video sex artis indonesia</p>
<p><strong>Paha Mulus Cewek Bispak Gosip Artis, Foto Artis Indonesia dan &#8230;</strong><br />
Lalu dia pun menunggingiku, lalu dibuka celana jinsnya, alamak putih mulus sekali pahanya, apalagi ia memakai celana dalam G string sehingga vaginanya yang</p>
<p><strong>ngintip paha dan celana dlm</strong><br />
Paha amatir bali . amatir indonesia Bugil mulus Telanjang ngintip bali 3gp, artis, bali, bugil, .. indonesia &#8230; Hanya celana pendek mini dan celana dalam</p>
<div id="crp_related"><h3>Baca yang lagi HOT:</h3><ul><li><a href="http://cewek.jepun.info/foto-celana-dalam-spg-handphone.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Celana Dalam SPG Handphone</a></li><li><a href="http://cewek.jepun.info/cewek-rok-mini-hot.html" rel="bookmark" class="crp_title">Cewek Rok Mini Hot</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.jepun.info/paha-mulus-celana-dalam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (request URI contains query)
Database Caching 12/44 queries in 0.626 seconds using disk

Served from: cewek.jepun.info @ 2010-09-10 12:52:33 -->